Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, sudahkah kamu mencoba olahan cabai gendot ala Teh Shanty yang sedang viral di internet? Kalau iya, bagaimana rasanya saat mencicipi untuk pertama kali? Tentu, rasanya akan sangat pedas, membakar lidah, nikmat, dan bikin ketagihan, ya! Makanan yang bercitara pedas memang selalu jadi primadona disetiap rumah, warteg, dan restoran lainnya. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa mereka merasa hampa saat makan makanan tidak pedas atau yang tak ada sambalnya.
Makanan pedas telah menjadi sensasi global yang memikat selera di berbagai budaya dan benua, khususnya di Indonesia sendiri. Kita dapat menjumpai berbagai macam kuliner bercitara pedas dan jenis-jenis sambal dari Sabang hingga Merauke dengan berbagai keunikannya. Dari jajanan kaki lima seperti seblak, bakso, mie gacoan, ayam geprek, colo-colo, kari ayam pedas hingga ikan bakar manokwari dan dendeng balado, semuanya memberikan daya tarik yang luar biasa untuk menjadi teman sarapan sampai camilan sehari-hari yang dapat mengembalikan mood.
Meski hampir semua masyarakat Indonesia menyukai rasa pedas, mungkin akan timbul pertanyaan saat menyantapnya: Apakah makan terlalu banyak makanan pedas buruk bagi kesehatan atau tidak, ya? Nah, kamu datang di waktu yang tepat! Karena dalam artikel ini, kita akan membahas efek makanan pedas bagi kesehatan lebih dalam. Penasaran? Melansir dari fooddrinktalk.com dan nutritionfact, inilah manfaat dan risikonya!
Manfaat Makan Makanan Pedas bagi Kesehatan
Banyak orang percaya bahwa makan makanan pedas dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan, saat kita makan makanan bercitarasa pedas akan berkeringat dan melepaskan panas yang kemudian dapat membantu kita merasa kenyang dan kehilangan kalori tubuh.
Kandungan capsaicin yang terdapat dari makanna pedas dari cabai dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh kita, yang menyebabkan lebih banyak kalori akan terbakar sepanjang hari.
3. Meningkatkan Umur Panjang
Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi makanan pedas dapat membantu kita hidup lebih lama. Orang yang mengonsumsi makanan pedas sekitar seminggu sekali memiliki risiko lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung dan kanker dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang lebih sering mengonsumsi makanan pedas cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan dan tekanan darah yang lebih rendah.
4. Mengurangi Depresi
Sahabat Fimela, makanan bisa menjadi teman terbaik dikala suasana hati tak menentu. Bagi sebagian orang mungkin makanan manis sangat membantu memulihkan suasana hati dan menjadi obat pencegahan depresi karena sensasi bahagia yang ditimbulkan setelahnya. Namun ternyata, makanan pedas pun bisa, lho! Karena makanan pedas memiliki efek antidepresi yang sama seperti makanan manis. Itulah sebabnya saat kita makan makanan manis akan timbul perasaan bahagia.
Risiko Terlalu Banyak Makan Makanan Pedas
Meskipun banyak manfaatnya, ada potensi dampak buruk jika terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas. Apa saja ya? Mari kita bahas beberapa masalah umum yang terkait dengan konsumsi rempah-rempah yang berlebihan di bawah ini.
Masalah Pencernaan
Tahukah kamu, bahwa bagi banyak orang, terlalu banyak makan makanan pedas dapat menyebabkan masalah gastrointestinal yang tidak diinginkan. Berikut ini penyebabnya:
1. Sakit Maag dan Asam Lambung
Makanan pedas dapat memperparah gejala nyeri ulu hati dan refluks asam di lambung. Rasa pedas dapat merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah, sehingga asam lambung dapat keluar ke esofagus, lalu akan menyebabkan rasa tidak nyaman dan sensasi terbakar yang menyakitkan di perut.
2. Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)
Penderita IBS mungkin mendapati bahwa makanan pedas dapat memicu gejala seperti kram dan diare. Kadar capsaicin yang tinggi dapat mengiritasi usus, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
3. Reaksi Kulit
Konsumsi makanan pedas yang berlebihan juga telah banyak dikaitkan dengan berbagai masalah kulit, terutama bagi mereka yang rentan terhadap kondisi seperti rosacea. Rasa panas dapat menyebabkan peradangan, kemerahan, atau kambuhnya penyakit pada orang yang rentan.
4. Risiko Potensial bagi Kesehatan Kardiovaskular
Meskipun konsumsi makanan pedas dalam jumlah sedang dapat meningkatkan kesehatan jantung melalui perbaikan sirkulasi, konsumsi berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya. Makanan pedas seringkali mengandung kadar natrium tinggi, terutama dalam saus dan makanan olahan, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
Jadi, apakah makanan pedas itu aman atau tidak? Jawabannya tergantung dari berapa banyak konsumsi makanan pedas kita sehari-hari, ya! Jika berlebihan, mungkin akan menimbulkan beberapa penyakit yang sudah disebutkan di atas, tapi kalau dikonsumsi secara normal justru akan memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan!
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.