Tahukah Kamu? Pentingnya Hepatitis B untuk Setiap Usia: Cegah Komplikasi Serius!

1 month ago 20

ringkasan

  • Hepatitis B adalah infeksi virus hati serius yang dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati jika tidak ditangani.
  • Vaksinasi dan deteksi dini merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan dan komplikasi Hepatitis B pada setiap usia.
  • Meskipun prevalensi menurun, Hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia dengan jutaan kasus terinfeksi.

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, tahukah Anda bahwa hepatitis B adalah ancaman senyap yang dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia? Infeksi virus ini secara serius menyerang organ hati, berpotensi menyebabkan kerusakan fatal seperti sirosis bahkan kanker hati. Penyakit ini bisa bersifat akut dalam jangka pendek atau kronis yang berlangsung lama, dengan infeksi kronis menjadi perhatian utama karena risiko komplikasi yang mengancam jiwa.

Pentingnya hepatitis B untuk setiap usia tidak bisa diabaikan. Penyakit ini dapat dicegah secara efektif melalui deteksi dini dan program vaksinasi. Menurut dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FRSPH, FINASIM, seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam, pencegahan ini mampu menekan angka penularan hingga lebih dari 95%. Ini menunjukkan betapa krusialnya langkah preventif untuk melindungi diri dan orang terdekat.

Meskipun demikian, hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan hingga Juli 2025 menunjukkan ada sekitar 6,7 juta warga Indonesia terinfeksi hepatitis B. Meskipun prevalensinya menurun dari 7,1% pada 2013 menjadi 2,4% pada 2023, Indonesia masih termasuk di antara 10 negara dengan beban hepatitis tertinggi di dunia. Oleh karena itu, pemahaman dan tindakan pencegahan menjadi sangat vital.

Mengapa Pentingnya Hepatitis B untuk Setiap Usia?

Virus hepatitis B tidak mengenal batasan usia atau status sosial; semua orang berisiko terinfeksi. Ini mencakup bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga tenaga medis. Memahami mengapa pentingnya hepatitis B untuk setiap usia adalah langkah pertama dalam pencegahan komprehensif.

Pada bayi dan anak-anak, infeksi hepatitis B sangat berisiko menjadi kronis, bahkan mencapai 95% pada bayi. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah hati jangka panjang, termasuk sirosis dan kanker hati di kemudian hari. Oleh karena itu, vaksinasi segera setelah lahir menjadi sangat penting untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi, memutus rantai infeksi sejak dini.

Bagi orang dewasa, sebagian besar yang terinfeksi hepatitis B akut dapat pulih sepenuhnya. Namun, infeksi kronis tetap menjadi ancaman serius. Individu yang belum divaksinasi atau memiliki risiko tinggi, seperti petugas kesehatan, orang dengan banyak pasangan seksual, pengguna narkoba suntik, atau yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B, sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi. Penting juga diketahui bahwa antibodi hepatitis B dapat menurun seiring bertambahnya usia, sehingga vaksinasi ulang atau booster mungkin diperlukan.

Ibu hamil juga memiliki peran krusial dalam rantai penularan. Penularan dari ibu ke anak selama kehamilan atau persalinan adalah salah satu cara penularan utama. Skrining hepatitis B pada ibu hamil serta pemberian vaksin dan imunoglobulin hepatitis B (HBIG) pada bayi yang lahir dari ibu positif HBsAg dalam 24 jam pertama sangat krusial untuk memutus rantai penularan ini, memastikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Bagaimana Hepatitis B Menular dan Cara Mencegahnya?

Memahami cara penularan hepatitis B adalah kunci untuk melakukan pencegahan yang efektif. Virus ini tidak menyebar melalui bersin atau batuk, melainkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi. Beberapa cara penularan utama yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Hubungan Seksual: Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan seseorang yang terinfeksi.
  • Penggunaan Jarum Suntik Bersama: Berbagi jarum suntik, alat suntik narkoba, atau alat medis yang tidak steril.
  • Dari Ibu ke Anak (Penularan Perinatal): Ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan virus ke bayinya saat melahirkan.
  • Kontak dengan Cairan Tubuh Lain: Melalui darah, keringat, air mata, air ludah, sperma, cairan vagina, darah menstruasi, dan air susu ibu yang terkontaminasi.
  • Berbagi Barang Pribadi: Seperti pisau cukur, sikat gigi, atau barang lain yang tercemar darah.
  • Prosedur Medis/Non-Medis Tidak Steril: Tato, tindik, atau prosedur medis/gigi di tempat yang alat-alatnya tidak disterilkan dengan benar.

Pencegahan penularan ini sangat bergantung pada kesadaran dan praktik kebersihan pribadi serta medis yang ketat. Selalu pastikan alat-alat yang digunakan untuk prosedur medis atau non-medis steril. Hindari berbagi barang pribadi yang berpotensi terkontaminasi darah, dan praktikkan seks aman. Langkah-langkah sederhana ini dapat secara signifikan mengurangi risiko penularan hepatitis B.

Vaksinasi dan Deteksi Dini: Kunci Melawan Hepatitis B

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah infeksi virus hepatitis B. Efektivitasnya mencapai lebih dari 95% dan dapat memberikan perlindungan hingga puluhan tahun. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang melawan virus, mencegah infeksi dan perkembangan penyakit hati kronis seperti sirosis serta kanker hati.

Jadwal vaksinasi bervariasi berdasarkan usia. Untuk bayi, dosis pertama diberikan dalam 24 jam setelah lahir (HB0), diikuti dosis berikutnya pada usia 2, 3, dan 4 bulan, serta booster pada usia 18 bulan. Bagi orang dewasa, umumnya diberikan dalam 3 dosis, yaitu pada bulan ke-0, ke-1, dan ke-6. Melindungi diri melalui vaksinasi juga berarti membantu mengurangi penyebaran virus ke orang lain, menciptakan kekebalan kelompok yang lebih luas.

Deteksi dini hepatitis B juga sangat penting untuk memungkinkan penanganan lebih cepat sebelum virus berkembang menjadi kerusakan hati permanen. Metode deteksi dini utama adalah tes darah, yang meliputi HBsAg untuk infeksi aktif, Anti-HBs untuk kekebalan, dan Anti-HBc untuk paparan virus. Tes lain seperti HBeAg dan HBV DNA mengukur aktivitas serta jumlah virus. USG hati dan biopsi hati juga dapat dilakukan untuk menilai tingkat kerusakan.

Skrining hepatitis B sangat disarankan bagi individu yang berisiko tinggi. Ini termasuk tenaga medis, pengguna alat tajam bersama, atau individu dengan riwayat transfusi darah. Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat dapat dilakukan, sehingga mengurangi risiko komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Pentingnya hepatitis B untuk setiap usia harus selalu menjadi perhatian utama dalam upaya kesehatan masyarakat.

Peran Kalventis dalam Edukasi dan Akses Vaksin

PT Kalventis Sinergi Farma, yang merupakan bagian dari PT Kalbe Farma Tbk, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Mereka berupaya menyediakan layanan dan produk inovatif, termasuk vaksin, untuk memerangi berbagai penyakit, salah satunya hepatitis B. Kalventis, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Aventis Pharma (Sanofi Indonesia), telah menjadi mitra kesehatan terpercaya selama lebih dari 70 tahun dalam menyediakan obat-obatan dan vaksin berkualitas.

Melalui inisiatif seperti Kalventis Vaccine Summit (KVS), Kalbe secara aktif mengadakan acara holistik untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi. Ini mencakup vaksin hepatitis B, yang direkomendasikan untuk anak-anak hingga dewasa. Komitmen Kalventis ini sangat vital dalam memastikan akses masyarakat terhadap vaksin berkualitas, sejalan dengan tujuan menyehatkan bangsa secara menyeluruh.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |