Mengenal Fibermaxxing: Strategi Tingkatkan Asupan Serat untuk Gaya Hidup Sehat

2 days ago 7

Fimela.com, Jakarta Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan seimbang, istilah “fibermaxxing” mulai ramai dibicarakan—terutama di kalangan pegiat gaya hidup sehat di media sosial khususnya TikTok. Meski belum masuk dalam istilah medis resmi, fibermaxxing merujuk pada praktik yang mengacu pada rekomendasi nutrisi seputar konsumsi serat harian. Inti dari tren ini adalah memaksimalkan asupan serat dari makanan sehari-hari untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mendukung kesejahteraan tubuh secara menyeluruh.

Tren ini bukan sekadar hype sesaat. Serat dikenal sebagai salah satu komponen penting dalam pola makan sehat, namun faktanya hanya sekitar 5% orang dewasa yang benar-benar memenuhi kebutuhan serat hariannya. Melalui fibermaxxing, seseorang didorong untuk tidak hanya memenuhi, tapi juga melampaui batas minimal konsumsi serat yang disarankan, yaitu sekitar 25–38 gram per hari untuk orang dewasa.

Caranya bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran, buah, biji-bijian, hingga suplemen bila dibutuhkan. Di balik istilahnya yang terkesan modern, fibermaxxing membawa pesan bahwasanya sudah seharusnya kita kembali pada pola makan alami dan bergizi seimbang.

Bukan diet ekstrem, bukan juga metode instan. Praktik ini justru menekankan pentingnya konsistensi dalam memilih makanan bernutrisi, demi pencernaan yang lebih sehat, energi yang stabil, dan tubuh yang lebih bugar dalam jangka panjang. 

Dilansir dari womenshealthmag.com, berikut adalah informasi seputar fibermaxxing yang harus kamu ketahui.

Apa Itu Fibermaxxing?

Secara sederhana, fibermaxxing adalah praktik mengonsumsi serat dalam jumlah maksimal sesuai atau melebihi angka kecukupan harian yang direkomendasikan, yaitu sekitar 25 hingga 38 gram untuk orang dewasa. Caranya bisa melalui makanan alami yang kaya serat, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, umbi-umbian, hingga sereal tinggi serat, dan jika perlu, dibantu dengan suplemen.

Menurut salah satu ahli gizi dari Orlando Health Center for Health Improvement, fibermaxxing mendorong kita untuk memasukkan serat ke dalam setiap makanan dan camilan, bukan hanya sekali-sekali. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan pencernaan, menstabilkan kadar gula darah, hingga memperpanjang rasa kenyang—yang tentu bermanfaat bagi mereka yang sedang mencoba menurunkan berat badan.

Bagaimana Cara Kerja Fibermaxxing?

Untuk memahami bagaimana fibermaxxing bekerja, penting untuk mengetahui bahwa serat terdiri dari dua jenis utama, yakni serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Serat larut membantu memperlambat pencernaan, mengontrol kadar gula darah, serta mengikat kolesterol agar bisa dikeluarkan dari tubuh. Sementara itu, serat tidak larut justru mempercepat gerakan usus, membantu mencegah sembelit, dan menjaga keteraturan buang air besar.

Keduanya berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan secara menyeluruh. Karena itu, fibermaxxing bukan hanya soal menambah porsi serat, melainkan memahami fungsi tiap jenis serat dan cara memadukannya dalam pola makan sehari-hari. Dengan mengonsumsi keduanya secara seimbang, kamu bisa merasakan manfaat maksimal dari praktik fibermaxxing.

Mengapa Banyak Orang Mulai Menerapkan Fibermaxxing?

Manfaat serat yang sangat luas menjadi alasan utama di balik popularitas fibermaxxing. Serat membantu menjaga keteraturan buang air besar, mendukung flora usus, dan berperan dalam metabolisme serta keseimbangan hormon. Bahkan, serat juga bisa menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan diabetes. Karena begitu pentingnya, serat sering disebut sebagai “supernutrien” yang seharusnya mendapat perhatian lebih dalam pola makan sehari-hari.

Selain itu, serat larut juga berfungsi mengikat kolesterol dan membuangnya sebelum diserap oleh tubuh. Efek kenyang lebih lama dari makanan tinggi serat juga membantu mengontrol nafsu makan dan bisa mendukung proses penurunan berat badan. Dengan semua manfaat ini, tak heran jika fibermaxxing dianggap sebagai salah satu strategi yang efektif namun tetap ramah bagi tubuh, terutama jika dilakukan secara bertahap dan konsisten.

Apakah Fibermaxxing Aman dan Bagaimana Memulainya?

Secara umum, fibermaxxing dianggap aman dan direkomendasikan oleh banyak ahli gizi. Fokusnya adalah pada konsumsi makanan yang padat nutrisi dan meningkatkan salah satu komponen penting dari pola makan sehat. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua orang bisa langsung cocok dengan konsumsi serat tinggi, apalagi jika memiliki masalah pencernaan tertentu. Jadi, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai.

Bagi pemula, penting untuk meningkatkan asupan serat secara perlahan agar tubuh tidak “kaget.” Jika langsung mengonsumsi banyak serat tanpa persiapan, bisa muncul efek samping seperti kembung atau perut bergas. Pastikan juga kamu minum cukup air, karena serat membutuhkan cairan agar bisa bekerja optimal di saluran cerna. Tanpa hidrasi yang cukup, serat justru bisa menyebabkan sembelit. Jadi, kuncinya adalah keseimbangan antara asupan serat dan cairan.

Sahabat Fimela, setelah mengetahui informasi tentang fibermaxxing, apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Amelia Salsabila Aswandi

    Author

    Amelia Salsabila Aswandi
  • Nabila Mecadinisa
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |