Viral Pola Diet ala Joy Red Velvet, Antara Penampilan Memukau dan Kekhawatiran Kesehatan

3 days ago 17

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, Joy Red Velvet kembali menjadi sorotan publik karena perubahan signifikan pada penampilannya yang terlihat semakin ramping. Penurunan berat badan ini memicu berbagai reaksi, mulai dari pujian hingga kekhawatiran mendalam akan kesehatannya.

Lantas, bagaimana sebenarnya pola diet ala Joy Red Velvet yang ia jalani hingga kini? Artikel ini akan mengulas secara tuntas pendekatan dietnya, termasuk rutinitas pagi dan jenis makanan yang dikonsumsi, yang membuat banyak orang penasaran.

Mari kita selami lebih dalam mengapa banyak orang menilai ia terlihat sangat kurus dan apa pandangan ahli mengenai potensi dampak buruk bagi kesehatannya. Informasi ini penting untuk memahami fenomena diet di kalangan idola K-Pop secara lebih komprehensif.

Pola Diet ala Joy Red Velvet yang Jadi Sorotan

Joy Red Velvet telah secara terbuka berbagi tentang pendekatannya terhadap diet dan manajemen berat badan. Dalam beberapa kesempatan, ia mengungkapkan bahwa ia kini mengikuti "diet gula darah" (blood sugar diet), yang berfokus pada konsumsi makanan untuk menstabilkan kadar glukosa dalam tubuhnya.

Rutinitas paginya dimulai dengan mengonsumsi air lemon, probiotik, omega-3, dan minyak zaitun. Untuk sarapan, Joy memilih apel dengan kulitnya, selai kacang tanpa pemanis, ubi jalar yang dimasak dengan penanak nasi rendah kalori, susu kedelai tinggi protein, dan keju. Ia juga mengonsumsi cokelat hitam bebas gula yang mengandung minyak MCT, yang diyakini membantu membersihkan limbah tubuh.

Sebelumnya, Joy juga pernah menjalani regimen diet yang lebih ketat, termasuk hanya makan dua kali sehari dengan fokus pada sayuran dan daging putih. Beberapa laporan bahkan menyebutkan bahwa ia pernah mencoba diet keto, diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat, sebagai bagian dari upayanya menjaga berat badan.

Selain pola diet ala Joy Red Velvet, ia juga aktif berolahraga. Menari adalah bagian integral dari rutinitasnya sebagai idola K-Pop, seringkali selama berjam-jam setiap hari, terutama saat promosi. Ia juga berlatih Pilates, yang membantu memperkuat otot inti dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.

Mengungkap Alasan Joy Red Velvet Terlihat Makin Kurus

Penurunan berat badan Joy yang signifikan telah menjadi topik hangat di kalangan penggemar dan netizen. Foto-foto terbaru yang diunggah pada Oktober dan November 2025, serta penampilannya di acara musik, menunjukkan sosoknya yang jauh lebih ramping dari sebelumnya.

Penggemar menggambarkan Joy sebagai "sangat kurus" atau "sekurus tulang", dengan tulang selangka yang menonjol, pinggang yang terlihat sangat kecil, serta paha dan betis yang ramping. Reaksi ini menunjukkan betapa drastisnya perubahan yang terjadi pada penampilannya.

Perubahan ini memicu kekhawatiran dari banyak penggemar yang meninggalkan komentar seperti, "Kamu terlalu kurus… Tolong jaga kesehatanmu," dan "Ada apa dengan pinggang Joy? Tolong makan lebih banyak." Beberapa netizen bahkan berpendapat bahwa penurunan berat badan yang cepat membuatnya terlihat lebih tua dari usianya.

Joy sendiri mengakui bahwa di usia 20-an, ia pernah memaksakan diri dan berdiet terlalu keras untuk memenuhi ekspektasi orang lain, yang pada akhirnya berdampak buruk pada kekebalan tubuhnya. Ia kini menyatakan telah mengubah perspektif untuk mengelola diri demi kesehatannya sendiri, bukan untuk orang lain.

Bahaya Diet Ekstrem: Pandangan Ahli dan Idola K-Pop Lain

Fenomena diet ekstrem bukanlah hal baru di industri K-Pop, Sahabat Fimela. Standar kecantikan yang sangat tinggi seringkali mendorong para idola untuk menjalani diet yang tidak sehat demi mencapai bentuk tubuh ideal yang diharapkan.

Para ahli dan penggemar telah menyuarakan kekhawatiran serius tentang dampak kesehatan dari diet semacam ini. Diet ekstrem dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk anemia, osteoporosis, kerontokan rambut, depresi, tekanan darah rendah, pingsan, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Beberapa idola K-Pop lainnya juga pernah berbagi pengalaman diet ekstrem, seperti hanya makan delapan tomat ceri sehari, tiga apel dalam tiga hari, atau hanya satu kali makan setiap dua hari disertai konsumsi kopi berlebihan. Pola diet ala Joy Red Velvet yang dulu juga pernah ketat menjadi contoh betapa beratnya tekanan ini.

Diet satu jenis makanan, misalnya hanya pisang, susu kedelai, mentimun, atau ubi jalar, dianggap "sangat tidak dapat diterima" karena rendah kalori dan menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Penurunan berat badan yang cepat juga dapat memicu "efek yo-yo" dan memengaruhi metabolisme tubuh secara negatif.

Bahkan, ada standar tidak realistis seperti formula "tinggi badan dikurangi 120" untuk menentukan berat badan ideal idola wanita. Situasi Joy menjadi pengingat akan tekanan besar yang dihadapi para idola K-Pop dan pentingnya pendekatan yang seimbang serta berkelanjutan untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |