Hindari Serangan Stroke dengan 6 Tips Gaya Hidup Sehat Berikut Ini

2 weeks ago 17

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, stroke adalah kondisi serius yang bisa terjadi secara tiba-tiba ketika aliran darah ke otak terganggu, sehingga dapat menyebabkan kerusakan yang sangat berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Meski beberapa faktor risiko seperti usia dan riwayat keluarga tidak bisa diubah, kita masih bisa berusaha untuk menghindarinya. Masih banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa kita kendalikan untuk menurunkan risiko stroke secara signifikan. Dengan langkah sederhana dan konsisten, kita bisa menjaga kesehatan otak dan tubuh, sehingga hidup lebih panjang dan berkualitas.

Untuk itu, penting sekali dalam memahami faktor risiko stroke terlebih dahulu. Seperti kondisi medis lain, faktor risiko stroke terbagi menjadi dua: yang dapat dikendalikan dan yang tidak. Faktor yang tidak bisa dikendalikan meliputi usia, riwayat keluarga, kecenderungan genetik, warisan etnis, dan riwayat stroke sebelumnya. Jika kamu memiliki faktor ini, fokuslah mengelola faktor risiko yang bisa diubah agar tetap sehat dan terlindungi,ya.

Setelah mengenal faktor-faktor tersebut, sekarang saatnya kita fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan melalui gaya hidup. Melansir dari texashealth.org, berikut ini adalah 6 langkah mudah yang bisa diterapkan sehari-hari untuk melawan risiko stroke dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini! 

1. Diet Sehat

Sebagai langkah pertama, kamu bisa memulai gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan seimbang yang kaya vitamin, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein rendah lemak, dan lemak sehat yang sejak dulu dipercaya dapat menurunkan risiko stroke.

Salah satu metode diet yang bisa kamu coba adalah diet Mediterania, yang menekankan konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan protein hewani rendah lemak. Penting juga untuk mengurangi asupan natrium dengan membatasi makanan olahan, karena natrium tinggi dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Oleh karena itu, memasak di rumah menjadi opsi terbaik untuk mengontrol asupan gula, garam, dan minyak olahan. Selain itu, batasi konsumsi alkohol karena minum berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko stroke hemoragik.

2. Olahraga Secara Teratur

Mulailah kembali aktivitas fisik dengan minimal 150 menit per minggu, karena hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan otak. Olahraga dapat membantu mengendalikan hipertensi, kolesterol, diabetes, dan obesitas — semua faktor risiko utama stroke. Mulailah dengan tujuan kecil agar mudah terbiasa, lalu tambahkan latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu. Bahkan kamu juga bisa memulai kembali berjalan-jalan santai bersama teman atau keluarga juga bisa menjadi hal yang bermanfaat untuk membangun gaya hidup sehat bersama.

3. Berhenti Mengonsumsi Rokok

Tahukah kamu? Bahwa merokok ternyata dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko stroke serta penyakit jantung. Nikotin dan bahan kimia yang ada dalam rokok maupun vaping dapat memicu peradangan dan stres oksidatif yang merusak pembuluh darah. Berhenti merokok kapan pun akan memberikan manfaat besar yang luar biasa dalam pencegahan ini. Dukungan seperti permen karet nikotin, plester, obat, terapi perilaku, dan konseling juga bisa membantu proses berhenti merokok menjadi lebih efektif.

4. Mendapatkan Tidur yang Sehat

Tidur 7-9 jam per malam sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan otak. Tidur cukup membantu mengatur tekanan darah, mengendalikan peradangan, dan mengurangi stres. Selain itu, tidur yang berkualitas mendukung gaya hidup sehat seperti pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur. Membiasakan jadwal tidur yang konsisten dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman sangat membantu mencegah stroke dan menjaga kesehatan kardiovaskular.

5. Selalu Kontrol Kadar Kolesterol

Kolesterol LDL (“jahat”) yang tinggi bisa menimbulkan plak di arteri, yang dapat menyebabkan penyempitan dan risiko stroke iskemik jika plak itu pecah. Sebaliknya, kolesterol HDL (“baik”) dapat membantu membersihkan kolesterol jahat dari pembuluh darah. Oleh karena itu, memeriksa kadar kolesterol secara rutin dan menjalani gaya hidup sehat, seperti berolahraga dan mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh, sangat penting untuk menjaga keseimbangan kolesterol dan mencegah stroke.

6. Mengelola Kadar Gula Darah

Sudah jadi rahasia umu kalau diabetes meningkatkan risiko stroke karena dapat merusak pembuluh darah dan memicu pembekuan darah. Mengontrol gula darah dengan makan sehat, olahraga, pengelolaan obat, dan pemantauan rutin sangat penting bagi penderita diabetes. Selain itu, kerja sama dengan dokter dan ahli kesehatan juga membantu membuat rencana pengelolaan yang sesuai agar risiko stroke dapat diminimalkan.

Sahabat Fimela, itulah beberapa langkah sederhana dalap pencegahan stroke yang bisa kamu lakukan. Semoga bisa membantu ya! 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |