Fakta Unik Bediding: Cegah Batuk Akibat Bediding dengan 8 Cara Alami Ini

1 month ago 21

Fimela.com, Jakarta Fenomena bediding, yang ditandai dengan suhu udara sangat dingin pada malam hingga pagi hari di musim kemarau, merupakan kondisi alamiah di Indonesia. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa yang berarti terasa dingin, dan sering terjadi di wilayah selatan seperti Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara antara Juli hingga September. Perubahan suhu ekstrem ini dapat memengaruhi kesehatan tubuh, terutama sistem kekebalan.

Banyak orang merasakan dampak bediding berupa gangguan pernapasan, salah satunya adalah batuk. Udara dingin dan kering menjadi pemicu utama iritasi pada saluran napas, membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami cara melindungi diri dari efek bediding.

Sahabat Fimela, artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai fenomena bediding dan memberikan panduan lengkap tentang cara alami mencegah batuk akibat bediding. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita bisa tetap aktif dan sehat sepanjang musim kemarau ini.

Mengenal Fenomena Bediding: Penyebab dan Dampaknya

Fenomena bediding terjadi karena beberapa faktor klimatologis yang saling berkaitan selama musim kemarau. Minimnya tutupan awan menjadi penyebab utama karena panas dari permukaan bumi lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara di dekat permukaan bumi turun drastis, terutama saat dini hari.

Selain itu, kelembapan udara yang rendah turut memperparah kondisi ini. Uap air yang berfungsi sebagai 'selimut alami' di atmosfer sangat sedikit, sehingga panas dari bumi tidak dapat tertahan dan langsung hilang ke angkasa. Pengaruh angin muson timur dari Benua Australia yang sedang mengalami musim dingin juga membawa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia bagian selatan, memperkuat efek pendinginan suhu.

BMKG menegaskan bahwa suhu dingin ini bukan disebabkan oleh Aphelion, melainkan murni oleh faktor-faktor meteorologis yang umum terjadi setiap musim kemarau. Perubahan suhu yang ekstrem ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama karena berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Waspada Batuk Akibat Bediding: Mengapa Udara Dingin Memicu Iritasi?

Perubahan suhu yang drastis selama fenomena bediding dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), flu, dan pilek. Udara dingin dan kering menjadi pemicu utama batuk akibat bediding. Udara dingin dapat mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan tenggorokan kering, dan memicu batuk yang seringkali berupa batuk kering.

Dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med. (Dokter Koboi) mengingatkan, "Saat malam dan dini hari, suhu bisa turun secara drastis hingga di bawah 18 derajat Celsius. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan sistem imun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri." Ia menambahkan bahwa perubahan suhu ekstrem memicu stres fisiologis pada tubuh, dan bagi penderita penyakit kronis, hal ini bisa menjadi pencetus kekambuhan.

Senada, Dr. Susana Indahwati, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, menjelaskan, "Suhu dingin dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat virus dan bakteri lebih mudah masuk ke saluran pernapasan. Gejalanya seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam." Dr. Kurnia Dwi Artanti dari Universitas Airlangga juga menambahkan bahwa jika tubuh tidak fit, batuk atau dahak kekuningan bisa menjadi tanda infeksi yang berkembang menjadi ISPA.

8 Cara Efektif Mencegah Batuk Akibat Bediding Secara Alami

Untuk menjaga tubuh tetap kuat dan mencegah batuk akibat bediding, Sahabat Fimela dapat menerapkan beberapa langkah alami. Kunci utamanya adalah menjaga kehangatan tubuh dan meningkatkan daya tahan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

  • Menjaga Kehangatan Tubuh: Gunakan pakaian hangat berlapis, jaket tebal, selimut, dan kaus kaki tebal, terutama saat malam dan pagi hari. Hindari paparan udara dingin secara langsung dan gunakan air hangat saat mandi.
  • Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh: Perbanyak minum air putih, minimal 2 liter per hari, untuk mencegah dehidrasi dan membantu mengencerkan dahak. Minum air hangat, teh herbal, atau jahe juga sangat disarankan.
  • Konsumsi Makanan Bergizi dan Hangat: Perbanyak konsumsi makanan bergizi yang hangat, seperti sup atau bubur. Prioritaskan makanan kaya vitamin C, D, dan zinc untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Istirahat yang Cukup: Tidur yang cukup (7-9 jam untuk dewasa) sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan membantu tubuh memulihkan diri. Hindari begadang.
  • Tetap Beraktivitas Fisik: Lakukan olahraga ringan secara rutin, minimal 30 menit setiap hari, di dalam ruangan atau pada waktu yang lebih hangat. Berjemur di bawah sinar matahari juga dapat membantu melegakan pernapasan.
  • Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan: Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jaga kebersihan lingkungan dan hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
  • Mengatasi Batuk Secara Alami: Mengonsumsi madu dapat menenangkan tenggorokan yang iritasi. Jahe bersifat antiradang dan dapat menekan rangsang batuk. Hindari iritasi seperti asap atau debu, dan pertimbangkan penggunaan air humidifier untuk menjaga kelembapan udara.
  • Konsultasi Medis: Jika gejala batuk atau penyakit lain tidak kunjung membaik atau justru memburuk, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, tubuh dapat beradaptasi lebih baik dengan perubahan suhu ekstrem selama fenomena bediding dan tetap sehat. Tetap waspada dan jaga kesehatan Anda, Sahabat Fimela!

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |