Mengenal Sarkoma Kanker Langka yang Agresif dan Mulai Menyerang Usia Muda

1 week ago 18

Fimela.com, Jakarta Di antara jenis kanker yang dikenal luas seperti kanker paru-paru atau payudara, ada satu jenis kanker yang tak kalah serius, namun sering terlupakan yaitu kanker sarkoma. Bahkan, publik figur didagnosa kanker sarkoma, seperti Alice Norin dan Oki Yusmika, atlet Taekwondo asal Jambi.

Di tahun 2024, artis Alice Norin mengabarkan jika diriny terkena kanker sarkoma di otot rahim. Hal ini ia sampaikan di media sosialnya, TikTok. 

Menurut Alice, kondisinya itu berawal saat ia sering merasakan sakit pada perut di bagian bawah dari Agustus 2023. Setelah dicek, dokter mengungkap bahwa Alice memiliki miom atau benjolan yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam atau luar. 

"Aku divonis kanker sarkoma yaitu kanker langka yang berkembang di otot rahim," kata Alice yang diunggah di video TikTok pada Jumat, 16 Februari 2024.

Lain halnya dengan Atlet taekwondo Jambi Oki Yusmika. Ia mengidap kanker sarkoma yang menyerang tulang. Istri Oki Yusmika, Wahyu Ningsih mengatakan suaminya mengalami kram biasa. Namun belakangan sakit itu tak kunjung sembuh hingga semakin parah.

Dr. Richard Quek dari Parkway Cancer Centre, Singapore menjelaskan kanker Sarkoma yang berasal dari jaringan mesenkim, lapisan yang dalam tubuh manusia berkembang menjadi jaringan ikat, otot, lemak, pembuluh darah, hingga tulang. 

“Artinya, sarkoma bisa tumbuh di hampir semua bagian tubuh dari kulit, organ dalam, hingga sistem rangka,” ujar dr. Richard saat konferensi pers. 

Dr. Richard Quek yang juga Senior Consultant Medical Oncology dari Parkway Cancer Centre, menjelaskan bahwa meskipun tergolong langka, sarkoma adalah kelompok penyakit yang sangat komplek dengan lebih dari 70 subtipe yang memerlukan pendekatan pengobatan berbeda. 

Empat kelompok utamanya adalah sarkoma jaringan lunak (STS), sarkoma tulang, GIST, dan sarkoma agresif pada usia muda, seperti Ewing’s dan rhabdomyosarcoma.

Kanker Sarkoma Lebih Sering Menyerang Usia Muda

Berbeda dari jenis kanker lain yang lebih umum menyerang usia lanjut, beberapa subtipe sarkoma justru lebih sering ditemukan pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda, seperti Osteosarcoma atau kanker tulang yang sering menyerang remaja, Ewing’s Sarcoma dan Rhabdomyosarcoma merupakan kanker tulang dan jaringan lunak pada anak dan remaja. 

Bahkan STS juga bisa muncul pada usia muda, dengan sekitar 10–15% kasus bersifat genetik. Mengapa sering terjadi pada usia muda? Dr. Richard mengatakan kanker sarkoma sangat rentan dialami oleh orang dengan mutasi gen di gen P53. Namun, kelompok ini risikonya sangatlah jarang.

“Sering terjadi pada anak karena keluarga ada memiliki gen P53 keluarga, risikonya tinggi. Namun, jika  di luar P53 risikonya sangat rendah. Tapi jika keluarga memiliki gen tersebut juga tidak  generasi berikutnya akan mendapatkannya,” ujar Dr. Richard. 

Oleh karena itu, jika memiliki genetik tersebut, dr. Richard menyarankan sebaiknya rajin melakukan skrining dan pemeriksaan diri setidaknya 6 bulan sekali. 

Selain turunan, Sarkoma berasal dari jaringan ikat (mesenkimal) seperti tulang, otot, pembuluh darah, lemak, dan jaringan fibrosa. Pada anak muda, jaringan ini masih aktif tumbuh dan berkembang, sehingga sel-sel lebih sering membelah. Semakin sering sel membelah, semakin tinggi kemungkinan terjadi kesalahan genetik (mutasi) yang bisa memicu kanker.

Banyak sarkoma tulang, seperti osteosarkoma, muncul pada masa remaja, terutama saat terjadi growth spurt (lonjakan pertumbuhan tinggi badan). Pertumbuhan cepat pada tulang panjang (misalnya tulang paha atau tulang kering) dapat meningkatkan risiko terbentuknya sel abnormal. Anak muda yang pernah menjalani radioterapi (misalnya untuk kanker lain) bisa berisiko terkena sarkoma sebagai kanker sekunder. Meski jarang, paparan bahan kimia tertentu (misalnya herbisida, pestisida, atau polutan industri) juga dianggap berperan. 

Gejala dan Pengobatan

Mengingat sifatnya yang bisa muncul di usia muda dan cenderung agresif, kesadaran terhadap sarkoma perlu ditingkatkan. Jangan abaikan benjolan yang terus membesar, nyeri tulang yang tak kunjung sembuh, atau gejala tak biasa lainnya, terutama pada anak dan remaja. Ini bisa jadi gejala dari sarkoma. 

“Jadi benjolan besar yang tidak terasa sakit harus diwaspadai. Benjolan dianggap sarkoma ketika membesar dalam waktu singkat,” katanya.

Gejala lainnya bergantung pada lokasi tumor, seperti nyeri tulang, sesak napas jika kanker tumbuh di rongga dada, gangguan pencernaan atau nyeri perut jika ada di saluran cerna, hingga kelelahan kronis.

"Misalnya, ada anak-anak mengeluh nyeri pada tulang terutama saat malam hari dan sakitnya terus menerus, patut dicurigai,” ungkap Dr. Richard. 

Dr. Richard mengatakan gaya hidup bukan penyebab utama kanker sarkoma. “Jarang olahraga atau minum alkohol bukan jadi faktor utama penyebab kanker sarkoma,” ungkapnya. 

Beberapa pengobatan sarkoma melibatkan kombinasi pendekatan medis, antara lain:

• Operasi: untuk mengangkat tumor secara menyeluruh• Kemoterapi: terutama efektif untuk osteosarcoma, Ewing’s dan rhabdomyosarcoma

• Radioterapi: untuk mengecilkan tumor sebelum atau setelah operasi

• Terapi Target: seperti imatinib untuk GIST, yang dapat memperpanjang usia harapan hidup pasien hingga lebih dari 5 tahun

• Imunoterapi: sedang dikembangkan dan menunjukkan hasil menjanjikan pada subtipe tertentu

Pengobatan disesuaikan dengan lokasi tumor, stadium penyakit, dan usia pasien. Maka, deteksi dini menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan.  Namun, pada stadium lanjut, pengangkatan metastasis di paru-paru dapat memberi peluang sembuh pada sebagian pasien.  

“Sarkoma memang langka dan menantang, tapi bukan tak bisa disembuhkan. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan oleh tim multidisipliner, peluang hidup pasien bisa jauh lebih baik,” ujar Dr Richard Quek.

Jenis Kanker Sarkoma, Salah Satunya Banyak Menyerang Wanita

Secara garis besar dibagi jadi dua kelompok:

1. Sarkoma Tulang (Bone Sarcoma)

• Osteosarkoma → paling sering pada remaja, menyerang tulang panjang (paha, lengan, lutut).

• Ewing’s sarcoma → biasanya menyerang tulang panggul, tulang kaki/lengan, kadang jaringan lunak di sekitar tulang.

• Chondrosarcoma → menyerang tulang rawan, lebih sering pada usia dewasa.

2. Sarkoma Jaringan Lunak (Soft Tissue Sarcoma)

Lebih dari 50 tipe, beberapa di antaranya sering terjadi pada wanita:

• Leiomyosarcoma → berasal dari otot polos, bisa menyerang rahim (uterus), perut, atau pembuluh darah besar. Ini salah satu jenis sarkoma yang paling banyak menyerang wanita.

• Uterine sarcoma (sarkoma rahim) → mencakup leiomyosarcoma rahim dan endometrial stromal sarcoma. Ini termasuk kanker rahim yang jarang, tetapi lebih sering mengenai wanita usia 40–60 tahun.

• Angiosarcoma → berasal dari pembuluh darah atau pembuluh limfe, bisa mengenai payudara, terutama pada wanita yang pernah radioterapi.

• Rhabdomyosarcoma → berasal dari otot lurik, bisa muncul di organ reproduksi wanita seperti vagina atau rahim, biasanya pada anak dan remaja.

• Liposarcoma → berasal dari jaringan lemak, bisa mengenai panggul atau perut pada pria maupun wanita.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Anisha Saktian Putri

    Author

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |