Jangan Disepelekan! Perempuan Lebih Rentan Nyeri Telapak Kaki yang Bisa Jadi Tanda Gangguan Syaraf Serius

2 weeks ago 16

ringkasan

  • Nyeri telapak kaki yang berkelanjutan dapat menjadi indikasi serius adanya gangguan saraf tepi seperti neuropati perifer atau neuroma Morton, bukan sekadar kelelahan biasa.
  • Perempuan memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap beberapa kondisi nyeri kaki terkait saraf, seringkali dipengaruhi oleh faktor hormonal dan pemilihan alas kaki.
  • Mengabaikan nyeri telapak kaki akibat gangguan saraf dapat menyebabkan komplikasi serius seperti luka sulit sembuh, peningkatan risiko jatuh, hingga penurunan kualitas hidup.

Fimela.com, Jakarta Nyeri pada telapak kaki seringkali dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi indikasi serius. Terutama jika rasa sakit tersebut berkaitan dengan sistem saraf tubuh. Gangguan saraf tepi, atau neuropati perifer, adalah salah satu penyebab utama nyeri ini. Kondisi ini terjadi ketika saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang rusak.

Saraf tepi memiliki peran krusial dalam mengirimkan informasi sensorik dan motorik antara otak, sumsum tulang belakang, dan seluruh tubuh. Kerusakan pada saraf ini dapat mengganggu fungsi normal, menyebabkan berbagai gejala. Penting bagi Sahabat Fimela untuk memahami tanda-tanda ini agar dapat mencari penanganan yang tepat. Mengabaikannya dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup.

Meskipun penyebabnya beragam, nyeri telapak kaki yang persisten, terutama disertai sensasi aneh, patut diwaspadai. Kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya masalah saraf yang memerlukan diagnosis akurat. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Nyeri Telapak Kaki: Lebih dari Sekadar Pegal Biasa

Nyeri pada telapak kaki dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah sepele hingga kondisi medis yang lebih serius, termasuk gangguan pada sistem saraf. Salah satu kondisi saraf spesifik yang sering menyebabkan nyeri telapak kaki adalah neuroma Morton. Kondisi ini terjadi ketika saraf interdigital, yang berada di antara tulang jari kaki, mengalami iritasi atau pembengkakan.

Neuroma Morton biasanya berkembang di antara pangkal jari tengah dan jari manis kaki. Penderitanya sering merasakan sensasi seperti menginjak kerikil, rasa sakit yang menusuk, perih, tersengat, panas, atau mati rasa pada jari kaki. Iritasi saraf ini dapat menyebabkan pembesaran saraf, memicu rasa sakit pada bola telapak kaki.

Selain neuroma Morton, neuropati perifer secara umum juga merupakan penyebab utama nyeri telapak kaki. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penyakit kronis seperti diabetes. Diabetes adalah penyebab umum neuropati perifer yang dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan pada kaki, seringkali dimulai dari ujung jari kaki dan menyebar ke atas.

Penting untuk membedakan nyeri telapak kaki biasa dengan nyeri yang disebabkan oleh gangguan saraf. Nyeri saraf cenderung memiliki karakteristik yang lebih spesifik, seperti sensasi terbakar, kesemutan, atau mati rasa, yang tidak selalu ditemukan pada nyeri otot atau sendi biasa.

Mengapa Perempuan Lebih Rentan Mengalami Nyeri Kaki?

Perempuan memiliki kerentanan tertentu terhadap beberapa kondisi yang menyebabkan nyeri telapak kaki, termasuk yang berkaitan dengan saraf. Neuroma Morton, misalnya, lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria. Faktor penyebab iritasi saraf ini seringkali adalah penggunaan sepatu yang tidak mendukung atau terlalu ketat, seperti sepatu hak tinggi atau sepatu dengan ujung sempit, yang memberikan tekanan berlebihan pada bagian depan kaki.

Selain itu, perubahan hormonal selama siklus hidup perempuan juga dapat memengaruhi kesehatan kaki. Fluktuasi hormon seperti relaksin dan estrogen, terutama saat menstruasi, kehamilan, atau menopause, dapat menyebabkan kelonggaran ligamen ekstra di seluruh tubuh, termasuk di kaki. Kelonggaran ligamen ini dapat memengaruhi struktur kaki, berpotensi menyebabkan telapak kaki datar atau plantar fasciitis, yang pada gilirannya dapat mengubah postur dan gaya berjalan.

Meskipun nyeri kaki pada wanita sering diabaikan, kondisi ini dapat menandakan berbagai kondisi kesehatan yang memengaruhi keseharian. Penting bagi Sahabat Fimela untuk tidak menyepelekan rasa sakit yang persisten. Meskipun risiko neuropati perifer secara umum tidak ditentukan oleh jenis kelamin, kombinasi faktor anatomis, hormonal, dan gaya hidup dapat membuat perempuan lebih rentan terhadap jenis nyeri kaki tertentu.

Bahaya Mengabaikan Nyeri Telapak Kaki Akibat Gangguan Syaraf

Padahal, menurut dr. M. Andhika P., Sp.KFR, tekanan otot dan postur yang terus dibiarkan bisa menyebabkan penekanan saraf hingga gangguan biomekanik. “Keluhan seperti ini sering dianggap remeh, padahal jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi saraf kejepit atau gangguan fungsi gerak yang lebih serius,” jelasnya.

Mengabaikan nyeri telapak kaki, terutama jika disebabkan oleh gangguan saraf, dapat menimbulkan komplikasi serius dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Salah satu komplikasi paling berbahaya adalah timbulnya luka dan bisul yang sulit sembuh. Kerusakan saraf dapat menyebabkan hilangnya sensasi, terutama pada penderita diabetes, sehingga luka atau lepuhan pada kaki tidak disadari dan dapat berkembang menjadi bisul.

Jika tidak diobati, bisul ini bisa memicu infeksi parah, bahkan gangrene (kematian jaringan), yang dalam kasus terburuk memerlukan amputasi. Selain itu, kelemahan otot dan hilangnya sensasi akibat neuropati juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko sering terjatuh, terutama pada lansia, yang dapat mengakibatkan cedera serius seperti patah tulang.

Nyeri saraf yang tidak ditangani juga dapat memburuk seiring waktu, mengganggu aktivitas sehari-hari, waktu istirahat, serta memengaruhi aspek kehidupan sosial dan pekerjaan. Kualitas hidup penderita akan menurun drastis karena rasa sakit yang terus-menerus. Dalam kasus neuropati yang sangat parah, seperti yang disebabkan oleh sindrom Guillain-Barré, kondisi ini bahkan dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen.

Pilihan Terapi untuk Nyeri Telapak Kaki Berbasis Saraf

Penanganan nyeri telapak kaki, khususnya yang berkaitan dengan gangguan saraf, memerlukan pendekatan komprehensif yang disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Terlalu sering, perempuan mengabaikan sinyal tubuh karena kesibukan. Padahal, tubuh yang sehat dan selaras bukan hanya soal penampilan, tapi juga fondasi dari keseimbangan hidup. Kini, lewat layanan seperti Chirobone Mobile, terapi alami tanpa obat atau operasi bisa menjadi bagian dari self-care modern praktis, profesional, dan aman dilakukan di rumah.

Chirobone Mobile memiliki beberapa layanan terapi yang bisa dilakukan di rumah. Menjadi pilihan bagi orang yang ingin mendapatkan terapi personal dan lebih nyaman. Salah satunya melakukan terapi kombinasi bone setting dan akupuntur ringan untuk mengatasi nyeri pada telapak kaki.

Dalam dunia medis, ada beberapa jenis terapi yang dilakukan untuk mencegah nyeri telapak kaki menjadi makin serius. Di antaranya.

Terapi Medis Konvensional

Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengelola rasa sakit, seperti pereda nyeri, antidepresan tertentu, atau obat antikejang yang efektif untuk nyeri saraf. Terapi fisik juga sangat dianjurkan, meliputi peregangan, latihan penguatan otot, dan perbaikan postur tubuh untuk mengurangi tekanan pada saraf, meningkatkan kekuatan otot, dan fleksibilitas. Perubahan gaya hidup, seperti penggunaan alas kaki yang tepat, istirahat yang cukup, dan pengelolaan kondisi medis yang mendasari seperti diabetes, sangat penting untuk keberhasilan terapi. Dalam beberapa kasus, seperti neuroma Morton yang parah atau saraf terjepit yang tidak merespons terapi lain, pembedahan mungkin diperlukan untuk meredakan tekanan pada saraf.

Terapi Komplementer: Akupunktur

Akupunktur adalah metode pengobatan tradisional yang melibatkan penusukan jarum tipis pada titik-titik tertentu di tubuh. Teknik ini bertujuan untuk menyeimbangkan aliran energi dan merangsang proses penyembuhan alami tubuh. Terapi ini telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri saraf (neuropati), termasuk sensasi kebas, kesemutan, rasa terbakar, nyeri menusuk, dan kelemahan otot. Akupunktur bekerja dengan merangsang saraf untuk melepaskan endorfin, zat pereda nyeri alami tubuh, dan memodulasi sistem saraf pusat, sehingga mengurangi rasa sakit. Akupunktur dianggap sebagai pengobatan pelengkap yang aman dengan efek samping minimal jika dilakukan oleh tenaga profesional yang terlatih.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |