ringkasan
- Vitamin C adalah nutrisi esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh dan berperan penting dalam kekebalan, penyembuhan luka, serta produksi kolagen.
- Buah-buahan seperti Kakadu Plum, ceri acerola, dan sayuran seperti paprika, brokoli, adalah sumber vitamin C terbaik yang mudah ditemukan.
- Untuk menjaga kandungan vitamin C, disarankan mengonsumsi makanan mentah atau menggunakan metode memasak seperti mengukus dan microwave, serta menghindari perebusan.
Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, tahukah Anda bahwa vitamin C atau asam askorbat adalah nutrisi esensial yang sangat dibutuhkan tubuh? Nutrisi penting ini bersifat larut dalam air dan tidak dapat diproduksi secara alami oleh tubuh manusia.
Oleh karena itu, asupan vitamin C harus selalu dipenuhi melalui konsumsi makanan sehari-hari. Vitamin ini memegang peranan krusial dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh yang optimal.
Selain itu, vitamin C juga penting untuk proses penyembuhan luka, produksi kolagen, serta melindungi sel-sel dari stres oksidatif. Mari kita bahas lebih lanjut manfaat vitamin c untuk kesehatan tubuh.
Sumber Terbaik Vitamin C dari Alam
Vitamin C banyak ditemukan dalam berbagai buah-buahan dan sayuran segar. Beberapa di antaranya bahkan memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, melebihi ekspektasi kita.
Salah satu contoh paling menakjubkan adalah Plum Kakadu, buah asli Australia yang mengandung vitamin C 100 kali lebih banyak dari jeruk. Satu plum kecil ini saja bisa menyediakan hingga 481 mg vitamin C, menjadikannya sumber alami yang luar biasa.
Selain Plum Kakadu, buah-buahan lain yang kaya vitamin C meliputi ceri acerola (1650 mg per setengah cangkir), rose hip (119 mg per enam buah), jambu biji (125-228 mg per buah), blackcurrant (180 mg per porsi), kiwi (56-93 mg per buah), stroberi (97,6 mg per cangkir), pepaya, buah jeruk (jeruk, lemon, limau), melon, dan leci.
Tidak hanya buah, banyak sayuran juga merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Paprika, terutama yang merah dan kuning, memiliki kandungan vitamin C yang tinggi (191 mg per cangkir paprika merah cincang). Cabai, brokoli, kubis merah, kubis brussel, kale, bayam sawi, kentang, tomat, dan peterseli juga merupakan pilihan yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan harian Anda.
Strategi Mempertahankan Kandungan Vitamin C dalam Makanan
Meskipun banyak makanan yang kaya vitamin C, nutrisi ini sangat sensitif terhadap panas, cahaya, dan udara. Sifatnya yang larut dalam air membuatnya mudah rusak selama penyimpanan dan proses memasak.
Untuk memaksimalkan retensi vitamin C, Sahabat Fimela disarankan untuk mengonsumsi makanan mentah atau dengan minim pemasakan. Makanan yang dikonsumsi pada puncak kematangannya dan dalam bentuk mentah cenderung memiliki kandungan vitamin C paling tinggi.
Apabila harus dimasak, pilih metode yang tepat. Mengukus adalah salah satu cara terbaik karena meminimalkan kontak dengan air dan panas berlebih, hanya mengurangi 9–15% vitamin C pada brokoli atau bayam. Memasak dengan microwave juga efektif karena waktu yang singkat, hanya kehilangan sekitar 20–30% vitamin C. Menumis atau blanching dengan cepat juga dapat membantu menjaga nutrisi ini.
Sebaliknya, hindari metode memasak yang merusak vitamin C secara signifikan. Merebus adalah metode yang paling banyak mengurangi kandungan vitamin C, di mana brokoli atau bayam bisa kehilangan 50% atau lebih. Menggoreng dalam minyak banyak dan memanggang dengan suhu tinggi serta waktu lama juga dapat menyebabkan hilangnya vitamin C yang substansial.
Tips Praktis untuk Asupan Vitamin C Optimal
Selain memilih metode memasak yang tepat, ada beberapa tips praktis lain untuk memastikan asupan vitamin C yang optimal. Saat merebus atau mengukus, gunakan air sesedikit mungkin dan masak dalam waktu sesingkat mungkin. Ingat, vitamin C mulai rusak pada suhu 60°C.
Jika memungkinkan, potong makanan setelah dimasak, bukan sebelumnya, untuk mengurangi paparan permukaan pada panas dan air. Apabila merebus sayuran, konsumsi cairan yang tersisa di panci karena mengandung vitamin yang larut.
Penyimpanan yang tepat juga krusial; produk yang baru dipanen memiliki kadar vitamin C lebih tinggi. Suhu ideal untuk menyimpan makanan adalah antara 0° dan -2°C dengan kelembaban 90-98%. Terakhir, hindari penggunaan soda kue saat memasak sayuran, karena lingkungan basa yang dihasilkan dapat merusak vitamin C.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.