Fimela.com, Jakarta Hari raya Lebaran selalu dihubungkan dengan sajian khas yang menggoda selera, salah satunya adalah ketupat. Namun, apakah Anda pernah mempertimbangkan bahwa mengonsumsi ketupat secara berlebihan dapat berakibat pada peningkatan berat badan?
Ketupat terbuat dari beras yang kaya akan karbohidrat. Ketika dipadukan dengan lauk berlemak seperti opor ayam dan rendang, jumlah kalori yang terkandung dalam satu porsi bisa meningkat secara signifikan.
Selanjutnya, bagaimana sebenarnya tubuh kita menyimpan kelebihan kalori yang berasal dari ketupat dan lauk pendamping tersebut? Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Sate Tanjung dijual seharga Rp 20 ribu berisi 10 tusuk dilengkapi satu porsi plecing kangkung serta ketupat.
Ketupat Mengandung Kalori Lebih Tinggi dari Nasi
Ketupat sering kali dianggap lebih ringan dibandingkan nasi, namun faktanya, kalorinya justru lebih tinggi. Dalam 100 gram nasi putih, terdapat sekitar 129 kalori, sementara jumlah yang sama pada ketupat mengandung sekitar 160 kalori.
Meskipun perbedaannya tidak terlalu mencolok, saat Lebaran tiba, banyak orang cenderung menikmati ketupat dalam porsi yang lebih besar. Tidak jarang kita melihat orang-orang terus menyantap ketupat dan lauk-pauk hingga piring pertama mereka kosong.
Lebih dari itu, ketupat biasanya disajikan bersama lauk bersantan seperti opor ayam dan rendang, yang masing-masing bisa mengandung hingga 700-800 kalori per porsi. Inilah yang membuat konsumsi ketupat berpotensi menyumbang kenaikan berat badan yang cukup signifikan.
Peran Lauk Lebaran dalam Menambah Berat Badan
Ketupat biasanya tidak dinikmati sendirian; seringkali disajikan bersama lauk yang kaya lemak seperti opor ayam, empal daging, sambal goreng hati, serta berbagai jenis kerupuk. Sebagai contoh, satu potong ayam goreng bagian paha mengandung sekitar 140 kalori, sementara 100 gram sambal goreng hati dapat mencapai 127 kalori.
Jika ditambahkan dengan kerupuk dan emping, total kalori yang diperoleh bisa melebihi 1500 dalam satu kali makan. Hal ini sering terjadi saat Lebaran, di mana kebersamaan membuat orang cenderung makan berlebihan.
Ketika bersosialisasi dan berbincang-bincang, sering kali kita lupa bahwa semua makanan khas tersebut mengandung banyak karbohidrat. Momen-momen seperti ini, meskipun menyenangkan, bisa berisiko bagi kesehatan jika tidak diimbangi dengan kesadaran akan asupan kalori.
Kalori Berlebih yang Tidak Dibakar akan Disimpan Sebagai Lemak
Kenaikan berat badan terjadi ketika asupan kalori melebihi kalori yang dibakar oleh tubuh. Kalori berlebih yang tidak digunakan akan disimpan dalam bentuk lemak di berbagai bagian tubuh, termasuk perut.
Konsumsi makanan yang tinggi lemak selama perayaan Lebaran dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat. Apabila seseorang mengonsumsi terlalu banyak makanan, tidak hanya berat badan yang akan bertambah, tetapi juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah yang lebih serius.
Di samping itu, tingkat aktivitas fisik cenderung menurun selama Lebaran. Banyak orang lebih memilih untuk duduk, makan, dan beristirahat setelah menjalani puasa selama sebulan penuh. Ini membuat pembakaran kalori semakin berkurang.
Apakah Ketupat Aman untuk Dikonsumsi Saat Diet?
Banyak orang yang penasaran mengenai apakah ketupat masih bisa dinikmati saat menjalani program diet. Sebenarnya, jawabannya adalah memungkinkan, asalkan konsumsi ketupat dilakukan secara terbatas dan dipadukan dengan pilihan lauk yang lebih sehat.
Ketupat dapat dinikmati bersama lauk yang rendah lemak, seperti ayam tanpa kulit atau sayur bening. Selain itu, mengurangi penggunaan santan dan minyak dalam masakan juga sangat membantu dalam menekan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh.
Di samping itu, sangat penting untuk tetap memperhatikan pola makan setelah perayaan Lebaran. Hindari kebiasaan makan berlebihan yang mungkin berlanjut beberapa hari setelah perayaan. Dengan melakukan kontrol yang baik, Anda tetap dapat merayakan Lebaran dengan bahagia tanpa perlu khawatir berat badan Anda akan meningkat secara drastis.
Faktor Penyebab Kenaikan Berat Badan Saat Lebaran
Selama perayaan Lebaran, kita sering kali menikmati berbagai hidangan yang kaya akan kalori. Kue kering dan minuman manis menjadi bagian penting yang turut meningkatkan jumlah kalori yang kita konsumsi. Ditambah lagi, kurangnya aktivitas fisik selama momen ini membuat kita lebih mudah mengalami penambahan berat badan.
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan saat Lebaran:
- Konsumsi Berlebihan: Menikmati ketupat dalam porsi besar tanpa memperhatikan batasan bisa berakibat kurang baik bagi tubuh.
- Pengaruh Makanan Lain: Hidangan berlemak dan manis yang sering hadir saat Lebaran turut menyumbang kalori berlebih.
- Kurangnya Aktivitas Fisik: Liburan kerap membuat kita enggan bergerak aktif.
- Kebiasaan Ngemil: Menyantap kue kering dan makanan manis di antara waktu makan utama juga menambah asupan kalori kita.
Strategi Mencegah Kenaikan Berat Badan Selama Lebaran
Untuk mencegah kenaikan berat badan yang signifikan saat Lebaran, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat kita terapkan. Salah satunya adalah dengan "Mengontrol Porsi Makan," yaitu mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebih kecil dan menghindari kebiasaan makan berlebihan.
Selain itu, kita juga perlu "Pilih Makanan dengan Bijak," yang berarti mengonsumsi ketupat dan makanan berlemak lainnya secara moderat, serta menyeimbangkannya dengan sayuran dan buah-buahan. Mengganti nasi putih dengan nasi merah juga merupakan pilihan yang baik, karena nasi merah kaya serat dan dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.
Selanjutnya, penting untuk "Batasi Konsumsi Gula" dengan mengurangi asupan kue-kue kering dan minuman manis. Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah "Aktif Bergerak," yang dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur, bahkan sekadar berjalan-jalan di sekitar rumah.
Setelah Lebaran, kita perlu kembali ke pola makan sehat yang seimbang untuk mencegah penambahan berat badan yang berkelanjutan. Singkatnya, meskipun makan ketupat bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan, hal ini juga dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Kenaikan berat badan ini tidak hanya disebabkan oleh ketupat, tetapi merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor selama periode Lebaran.
Pertanyaan Umum Seputar Ketupat dan Kenaikan Berat Badan
1. Apakah ketupat lebih baik dibandingkan nasi putih?
Ketupat dan nasi putih memiliki kandungan karbohidrat yang mirip, tetapi ketupat biasanya lebih rendah serat. Memilih nasi merah sebagai alternatif bisa memberikan lebih banyak serat.
2. Bagaimana cara mengontrol porsi saat Lebaran?
Pilihlah piring yang lebih kecil untuk mengontrol porsi. Ini bisa membantu kita tidak berlebihan dalam mengambil makanan.
3. Apakah berolahraga setelah makan ketupat efektif untuk membakar kalori?
Ya, berolahraga setelah makan bisa membantu membakar kalori yang masuk, tetapi tetap penting untuk tidak mengonsumsi berlebihan.
4. Apakah semua makanan saat Lebaran harus dihindari?
Tidak perlu menghindari semua makanan, tetapi penting untuk mengonsumsinya dengan bijak dan dalam porsi yang seimbang.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.