Mengenal Lebih Dekat Henti Jantung, Hal-Hal yang Menjadi Pemicu

1 week ago 17

Fimela.com, Jakarta Henti jantung adalah kondisi medis yang terjadi secara tiba-tiba ketika jantung berhenti berdetak secara efektif, menyebabkan aliran darah ke otak dan organ vital lainnya terhenti. Dikutip melalui sumber heart.org, berbeda dengan serangan jantung yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah, henti jantung biasanya dipicu oleh gangguan listrik pada jantung yang mengacaukan irama detaknya. Tanpa penanganan cepat seperti CPR atau defibrilasi, kondisi ini bisa berakibat fatal hanya dalam hitungan menit.

Meski terdengar mendadak, henti jantung seringkali memiliki pemicu yang bisa dikenali dan dicegah. Beberapa di antaranya termasuk penyakit jantung koroner, kelainan irama jantung seperti fibrilasi ventrikel, hingga faktor risiko seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan konsumsi alkohol berlebihan. Bahkan atlet muda dan orang yang terlihat sehat pun tidak luput dari risiko, terutama jika memiliki riwayat genetik atau kondisi jantung tersembunyi.

Melalui artikel ini, kamu akan diajak mengenali lebih dalam apa itu henti jantung, bagaimana membedakannya dari kondisi jantung lain, serta mengidentifikasi berbagai faktor pemicu yang perlu diwaspadai. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman sejak dini, kita bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat dan meningkatkan peluang keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Aritmia jantung (irama jantung tidak normal)

Aritmia jantung, yaitu gangguan pada irama detak jantung, menjadi salah satu penyebab utama henti jantung mendadak. Kondisi ini muncul ketika sinyal listrik yang mengatur detak jantung mengalami gangguan, sehingga detaknya bisa menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Salah satu jenis aritmia paling berbahaya adalah fibrilasi ventrikel, di mana bilik jantung hanya bergetar tanpa memompa darah secara efektif, sehingga suplai oksigen ke seluruh tubuh terhenti. Tanpa penanganan cepat, kondisi ini bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda aritmia dan rutin memeriksakan kesehatan jantung sangat penting, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit jantung.

Gangguan elektrolit

Ketidakseimbangan elektrolit terjadi saat kadar mineral penting seperti kalium, natrium, kalsium, dan magnesium dalam tubuh berada di luar batas normal. Ketidakseimbangan ini dapat mengganggu sistem kelistrikan alami jantung yang mengatur detak jantung tetap stabil. Bila kadar elektrolit terlalu tinggi atau terlalu rendah, irama jantung bisa menjadi tidak teratur (aritmia) dan berisiko memicu henti jantung mendadak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh dehidrasi parah, efek samping obat-obatan, atau masalah pada fungsi ginjal. Untuk mencegahnya, penting menjaga asupan cairan dan nutrisi yang seimbang guna menunjang kerja jantung secara optimal.

Kardiomiopati

Kardiomiopati merupakan gangguan pada otot jantung yang menyebabkan fungsinya melemah, menebal, atau menjadi kaku, sehingga jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Kondisi ini sering berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala yang jelas, namun dalam situasi tertentu bisa memicu aritmia berat yang berujung pada henti jantung mendadak. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari faktor keturunan, infeksi virus, hingga gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi alkohol berlebih. Mengingat potensi risikonya yang serius dan gejala yang kerap tersembunyi, deteksi dini melalui pemeriksaan medis secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang membahayakan jiwa.

Aktivitas fisik berlebihan pada individu berisiko

Aktivitas fisik berintensitas tinggi dapat menjadi pemicu henti jantung mendadak, terutama pada individu dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya, baik yang telah terdiagnosis maupun yang belum terdeteksi. Meski olahraga umumnya menyehatkan, beban fisik yang berlebihan dapat memicu lonjakan detak jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen yang semuanya berpotensi memperburuk gangguan ritme jantung pada mereka yang rentan. Pada kasus tertentu, hal ini bisa berujung pada gangguan serius seperti aritmia yang memicu henti jantung. Oleh karena itu, penting bagi orang dengan faktor risiko untuk menjalani pemeriksaan medis terlebih dahulu sebelum memulai latihan fisik dan selalu memperhatikan respons tubuh selama beraktivitas.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Nazwa Putri Kurniawan

    Author

    Nazwa Putri Kurniawan
  • Vinsensia Dianawanti

    Editor

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |