Kapan Usia Anak Boleh Memakai Behel? Panduan Ideal untuk Senyum Optimal

2 days ago 13

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, penggunaan behel atau kawat gigi pada anak-anak seringkali menjadi pertimbangan penting bagi banyak orang tua. Hal ini berkaitan erat dengan kesehatan gigi dan estetika senyum buah hati mereka di masa depan.

Menentukan waktu yang tepat untuk memulai perawatan ortodontik sangatlah krusial. Keputusan ini menjadi kunci utama untuk mencapai hasil terbaik dan menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

Lantas, kapan sebenarnya usia anak boleh memakai behel? Mari kita telusuri panduan lengkapnya agar perawatan gigi si kecil berjalan optimal dan sesuai rekomendasi ahli.

Usia Ideal Anak Memakai Behel: Fase Penting Perawatan Ortodontik

Usia ideal untuk memulai perawatan ortodontik pada anak-anak dapat bervariasi, namun umumnya terbagi menjadi dua fase utama yang perlu diketahui orang tua.

Fase Pertama (Interseptif/Dini): Perawatan ini biasanya dimulai ketika anak berusia antara 6 hingga 10 tahun. Pada tahap ini, anak masih memiliki gigi susu dan beberapa gigi permanen yang baru tumbuh, seperti dijelaskan oleh dr. Merry Dame Cristy Pane di Alodokter.com.

Tujuan utama dari perawatan fase pertama adalah untuk mengatasi masalah ortodontik yang parah sejak dini, seperti gigitan silang (crossbite), gigitan terbuka (open bite), atau masalah rahang yang signifikan, menurut drg. Arni Maharani dari Klikdokter.com. Perawatan ini dapat membantu mengarahkan pertumbuhan rahang, menciptakan ruang yang cukup untuk gigi permanen, dan mengurangi kemungkinan pencabutan gigi di kemudian hari.

Fase Kedua (Komprehensif): Fase ini umumnya dimulai ketika sebagian besar atau semua gigi permanen anak telah tumbuh, biasanya antara usia 10 hingga 14 tahun. Pada usia ini, tulang rahang masih cukup lunak dan responsif terhadap pergerakan gigi, sehingga perawatan behel dapat lebih efektif.

Tujuan dari fase kedua adalah untuk menyelaraskan gigi dan rahang secara keseluruhan, memperbaiki gigitan, dan mencapai estetika senyum yang optimal. Pemilihan fase yang tepat sangat bergantung pada kondisi gigi dan rahang masing-masing anak.

Kenali Tanda-tanda Kebutuhan Behel pada Anak

Orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda yang mungkin mengindikasikan bahwa anak membutuhkan perawatan ortodontik. Deteksi dini dapat membantu penanganan yang lebih efektif.

  • Gigi Berjejal atau Terlalu Renggang: Gigi yang tumbuh terlalu rapat atau memiliki celah yang besar.
  • Gigitan Silang (Crossbite): Gigi atas dan bawah tidak bertemu dengan benar saat menggigit, di mana beberapa gigi atas berada di belakang gigi bawah.
  • Gigitan Terbuka (Open Bite): Ada celah antara gigi atas dan bawah saat mulut tertutup.
  • Gigitan Dalam (Deep Bite/Overbite): Gigi depan atas menutupi terlalu banyak gigi depan bawah.
  • Gigitan Tonggos (Overjet/Protrusion): Gigi depan atas terlalu maju ke depan dibandingkan gigi bawah.
  • Gigi Bawah Lebih Maju (Underbite): Gigi bawah lebih maju ke depan dibandingkan gigi atas.
  • Kesulitan Mengunyah atau Berbicara: Masalah pada susunan gigi dapat memengaruhi fungsi ini.
  • Sering Menggigit Pipi atau Langit-langit Mulut: Ini bisa menjadi indikasi gigitan yang tidak selaras.
  • Gigi Susu Tanggal Terlalu Dini atau Terlambat: Pola tanggalnya gigi susu yang tidak normal dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen.
  • Kebiasaan Buruk: Seperti mengisap jempol atau penggunaan dot yang berkepanjangan setelah usia 3-4 tahun.

Tanda-tanda ini menjadi indikator penting untuk segera berkonsultasi dengan ortodontis. Pemeriksaan dini dapat membantu menentukan apakah usia anak boleh memakai behel sudah tiba.

Dampak Negatif Penggunaan Behel Terlalu Dini dan Saran Ahli

Para ahli ortodontik, termasuk American Association of Orthodontists (AAO), merekomendasikan agar anak-anak menjalani pemeriksaan ortodontik pertama mereka pada usia sekitar 7 tahun. Evaluasi ini penting untuk mendeteksi masalah yang muncul dan menentukan apakah perawatan dini memang diperlukan.

Meskipun ada manfaat dari perawatan interseptif, penggunaan behel yang terlalu dini tanpa indikasi yang jelas dapat menimbulkan beberapa bahaya atau dampak negatif yang perlu dipertimbangkan:

  • Ketidaknyamanan dan Rasa Sakit yang Tidak Perlu: Anak-anak yang terlalu muda mungkin belum memiliki toleransi yang baik terhadap ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh behel, seperti rasa sakit saat penyesuaian atau iritasi pada mulut.
  • Kesulitan Menjaga Kebersihan Gigi: Anak-anak kecil mungkin kesulitan untuk membersihkan gigi dengan behel secara efektif, meningkatkan risiko penumpukan plak, karies (gigi berlubang), dan radang gusi, seperti yang dijelaskan di Verywell Health.
  • Durasi Perawatan yang Lebih Lama: Jika perawatan dimulai terlalu dini tanpa alasan yang kuat, anak mungkin harus memakai behel untuk jangka waktu yang lebih lama, atau bahkan memerlukan dua fase perawatan yang terpisah.
  • Dampak Psikologis: Anak-anak yang terlalu muda mungkin merasa malu atau tidak nyaman dengan penampilan behel, yang dapat memengaruhi kepercayaan diri dan interaksi sosial mereka.
  • Biaya yang Lebih Tinggi: Perawatan yang dimulai terlalu dini dan berlangsung dalam dua fase dapat mengakibatkan biaya keseluruhan yang lebih tinggi bagi orang tua.
  • Kerusakan Akar Gigi: Dalam kasus yang jarang terjadi, tekanan yang tidak tepat atau perawatan yang terlalu agresif pada usia muda dapat menyebabkan resorpsi akar gigi, yaitu pemendekan akar gigi, berdasarkan studi yang dipublikasikan di NCBI.

Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa keputusan untuk memulai perawatan ortodontik harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh oleh ortodontis. Konsultasi dengan dokter gigi spesialis ortodonti akan membantu menentukan apakah anak Anda benar-benar membutuhkan behel dan kapan waktu terbaik untuk memulainya, dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan perkembangan individu anak.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |