Fimela.com, Jakarta Kanker paru adalah kondisi ketika jaringan di paru-paru tumbuh secara tidak normal. Saat kita bernapas, udara masuk melalui batang tenggorokan (trakea) lalu menuju paru-paru melalui saluran bernama bronkus. Sebagian besar kanker paru berawal dari sel-sel yang melapisi saluran pernapasan ini.
Bersumber dari laman mountelizabeth.com.sg kanker paru terbagi menjadi dua kategori utama. Jenis pertama adalah Kanker Paru Non-Small Cell (NSCLC). Ini merupakan tipe yang paling sering ditemui pada penderita kanker paru. Pertumbuhannya cenderung lebih lambat dibandingkan jenis lainnya, sehingga peluang untuk mendeteksi dan menanganinya lebih besar jika diketahui sejak dini.
Sementara itu, ada juga Kanker Paru Small Cell (SCLC). Walaupun kasusnya lebih jarang, tipe ini dikenal lebih agresif. SCLC dapat menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lain melalui aliran darah, sehingga sering kali sudah dalam tahap lanjut ketika terdiagnosis. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting agar pengobatan bisa dilakukan lebih efektif.
Tanda-tanda kanker paru yang perlu diperhatikan
Pada tahap awal, kanker paru biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, seiring pertumbuhannya, penderita dapat mulai merasakan beberapa tanda seperti batuk yang tidak kunjung sembuh atau semakin parah, sesak napas, nyeri dada yang terus-menerus, suara serak, dan mudah lelah.
Beberapa orang juga mengalami batuk berdarah, infeksi paru berulang seperti pneumonia, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Karena gejala-gejala ini juga bisa berkaitan dengan masalah kesehatan lain, sebaiknya segera periksa ke dokter bila mengalaminya agar bisa mendapatkan kepastian diagnosis.
Risiko terkena kanker paru dapat meningkat pada orang berusia di atas 40 tahun, terutama karena sebagian besar kasus didiagnosis pada mereka yang berusia lebih dari 65 tahun. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah paparan zat berbahaya seperti radon (gas radioaktif), asbes, arsenik, kromium, nikel, serta polusi udara. Selain itu, memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker paru juga bisa memperbesar kemungkinan seseorang mengalami penyakit ini.
Langkah-langkah pengobatan kanker paru
Tujuan utama pengobatan kanker paru adalah menyembuhkan penyakit, mengendalikan pertumbuhannya untuk memperpanjang harapan hidup, serta mencegah komplikasi yang mungkin muncul. Pemilihan metode pengobatan biasanya menyesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien, stadium kanker, serta penyebarannya.
Ada beberapa pilihan pengobatan yang umum dilakukan. Operasi dilakukan dengan mengangkat jaringan paru yang mengandung tumor beserta kelenjar getah bening di sekitarnya. Selain itu, radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker pada area tertentu, sementara kemoterapi memanfaatkan obat khusus yang masuk ke aliran darah untuk mengecilkan atau membasmi sel kanker di seluruh tubuh.
Metode lain yang mungkin dilakukan adalah terapi target, yang menggunakan obat untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, serta imunoterapi, yang bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif mengenali dan melawan sel kanker. Pada beberapa kasus, imunoterapi terbukti mampu membantu pasien mengendalikan penyakit lebih lama dibandingkan pengobatan konvensional.
Setiap metode pengobatan memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing. Karena itu, berkonsultasi dengan dokter sangat penting agar pasien mendapat pilihan terapi yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan mereka.
Penulis: Alyaa Hasna Hunafa
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.