Isu Kesehatan Mental dan Rohani di Bali Muslim Festival 2025, Padukan Psikologi & Islam

1 week ago 21

ringkasan

  • Bali Muslim Festival 2025 akan mengangkat isu kesehatan mental dan rohani dari perspektif Islam, menciptakan ruang aman untuk belajar dan berbagi.
  • Festival ini mengintegrasikan ilmu psikologi dengan nilai spiritual Islam dan menyoroti pentingnya dukungan sosial untuk penyembuhan yang menyeluruh.
  • Dukungan keluarga dan komunitas terbukti krusial dalam menjaga kesehatan mental, sebuah prinsip yang sejalan dengan tujuan utama festival ini.

Fimela.com, Jakarta Bali Muslim Festival (BMF) 2025 siap menjadi sorotan utama bagi Sahabat Fimela yang peduli kesehatan jiwa. Festival ini secara khusus mengangkat Isu Kesehatan Mental dan Rohani di Bali Muslim Festival 2025. Tujuannya adalah menciptakan ruang aman untuk belajar serta berbagi pengalaman.

Inisiatif mulia ini digagas oleh komunitas Islam di Bali sebagai jawaban atas kebutuhan akan diskusi terbuka. Acara ini akan diselenggarakan pada 13 September 2025 mendatang di Sunset Road Convention Hall. BMF 2025 diharapkan dapat menjangkau 1.000 hingga 1.200 pengunjung dari berbagai kalangan.

Festival ini menawarkan pendekatan holistik yang memadukan ilmu psikologi dengan nilai-nilai spiritual Islam. Pendekatan ini bertujuan untuk penyembuhan yang lebih menyeluruh bagi jiwa dan raga. Pentingnya dukungan sosial juga akan menjadi bahasan utama dalam festival ini.

Pendekatan Holistik dalam Mengatasi Isu Kesehatan Mental dan Rohani

Bali Muslim Festival 2025 tidak hanya sekadar acara keagamaan biasa. Festival ini berani mengangkat Isu Kesehatan Mental dan Rohani di Bali Muslim Festival 2025 sebagai tema sentral. Tujuannya adalah menyediakan platform bagi individu untuk memahami dan mengelola kesehatan mental dari perspektif yang komprehensif.

Pendekatan yang diambil sangat relevan di era modern ini. Ilmu psikologi akan berpadu harmonis dengan nilai-nilai spiritual Islam. Kombinasi ini diharapkan mampu memberikan penyembuhan yang tidak hanya mengatasi beban pikiran, tetapi juga menenangkan hati.

“Bali Muslim Festival hadir untuk menjawab kebutuhan ruang aman membicarakan kesehatan mental dan ruhani secara terbuka, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Ustadz Agus Salim S.Pd.I, pembina dan penanggung jawab acara.

Sejumlah tokoh inspiratif akan hadir sebagai pembicara. Ada Dimas Seto dan Dhini Aminarti, serta para psikolog dan ustaz terkemuka. Mereka akan berbagi pengalaman dan ilmu seputar manajemen stres, ketenangan hati, dan kekuatan sabar dalam menghadapi ujian hidup.

Pesan kunci yang ingin disampaikan adalah menjaga kesehatan mental dan rohani merupakan bagian dari ibadah. Ini adalah wujud syukur kepada Allah SWT. Mencari bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah mulia untuk merawat diri.

Peran Krusial Dukungan Sosial dan Keluarga untuk Kesehatan Mental

Sahabat Fimela, kesehatan mental tidak bisa dipisahkan dari lingkungan sosial. Berbagai penelitian modern telah lama menekankan pentingnya dukungan sosial. Dukungan ini mencakup bantuan emosional, fisik, dan informasi dari keluarga, teman, maupun masyarakat.

Dukungan sosial yang kuat terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan, depresi, dan stres. Ini juga meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Individu menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tekanan hidup.

Studi menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki dampak paling besar dibandingkan sumber dukungan lainnya. Dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan rasa aman dari keluarga menjadi fondasi kuat. Ini membantu individu mengatasi tekanan dan stres yang muncul.

Kehadiran orang-orang terdekat yang suportif dapat mengurangi perasaan kesepian. Kesepian seringkali menjadi pemicu gangguan mental. Oleh karena itu, membangun dan menjaga ikatan sosial yang erat sangat esensial bagi kesejahteraan jiwa.

Bali Muslim Festival sebagai Ruang Aman Komunitas

BMF 2025 hadir sebagai wujud nyata dari upaya menciptakan ruang aman. Ruang ini memungkinkan diskusi terbuka tentang kesehatan mental dan rohani. Meskipun diselenggarakan di Bali, festival ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk non-Muslim, dengan target pengunjung 1.000 hingga 1.200 orang.

Festival ini akan mendorong interaksi dan dukungan timbal balik antar peserta. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk mendukung tujuan ini. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Sesi Berbagi Pengalaman dan Ilmu: Menghadirkan pembicara seperti Dimas Seto, Dhini Aminarti, psikolog, dan ustaz.
  • Topik Diskusi Mendalam: Meliputi manajemen stres, ketenangan hati, dan kekuatan sabar menghadapi ujian hidup.
  • Penciptaan Ruang Aman: Festival dirancang khusus sebagai wadah terbuka untuk membicarakan isu kesehatan mental dan rohani.

Ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk saling menguatkan. Pentingnya ruang aman ini selaras dengan ajaran agama yang menekankan kebersamaan. Saling menolong dan menguatkan adalah nilai-nilai universal. Festival ini diharapkan dapat menularkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan jiwa.

Pada akhirnya, BMF 2025 bukan hanya tentang seminar atau ceramah. Ini adalah wadah untuk menumbuhkan budaya keterbukaan dan kepedulian. Kesehatan mental adalah isu kemanusiaan yang membutuhkan dukungan bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |