Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, tahu nggak sih kalau stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia, lho! Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau bahkan terhenti, sehingga otak akan mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya secara drastis. Dalam kondisi seperti ini, sel-sel otak bisa mulai rusak hanya dalam hitungan menit. Seram banget, ya? Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?
Meski sering dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia, faktanya stroke juga bisa menyerang siapa saja tanpa memandang umur—termasuk anak muda. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, di mana gaya hidup kita makin minim sekali gerak. Segala sesuatu serba mudah dan instan, cukup dengan scroll dan klik saja, makanan pun langsung sampai di depan pintu. Sayangnya, kemudahan ini sering bikin kita lengah terhadap apa yang masuk ke dalam tubuh. Tanpa disadari, kita jadi jarang memperhatikan kandungan nutrisi dan lupa untuk lebih selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.
Nah, salah satu pemicu utama stroke yang sering luput dari perhatian adalah pola makan yang tidak sehat seperti ini, ya. Banyak orang tanpa sadar terbiasa mengonsumsi makanan tinggi garam, lemak, dan gula—yang semuanya bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyumbatan pembuluh darah, hingga kolesterol jahat.
Makanan yang tampak lezat dan praktis ternyata bisa menyimpan risiko besar kalau dikonsumsi terus-menerus. Oleh karena itu, penting banget buat kita lebih waspada dalam memilih asupan harian. Melansir dari theheartysoul.com, berikut adalah 6 jenis makanan yang sebaiknya mulai kamu hindari demi menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko stroke. Yuk, simak penjelasan lengkapnya, Sahabat Fimela!
1. Makanan yang Mengandung Banyak Gula
Siapa sih yang nggak suka makanan manis? Mulai dari minuman boba, kue-kue cantik, sampai sereal sarapan yang kelihatannya sehat—semuanya menggoda banget! Apalagi kalau kita lagi stress berat atau putus cinta, makanan manis menjadi pilihan favorit dalam meredam emosi dan patah hati. Tapi, di balik kelezatannya, makanan dan minuman tinggi gula bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan tubuh, terutama otak. Pola makan tinggi gula secara terus-menerus dapat menyebabkan kenaikan berat badan berlebih, yang kemudian meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga stroke.
Gula berlebih dalam tubuh bisa menyebabkan peradangan dan gangguan metabolisme, yang membuat pembuluh darah jadi lebih rentan mengalami kerusakan. Kalau kebiasaan ini dibiarkan terus menerus, kondisi ini bisa berujung pada stroke. Contoh makanan tinggi gula yang perlu diwaspadai antara lain:
- Minuman ringan atau soda.
- Saus pasta dan saus tomat.
- Sereal sarapan dan granola.
- Makanan penutup, donat, kue, dan es krim.
- Makanan tertentu yang berlabel “rendah lemak”.
2. Makanan yang Mengandung Kolesterol Tinggi
Mungkin kamu sudah sering mendengar bahwa kolesterol tinggi bisa menyebabkan masalah jantung, tapi tahukah kamu kalau itu juga bisa meningkatkan risiko stroke iskemik? Stroke jenis ini terjadi saat aliran darah ke otak terhambat oleh penyumbatan, yang salah satunya bisa dipicu oleh timbunan lemak dari kolesterol jahat. Ketika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, lemak bisa menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak. Plak inilah yang kemudian bisa pecah dan membentuk bekuan darah yang akan menyumbat aliran darah ke otak. Sehingga memicu stroke.
Beberapa makanan yang dikenal tinggi kolesterol dan perlu dibatasi konsumsinya antara lain:
- Produk susu penuh lemak, seperti keju dan krim.
- Daging olahan, sosis dan bacon.
- daging merah, terutama yang mengandung lemak tinggi.
- Makanan penutup dan kue panggang yang kaya mentega dan telur
3. Makanan yang Mengandung Banyak Lemak Jenuh
Kalau makanan tinggi kolesterol sudah masuk daftar merah, maka makanan yang tinggi lemak jenuh juga wajib diwaspadai, ya! Soalnya, dua hal ini sering datang secara bersamaan. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dalam darah, yang dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Semakin tinggi kadar LDL di dalam tubuh kita, semakin besar juga risiko penyumbatan arteri yang bisa memicu serangan jantung atau stroke.
Tanpa disadari, banyak makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata mengandung lemak jenuh cukup tinggi, seperti:
- Daging sapi (terutama bagian berlemak).
- Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit.
- Makanan gorengan, terutama yang digoreng dalam minyak banyak.
- Keju dan mentega.
- Es krim.
- Unggas dengan kulit.
- Daging domba.
- Daging babi.
4. Makanan yang Mengandung Banyak Lemak Trans
Lemak trans adalah jenis lemak berbahaya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Kombinasi ini sangat berbahaya karena dapat mempercepat proses penumpukan plak di pembuluh darah, yang bisa menyebabkan penyumbatan dan akhirnya menjadi stroke. Meskipun lemak trans secara alami terdapat dalam jumlah kecil pada beberapa produk hewani, jenis yang paling berisiko adalah lemak trans buatan yang ditemukan dalam minyak terhidrogenasi parsial—sering digunakan dalam makanan olahan karena memperpanjang masa simpan dan meningkatkan tekstur.
Contoh makanan yang mengandung banyak lemak trans:
- Margarin padat dan shortening.
- Makanan cepat saji yang digoreng, seperti donat, kentang goreng, dan ayam goreng.
- Kue kering, biskuit, dan produk panggang komersial lainnya yang mengandung minyak terhidrogenasi.
5. Alkohol
Tahukah kamu bahwa konsumsi alkohol berlebihan dapat berdampak langsung pada kesehatan jantung dan pembuluh darah? Alkohol bisa menyebabkan tekanan darah naik secara signifikan, lho! Bahkan pada orang yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Selain itu, alkohol juga bisa merusak fungsi hati dan meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Kombinasi dari semua ini membuat risiko stroke jadi semakin tinggi. Para ahli juga merekomendasikan untuk membatasi konsumsi alkohol maksimal dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas untuk wanita—atau, akan lebih baik lagi jika bisa dihindari sama sekali, karena dapat menghindarkanmu dari risiko stroke.
6. Makanan yang Mengandung Banyak Natrium
Garam alias natrium memang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, bisa menjadi pemicu utama hipertensi alias tekanan darah tinggi yang merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk stroke. Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan kemasan, makanan cepat saji, bahkan roti atau saus instan bisa mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Kebiasaan menambahkan garam saat makan pun ikut memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, perlunya ada kesadaran dalam diri kita untuk membatais asupan garam dalam makanan sehari-hari.
Untuk mengurangi asupan natrium kamu bisa menggunakan:
- Gunakan rempah-rempah dan bumbu alami sebagai pengganti garam.
- Hindari menyimpan wadah garam di meja makan.
- Periksa label nutrisi saat membeli makanan kemasan seperti sup kalengan, daging olahan, mi instan, dan pizza beku.
Nah, Sahabat Fimela, dengan lebih selektif memilih makanan sehari-hari, kamu bisa kurangi risiko stroke dan jaga kesehatan tubuh. Yuk, mulai sekarang lebih hati-hati dalam memilih makanan, ya!
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245334/original/081368800_1749322650-Donat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245335/original/086479300_1749322652-Roti_dan_margarin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398339/original/087528400_1761882633-smiling-woman-with-breakfast.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420192/original/008359600_1763728275-kcmata_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5070887/original/007724600_1735530860-1735527393204_tips-diet-cepat-kurus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4053219/original/017128200_1655263357-yingpis-kalayom-By1szZOVpHg-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222233/original/035681600_1747386393-makan_makanan_ultraproses.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3155176/original/099741700_1592382008-Giorgio_Trovato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5257217/original/096236200_1750306564-people-taking-pilates-reformer-class.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423702/original/000451700_1764074250-joy2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401828/original/005585300_1762229561-pexels-pixabay-161502.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5176270/original/054633100_1743071192-young-woman-white-medical-suit-having-breath-troubles-pink.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316376/original/025232300_1755233814-IMG-20250815-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385115/original/054641500_1760874911-alireza-skndari-VU3HQFJBh3A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2878763/original/020080400_1565506395-photo-1524594152303-9fd13543fe6e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399322/original/006163200_1761927307-pexels-mart-production-7277896.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327470/original/045738600_1756181834-pexels-sora-shimazaki-5938291.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398401/original/037813500_1761884053-pexels-karola-g-4021771.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397397/original/022090400_1761807941-pexels-fotios-photos-890550.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423805/original/095794100_1764087797-WhatsApp_Image_2025-11-25_at_23.16.34__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382939/original/072017700_1760609126-azaka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789914/original/054745700_1711881045-pablo-merchan-montes-Orz90t6o0e4-unsplash.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293725/original/021772500_1753341297-erick-larregui-u_LUSLLgNmk-unsplash__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5305813/original/048097000_1754367090-kipas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4632539/original/094850100_1698893027-immunity-boosting-foods-healthy-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3242692/original/062475100_1600495293-WhatsApp_Image_2020-09-18_at_6.57.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3237281/original/041852100_1600068948-pexels-pixabay-158053.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386608/original/005986400_1761018464-IMG_9385_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294730/original/099634100_1753416145-apel_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4620950/original/039726600_1698055340-national-cancer-institute-0izFVmwJ5pw-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316372/original/058034700_1755233803-andrew-tanglao-3I2vzcmEpLU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4473044/original/064557600_1687224414-perfect-smile-with-white-teeth-closeup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366253/original/086624200_1759221505-sarapan_1.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344283/original/035258300_1757482918-pexels-nipananlifestyle-com-625927-1581484.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4956488/original/096419300_1727676776-pexels-olly-3807733.jpg)