Tahukah Kamu? Anemia Defisiensi Besi Akibat Konsumsi Teh Berlebihan, Waspada Gejalanya!

2 weeks ago 15

ringkasan

  • Teh, terutama yang kaya tanin dan polifenol, dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme hingga 90%, berpotensi menyebabkan anemia defisiensi besi.
  • Kelompok rentan seperti vegetarian, wanita hamil, dan wanita menstruasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia defisiensi besi akibat konsumsi teh berlebihan.
  • Untuk mengurangi dampak negatif teh, disarankan mengonsumsinya terpisah dari waktu makan, mengombinasikan dengan vitamin C, dan memilih jenis teh dengan tanin rendah.

Fimela.com, Jakarta Anemia defisiensi besi adalah kondisi serius di mana tubuh kekurangan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Ini menyebabkan sel darah merah tidak dapat membawa oksigen secara optimal ke seluruh tubuh. Gejala awal seringkali tidak disadari, namun dapat memburuk seiring waktu jika tidak ditangani dengan tepat.

Tahukah Sahabat Fimela bahwa kebiasaan minum teh berlebihan ternyata dapat menjadi salah satu pemicu kondisi ini? Konsumsi teh, terutama saat atau setelah makan, berpotensi mengganggu penyerapan zat besi. Hal ini tentu perlu diwaspadai agar kesehatan tubuh tetap terjaga dan terhindar dari masalah kesehatan serius.

Dilansir dari berbagai sumber, kita akan mengupas tuntas bagaimana konsumsi teh berlebihan dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Kita juga akan membahas siapa saja yang berisiko tinggi serta strategi cerdas untuk tetap menikmati teh tanpa mengorbankan asupan zat besi yang vital bagi tubuh.

Mekanisme Teh dan Penyerapan Zat Besi Optimal

Sahabat Fimela, teh memang dikenal dengan berbagai manfaatnya, namun di balik itu, terdapat senyawa yang perlu diperhatikan terkait penyerapan zat besi. Konsumsi teh dapat secara signifikan mengganggu penyerapan zat besi, khususnya zat besi non-heme yang banyak ditemukan dalam makanan nabati. Ini menjadi perhatian penting bagi mereka yang mengandalkan sumber zat besi dari tumbuhan.

Senyawa utama yang bertanggung jawab atas penghambatan ini adalah polifenol dan tanin. Polifenol adalah kelas senyawa yang ditemukan pada tumbuhan, termasuk flavonoid dan tanin. Tanin, yang melimpah dalam teh, memiliki kemampuan untuk mengikat zat besi non-heme. Ikatan ini membentuk molekul yang tidak dapat dipecah dan diserap oleh usus, sehingga membatasi ketersediaan zat besi bagi tubuh.

Proses pengikatan ini menciptakan struktur kimia yang terlalu besar untuk penyerapan usus, secara efektif membuang nutrisi penting tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa minum teh dapat mengurangi penyerapan zat besi hingga 60%, bahkan beberapa studi menyebutkan hingga 90% pada individu tertentu. Ini berarti sebagian besar zat besi yang kita konsumsi bisa terbuang sia-sia jika tidak diatur waktu minum tehnya.

Berbagai jenis teh memiliki dampak yang berbeda. Teh hitam memiliki kandungan tanin tertinggi, sementara teh hijau memiliki kadar yang lebih rendah. Teh putih juga dapat memengaruhi penyerapan zat besi. Bahkan teh herbal, meskipun kadar taninnya lebih rendah, tetap mengandung polifenol yang berpotensi mengganggu penyerapan. Matcha, teh hijau populer, juga mengandung katekin dan tanin yang mengikat zat besi non-heme secara signifikan.

Siapa Saja yang Berisiko Tinggi Mengalami Anemia Defisiensi Besi?

Anemia defisiensi besi akibat konsumsi teh berlebihan tidak menyerang semua orang dengan tingkat risiko yang sama. Ada beberapa kelompok individu yang lebih rentan terhadap kondisi ini. Memahami siapa saja yang berisiko tinggi sangat penting agar kita dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat dan menjaga kesehatan tubuh.

Vegetarian dan vegan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan. Diet mereka sebagian besar bergantung pada sumber zat besi non-heme dari tumbuhan, yang lebih mudah terpengaruh oleh tanin dalam teh. Selain itu, wanita hamil dan menyusui juga memiliki kebutuhan zat besi yang meningkat drastis, sehingga mereka harus sangat berhati-hati. Wanita yang sedang menstruasi juga berisiko karena kehilangan darah bulanan.

Anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat juga memiliki kebutuhan zat besi yang tinggi, sehingga konsumsi teh berlebihan bisa menjadi masalah serius. Lansia juga dapat berisiko karena berbagai faktor, termasuk perubahan pola makan atau masalah penyerapan nutrisi. Penting bagi kelompok ini untuk memantau asupan zat besi mereka secara teratur.

Terakhir, orang dengan kondisi medis tertentu seperti pendarahan gastrointestinal, gastritis, esofagitis, tukak lambung, atau kondisi lain yang memengaruhi penyerapan zat besi, juga memiliki risiko lebih tinggi. Bagi Sahabat Fimela yang termasuk dalam kelompok ini, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan untuk mendapatkan panduan yang tepat dan personal.

Kenali Gejala dan Strategi Cerdas Mengurangi Dampak Teh

Mengenali gejala anemia defisiensi besi adalah langkah awal untuk penanganan yang tepat. Gejala awalnya bisa sangat ringan dan seringkali diabaikan, namun seiring waktu akan semakin memburuk. Beberapa gejala umum meliputi kelelahan ekstrem atau kurang energi yang persisten, kulit pucat atau kekuningan, serta sesak napas, terutama saat beraktivitas fisik.

Selain itu, Sahabat Fimela mungkin juga merasakan detak jantung cepat atau berdebar-debar, sakit kepala, pusing, atau kepala terasa ringan. Tangan dan kaki yang sering terasa dingin, lidah bengkak atau sakit, kuku rapuh, dan rambut rontok juga bisa menjadi indikasi. Dalam kasus yang lebih parah, dapat muncul pica, yaitu keinginan aneh untuk makan zat non-nutrisi seperti es atau tanah.

Jika Sahabat Fimela berisiko mengalami defisiensi zat besi, Anda tidak perlu sepenuhnya menghindari teh. Ada beberapa strategi cerdas yang bisa diterapkan untuk mengurangi dampaknya. Salah satu yang terpenting adalah mengatur waktu konsumsi teh. Disarankan untuk minum teh setidaknya satu jam sebelum atau sesudah makan atau mengonsumsi suplemen zat besi.

Penelitian menunjukkan bahwa menunggu satu jam setelah makan untuk minum teh dapat meningkatkan penyerapan zat besi secara signifikan. Strategi lainnya adalah mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C. Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Contoh sumber vitamin C yang baik antara lain brokoli, kiwi, jeruk, stroberi, dan paprika. Selain itu, pilihlah teh dengan kandungan tanin yang lebih rendah seperti teh hijau atau teh putih dibandingkan teh hitam. Hindari menyeduh teh terlalu lama karena dapat melepaskan tanin berlebih.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Adinda Tri Wardhani

    Author

    Adinda Tri Wardhani
ilustrasi tips menyembuhkan batuk secara alami tanpa obat/unsplash

HealthVaksin Flu Tahunan Kunci Utama Cegah Penyakit Ini

Musim flu datang lagi! Ketahui strategi terbaik mencegah flu, mulai dari vaksinasi hingga gaya hidup sehat, agar Sahabat Fimela tetap terlindungi.

Long Dress Brokat Kombinasi Outer Satin Lengan Balon (Reve)

HealthDress Terasa Panas? Bisa Jadi Salah Pilih Bahan Kainnya

Tak jarang, meskipun dress tampak menawan dan stylish, pemakainya merasa gerah, lengket, dan mudah berkeringat.

Sahabat Fimela, ingin tetap tajam di usia senja? Yuk, simak 6 cara jitu menjaga daya ingat dan fungsi kognitif agar tetap aktif, bahagia, dan menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik! (Foto dok: Freepik/niki98).

HealthTetap Tajam di Usia Senja: 6 Cara Jitu Menjaga Daya Ingat dan Kognisi

Sahabat Fimela, ingin tetap tajam di usia senja? Yuk, simak 6 cara jitu menjaga daya ingat dan fungsi kognitif agar tetap aktif, bahagia, dan menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik!

 Raphiell Alfaridzy/unsplash)

Health6 Makanan Penurun Kolesterol yang Ampuh Usai Menikmati Makanan Bersantan

Suka makan santan? Jangan lupa imbangi dengan 6 makanan penurun kolesterol ini.

Mengenal 5 kebiasaan yang efektif dalam menurunkan kolesterol pada tubuh. (Foto/Dok: freepik.com/jcomp)

Health5 Kebiasaan Sehat yang Efektif Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol

Terapkan 5 gaya hidup sehat ini untuk menurunkan kadar kolesterol dengan mudah dan efektif!

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |