ringkasan
- Efektivitas bayi tabung telah meningkat signifikan selama 30 tahun terakhir berkat inovasi teknologi seperti PGT-A, ICSI, dan vitrification, memberikan harapan lebih besar bagi pasangan infertil.
- Teknologi seperti Pengujian Genetik Praimplantasi (PGT-A) memungkinkan skrining embrio untuk kelainan genetik, secara drastis meningkatkan tingkat keberhasilan kehamilan sehat.
- Morula IVF Indonesia telah menjadi pionir dengan tingkat keberhasilan kehamilan mencapai 72% pada beberapa program, menunjukkan adopsi teknologi canggih dan keahlian medis yang tinggi di Indonesia.
Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, teknologi bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) telah membawa perubahan signifikan dalam penanganan infertilitas. Prosedur ini memberikan harapan besar bagi jutaan pasangan di seluruh dunia yang mendambakan kehadiran buah hati.
Di Indonesia, perkembangan teknologi IVF juga menunjukkan peningkatan efektivitas yang luar biasa. Hal ini didukung oleh berbagai inovasi mutakhir serta keahlian para profesional medis yang terus berkembang.
Selama tiga dekade terakhir, IVF telah bertransformasi dari prosedur sederhana menjadi solusi kompleks yang sangat efektif. Peningkatan ini memberikan peluang lebih besar bagi pasangan untuk mewujudkan impian mereka memiliki keluarga.
Evolusi Teknologi Bayi Tabung: Peningkatan Efektivitas yang Signifikan
Sejak kelahiran Louise Brown, bayi tabung pertama di dunia pada tahun 1978, teknologi IVF telah mengalami evolusi pesat. Awalnya, prosedur IVF cenderung sederhana dengan tingkat keberhasilan yang terbatas. Namun, pemahaman ilmiah yang lebih mendalam dan kemajuan teknologi telah mengubah lanskap IVF secara drastis.
Berbagai inovasi kunci telah meningkatkan efektivitas program bayi tabung. Salah satunya adalah Stimulasi Ovarium Terkontrol (COS) yang memungkinkan pengambilan banyak sel telur dalam satu siklus, sehingga memperbesar peluang keberhasilan.
Selain itu, pengembangan teknik kultur embrio, seperti kultur blastokista, telah meningkatkan viabilitas embrio dan tingkat implantasi. Ini berkontribusi pada tingkat kehamilan yang lebih tinggi dan hasil yang lebih baik bagi pasien.
- Teknik Kultur Embrio: Pengembangan kultur blastokista meningkatkan viabilitas embrio dan tingkat implantasi.
- Teknologi Pemilihan Embrio: Pencitraan time-lapse dan AI membantu memilih embrio terbaik untuk transfer.
- Pengujian Genetik Praimplantasi (PGT): Skrining embrio untuk kelainan genetik sebelum transfer, mengurangi risiko keguguran.
- Injeksi Sperma Intracytoplasmic (ICSI): Mengatasi infertilitas faktor pria dengan menyuntikkan sperma langsung ke sel telur.
- Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI): Memilih sperma terbaik dengan pembesaran hingga 6.000 kali.
- Vitrification (Pembekuan Cepat): Meningkatkan tingkat kelangsungan hidup embrio beku, memungkinkan transfer embrio beku (FET) dengan keberhasilan tinggi.
Peran Morula IVF dan Pandangan Ahli dalam Peningkatan Efektivitas
Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, Sp.OG, seorang ahli kandungan dan CEO Morula IVF Indonesia, telah lama berkecimpung dalam dunia teknologi reproduksi berbantu. Beliau bergabung dengan Morula IVF Jakarta sejak tahun 2006, menjadi salah satu tokoh kunci dalam pengembangan IVF di Indonesia.
“Selama 27 tahun terakhir, Morula IVF telah menjadi pelopor dalam layanan fertilitas di Indonesia, tumbuh dan berkembang seiring dengan harapan ribuan keluarga yang mempercayakan perjalanannya kepada kami. Perayaan hari ini bukan sekadar peringatan usia, melainkan sebuah refleksi atas dedikasi kami dalam menghadirkan layanan kesehatan reproduksi yang unggul dan berorientasi pada pasien," kata dr. Ivan.
Morula IVF Indonesia, yang didirikan pada tahun 1997, telah menjadi salah satu penyedia layanan bayi tabung terkemuka. Klinik ini mengedepankan konsep fertility centre yang komprehensif, tidak hanya fokus pada pelayanan IVF tetapi juga pelayanan fertilitas yang menyeluruh.
Menurut Dr. Ivan Rizal Sini, Morula IVF memiliki berbagai teknologi canggih yang membantu pasangan mencapai hasil akhir yang baik. Beliau juga menekankan bahwa tujuan utama adalah mendapatkan kehamilan yang sehat dan pada akhirnya, keluarga yang bahagia.
“Morula IVF Indonesia lebih dari sekadar menghadirkan teknologi reproduksi berbasis sains dan inovasi medis. Kami adalah 'teman seperjalanan' yang ingin memastikan bahwa setiap pasangan yang datang merasa didukung secara emosional, personal dan mendapatkan pendampingan secara menyeluruh. Tema ‘Bringing Dreams to Life’ merepresentasikan semangat kami dalam mewujudkan harapan keluarga Indonesia menjadi kenyataan. Komitmen ini selaras dengan semangat BMHS Because Family Matters," tambah Dr. Ivan.
Efektivitas Bayi Tabung di Indonesia: Data dan Pencapaian Morula IVF
Pemanfaatan teknologi reproduksi berbantu (ART) di Indonesia dimulai pada tahun 1988. Data dari Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (PERFITRI) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan program bayi tabung di Indonesia mencapai 29%, setara dengan rata-rata internasional.
Morula IVF Indonesia telah membantu lebih dari 90.000 pasangan dari seluruh dunia dengan tingkat keberhasilan kehamilan yang impresif. Pada tahun 2020, Morula melakukan 4.015 prosedur bayi tabung dengan tingkat keberhasilan bulanan rata-rata 53%.
Klinik ini juga menjadi klinik kesuburan pertama yang menggunakan sistem berbasis komputer untuk penanganan infertilitas sejak tahun 2008. Morula IVF telah mendapatkan akreditasi internasional RTAC (Reproductive Technology Accreditation Certification) yang diperbarui setiap tiga tahun.
- Tingkat Keberhasilan Kehamilan Program IVF dengan PGT-A: 71.43% (untuk pasien di bawah 35 tahun). Morula IVF Surabaya bahkan melaporkan hingga 72%.
- Tingkat Keberhasilan Kehamilan dengan IVF Konvensional: 40%-45%.
- Tingkat Keberhasilan Fertilisasi dengan ICSI: 75%.
- Tingkat Keberhasilan Fertilisasi dengan IMSI: 61%.
- Tingkat Kesuksesan Transfer Embrio Segar (fresh embryo transfer): 40-45%.
- Tingkat Kesuksesan Transfer Embrio Beku (FET): 50-55% peluang kehamilan, dengan pencapaian tertinggi hingga 75%.
Secara keseluruhan, perkembangan teknologi bayi tabung, terutama dengan adopsi inovasi seperti PGT-A, ICSI, dan IMSI, telah secara signifikan meningkatkan efektivitas program IVF di Indonesia. Ini memberikan harapan dan solusi nyata bagi Sahabat Fimela yang mendambakan anak.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.