Fimela.com, Jakarta Sebagai orang tua, memberikan perlindungan terbaik bagi anak tentu menjadi prioritas utama. Salah satu bentuk perlindungan paling penting sejak bayi adalah melalui vaksinasi. Vaksin berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit menular yang berpotensi serius, serta mendukung sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang. Namun, setiap vaksin memiliki waktu pemberian yang berbeda-beda tergantung usia dan kebutuhan si kecil.
Memahami jenis vaksin yang diperlukan dan jadwal pemberiannya sesuai dengan tahapan usia anak merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatannya secara menyeluruh. Mulai dari usia bayi baru lahir hingga balita, dikutip melalui sumber tabel imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ada sejumlah vaksin yang disarankan oleh tenaga medis dan organisasi kesehatan sebagai bagian dari imunisasi dasar. Vaksin-vaksin ini bukan hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga membantu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di lingkungan sekitarnya.
Melalui panduan ini, orang tua dapat mengetahui dengan lebih jelas vaksin apa saja yang dibutuhkan anak pada setiap tahap tumbuh kembangnya. Dengan mengikuti jadwal imunisasi yang tepat, anak tidak hanya terhindar dari risiko penyakit berbahaya, tetapi juga memiliki fondasi kesehatan yang kuat untuk masa depan.
Usia 0 bulan (newborn)
Vaksin Hepatitis B 0
Imunisasi awal yang diberikan kepada bayi dalam waktu 24 jam setelah kelahiran. Tujuannya adalah untuk mencegah infeksi hepatitis B, virus yang menyerang organ hati dan berpotensi menyebabkan penyakit kronis seperti sirosis atau kanker hati di kemudian hari. Berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI, pemberian vaksin ini sesegera mungkin sangat dianjurkan, terutama untuk mencegah penularan langsung dari ibu ke bayi saat lahir. Pemberian vaksin Hepatitis B 0 menjadi fondasi penting dalam membangun perlindungan imun anak sejak hari pertama kehidupannya.
Vaksin Polio 0
dosis pertama vaksin polio oral (OPV) yang diberikan kepada bayi sesegera mungkin setelah lahir, idealnya dalam rentang usia 0 hingga 1 bulan. Vaksin ini berperan penting dalam memberikan perlindungan awal terhadap virus polio—penyebab penyakit yang dapat menimbulkan kelumpuhan permanen hingga berujung pada kematian. Berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI, imunisasi Polio 0 termasuk dalam tahap awal yang mendukung efektivitas vaksinasi polio lanjutan di usia berikutnya. Pemberian vaksin ini membantu sistem kekebalan bayi mengenali dan melawan virus sejak dini, serta menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung eliminasi polio secara global.
Usia 2 bulan
Combo DTP 1
Vaksin kombinasi yang pertama kali diberikan kepada bayi saat menginjak usia 2 bulan. Vaksin ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit berbahaya, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Dalam praktik imunisasi nasional, vaksin ini umumnya diberikan dalam bentuk pentavalen, yaitu kombinasi DTP dengan vaksin Hepatitis B, Hib, dan Polio. Tujuan utama pemberian vaksin ini adalah untuk menstimulasi sistem kekebalan bayi agar membentuk antibodi terhadap ketiga penyakit tersebut sejak dini. Dengan manfaat perlindungan ganda dalam satu suntikan, Combo DTP 1 menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penyakit menular serius yang bisa membahayakan keselamatan anak di usia awal kehidupannya.
Rotavirus 1
Rotavirus 1 merupakan dosis awal dari vaksin rotavirus yang sebaiknya diberikan saat bayi berusia 6 hingga maksimal 15 minggu. Vaksin ini berperan penting dalam mencegah infeksi rotavirus, salah satu penyebab utama diare berat pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI, pemberian vaksin sejak dini sangat dianjurkan, mengingat diare akibat rotavirus dapat menyebabkan dehidrasi parah hingga mengancam nyawa. Vaksin ini diberikan secara oral (diteteskan ke mulut bayi) dan umumnya terdiri dari dua hingga tiga dosis, tergantung jenis vaksin yang digunakan. Rotavirus 1 menjadi langkah awal perlindungan yang esensial agar bayi terhindar dari komplikasi serius akibat diare dan tetap tumbuh sehat.
Usia 3-4 Bulan
Combo DTP 2
Combo DTP 2 merupakan dosis lanjutan dari vaksin kombinasi yang diberikan kepada bayi saat memasuki usia 3 bulan. Vaksin ini berfungsi memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit infeksi berbahaya, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan), yang bisa berdampak serius jika tidak dicegah sejak dini. Dalam praktik imunisasi nasional, Combo DTP 2 biasanya diberikan dalam bentuk vaksin pentavalen, yang juga mencakup vaksin Hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe b (Hib), serta Polio. Pemberian dosis kedua ini sangat penting untuk memperkuat respons kekebalan tubuh setelah vaksinasi awal, sehingga sistem imun anak lebih siap melawan infeksi. Vaksin lanjutan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan bayi selama masa pertumbuhan awal.
Usia 4 bulan
Combo DTP 3
Combo DTP 3 merupakan dosis ketiga dari vaksin kombinasi yang diberikan kepada bayi saat memasuki usia 4 bulan, sebagai bagian dari rangkaian imunisasi dasar lengkap. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi dari tiga penyakit serius difteri, tetanus, dan pertusis serta umumnya dikombinasikan dengan Hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe b (Hib), dan Polio dalam bentuk vaksin pentavalen. Pemberian dosis ketiga ini sangat penting untuk memperkuat respons kekebalan yang sudah terbentuk dari dua vaksinasi sebelumnya. Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan RI, penyelesaian tiga dosis DTP secara lengkap di masa bayi menjadi langkah krusial dalam membangun perlindungan maksimal terhadap penyakit menular yang berpotensi mengancam keselamatan anak.
Usia 6 bulan
PVC 3
Combo PCV 3 adalah dosis ketiga vaksin PCV yang diberikan saat bayi berusia sekitar 6 bulan. Vaksin ini melindungi dari infeksi Streptococcus pneumoniae penyebab pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga. Dosis ini penting untuk membentuk kekebalan optimal dan mencegah komplikasi serius, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan RI.
Rotavirus 3
Rotavirus 3 adalah dosis ketiga sekaligus biasanya yang terakhir dari rangkaian vaksin rotavirus, yang diberikan saat bayi berusia sekitar 6 bulan, tergantung jenis vaksin yang digunakan. Vaksin ini diberikan secara oral dan berfungsi melindungi bayi dari diare berat akibat infeksi rotavirus penyebab utama dehidrasi serius, rawat inap, hingga kematian pada balita. Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI, pemberian Rotavirus 3 harus dilakukan sesuai jadwal dan batas usia yang ditentukan. Penyelesaian dosis ini sangat penting untuk membangun perlindungan maksimal selama masa rentan anak terhadap infeksi saluran cerna.
Influenza 1
Influenza 1 adalah vaksin flu pertama yang dapat diberikan kepada anak mulai usia 6 bulan. Vaksin ini bertujuan melindungi dari virus influenza musiman yang dapat menimbulkan gejala berat seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan bahkan komplikasi serius seperti pneumonia, terutama pada anak dengan imunitas rendah. Sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, vaksin influenza dianjurkan diberikan setiap tahun karena virusnya terus mengalami mutasi. Pemberian dosis awal ini penting untuk membangun perlindungan dini terhadap flu, terutama saat musim hujan atau perubahan cuaca.
Usia 12 bulan
PVC 4
PCV 4 merupakan dosis booster dari vaksin pneumococcal conjugate (PCV) yang diberikan saat anak menginjak usia 12 bulan. Vaksin ini bertujuan untuk memperkuat imunitas terhadap bakteri Streptococcus pneumoniae, penyebab utama penyakit berbahaya seperti pneumonia, meningitis, dan otitis media. Sesuai panduan imunisasi dari Kementerian Kesehatan RI, pemberian dosis keempat ini sangat penting untuk memastikan perlindungan jangka panjang setelah rangkaian imunisasi dasar. Melengkapi vaksin hingga PCV 4 berperan signifikan dalam mencegah komplikasi berat akibat infeksi pneumokokus serta mengurangi risiko kesakitan dan kematian pada anak-anak.
Varicella 1
Varicella 1 merupakan dosis awal dari vaksin cacar air yang direkomendasikan untuk anak usia 12 hingga 18 bulan. Vaksin ini berfungsi melindungi dari infeksi virus varicella-zoster, penyebab cacar air yang sangat mudah menular. Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam dan ruam berisi cairan, serta dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi kulit, pneumonia, hingga ensefalitis, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah. Sesuai panduan imunisasi Kementerian Kesehatan RI, pemberian vaksin varicella secara dini penting untuk mencegah penyebaran penyakit serta menjaga kesehatan anak secara menyeluruh di masa pertumbuhan.
Hepatitis A 1
Hepatitis A 1 adalah dosis awal dari vaksin Hepatitis A yang dianjurkan diberikan pada anak usia 12 hingga 23 bulan. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi dari infeksi virus Hepatitis A yang menyerang organ hati dan dapat menyebabkan gejala seperti demam, mual, nyeri perut, hingga penyakit kuning. Meski umumnya sembuh tanpa pengobatan khusus, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh lemah. Sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, vaksin Hepatitis A perlu diberikan sejak dini guna mencegah penularan serta memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kerusakan hati.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.