Dress Terasa Panas? Bisa Jadi Salah Pilih Bahan Kainnya

2 weeks ago 18

Fimela.com, Jakarta Berpakaian dengan nyaman adalah hal yang sangat penting, terutama bagi Anda yang tinggal di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Seringkali, kita merasa gerah dan tidak nyaman saat mengenakan dress, padahal pilihan pakaian seharusnya mendukung aktivitas sehari-hari tanpa menambah ketidaknyamanan.

Banyak orang memilih dress berdasarkan model dan warna, namun sering mengabaikan bahwa kenyamanan sangat dipengaruhi oleh bahan kainnya. Tak jarang, meskipun dress tampak menawan dan stylish, pemakainya merasa gerah, lengket, dan mudah berkeringat. Hal ini disebabkan oleh serat kain yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik atau tidak mampu menyerap keringat dengan baik.

Perbedaan jenis serat kain, baik yang alami seperti katun, linen, dan sutra, maupun yang sintetis seperti polyester atau nilon, sangat menentukan kemampuan kain dalam menyerap kelembapan, mengalirkan udara, dan menjaga suhu tubuh.

Memahami karakteristik berbagai jenis serat kain adalah kunci untuk memilih pakaian yang tidak hanya mendukung penampilan Anda, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal. Artikel ini akan membahas mengapa pemilihan serat kain yang kurang tepat bisa membuat dress terasa panas dan bagaimana memilih bahan yang tepat agar Anda tetap merasa sejuk sepanjang hari.

Merasa lapar di malam hari adalah hal yang normal, apalagi setelah seharian beraktivitas. Kamu juga tetap bisa ngemil tanpa takut bakalan jadi gemuk. Kuncinya adalah memilih makanan yang kaya protein, serat, dan juga rendah gula. Yuk, simak pilihan m...

Mengapa Salah Serat Kain Bisa Bikin Dress Terasa Panas?

Pemilihan jenis serat kain sangat berpengaruh terhadap kenyamanan termal pakaian yang kita kenakan. Jika salah memilih, serat kain dapat memerangkap panas tubuh dan menghambat sirkulasi udara, membuat kita merasa gerah dan tidak nyaman. Hal ini terjadi karena beberapa jenis serat kain, khususnya serat sintetis, memiliki daya serap yang rendah terhadap kelembapan, sehingga tidak efektif menyerap keringat.

Menurut HuffPost UK, serat sintetis seperti poliester, nilon, dan akrilik yang terbuat dari bahan plastik sebaiknya dihindari saat musim panas. Kain-kain ini cenderung menahan panas dan kelembapan tubuh. Kecuali jika digunakan untuk pakaian olahraga khusus, bahan-bahan ini tidak memiliki kemampuan bernapas, membuat tubuh terasa seperti terbungkus plastik.

Tidak hanya jenis serat, struktur kain juga berperan penting dalam menentukan tingkat kenyamanan. Kain yang ditenun atau dirajut dengan rapat akan mengurangi kemampuan kain untuk bernapas atau memungkinkan udara mengalir melaluinya.

Secara umum, rajutan atau tenunan yang lebih rapat menghasilkan kain yang kurang bisa bernapas, sedangkan rajutan yang lebih terbuka atau tenunan yang lebih longgar memberikan kemampuan bernapas yang lebih baik dibandingkan dengan yang rapat.

Mekanisme Serat Kain dalam Memerangkap Panas

Kain yang memiliki kemampuan bernapas atau breathability adalah kain yang dapat membiarkan udara dan uap air melewatinya dengan mudah. Fitur ini sangat penting terutama saat cuaca panas atau ketika beraktivitas fisik, karena membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Dengan membiarkan keringat menguap, kain ini memastikan pemakainya tetap sejuk dan nyaman.

Menurut penjelasan dari situs Locofast, semakin baik kemampuan kain untuk bernapas, semakin efektif pula kain tersebut dalam menyerap kelembapan dan memungkinkan sirkulasi udara. Artinya, kain dengan tingkat breathability yang tinggi akan lebih baik dalam mengelola kelembapan dan panas tubuh. Serat alami seperti katun, linen, dan wol biasanya lebih unggul dalam hal ini dibandingkan serat sintetis.

"Ini karena serat alami memiliki sifat bawaan yang memungkinkan kelembapan diserap dan dilepaskan dengan mudah," dikutip dari Locofast.

Di sisi lain, serat sintetis seperti poliester dan nilon cenderung memerangkap panas dan kelembapan karena kurangnya sirkulasi udara. Poliester, misalnya, memiliki kemampuan bernapas yang lebih rendah dibandingkan serat alami seperti katun atau wol. Kekurangan ini dapat menyebabkan keringat berlebih dan memerangkap kelembapan di kulit, menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh.

Dampak Buruk Dress Panas bagi Kesehatan

Memakai pakaian yang panas dan tidak menyerap keringat, terutama saat cuaca hangat, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan ketidaknyamanan. Berdasarkan informasi dari Verywell Health, ada sejumlah gangguan kesehatan yang bisa muncul ketika mengenakan pakaian ketat di cuaca panas.

Beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi antara lain:

1. Iritasi Kulit: Pakaian yang ketat dan tidak dapat bernapas dapat menyebabkan gesekan terus-menerus pada kulit, yang mengakibatkan iritasi, kemerahan, dan peradangan. Area seperti leher, ketiak, dan pangkal paha sangat rentan terhadap iritasi ini.

2. Jerawat dan Biang Keringat: Sirkulasi udara yang terbatas akibat pakaian yang tidak bernapas memerangkap keringat di pori-pori kulit, sehingga menyumbatnya dan menyebabkan jerawat, terutama di punggung, dada, dan bahu. Keringat yang terperangkap juga dapat mengakibatkan biang keringat.

3. Infeksi Jamur dan Bakteri: Lingkungan lembap dan hangat yang diciptakan oleh pakaian yang tidak bernapas adalah tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Ini dapat meningkatkan risiko infeksi kulit seperti folikulitis dan infeksi jamur.

4. Bau Badan: Keringat yang terperangkap dan tidak dapat menguap dengan baik akan bercampur dengan bakteri di kulit, menyebabkan bau badan yang tidak sedap.

5. Gangguan Sirkulasi Darah: Pakaian yang terlalu ketat, terutama yang terbuat dari bahan elastis, dapat menekan pembuluh darah, menghambat aliran darah, dan menyebabkan kesemutan atau kram.

6. Dehidrasi dan Peningkatan Suhu Tubuh: Pakaian yang tidak memungkinkan keringat menguap secara efisien dapat menghambat mekanisme pendinginan alami tubuh, menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan risiko dehidrasi.

Memilih pakaian yang tepat dan nyaman sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan tubuh, terutama saat cuaca panas.

Jenis Serat Kain yang Cocok untuk Dress agar Tidak Panas

Untuk memastikan kulit tetap nyaman dan sehat, sangat penting untuk memilih dress yang terbuat dari serat kain yang bernapas dan mampu menyerap kelembapan dengan baik.

Serat Alami

Serat alami sering kali menjadi pilihan utama untuk cuaca panas karena kemampuannya menyerap kelembapan dan mendukung sirkulasi udara yang optimal. Beberapa pilihan terbaik meliputi:

- Katun (Cotton): Katun adalah pilihan yang sangat populer karena kelembutannya, daya tahan, serta kemampuannya dalam bernapas. Kain katun tidak mudah menyerap panas dan memiliki rongga serat yang renggang, yang membuatnya sangat bernapas. Selain itu, katun juga menyerap kelembapan dan memungkinkan udara bersirkulasi dengan baik, menjadikannya ideal untuk pakaian di cuaca hangat.

- Linen: Terkenal sebagai bahan premium untuk musim panas, linen berasal dari serat rami yang cepat menyerap keringat dan tetap dingin. Linen sangat bernapas berkat tenunannya yang longgar dan sifat penyerap kelembapan alaminya.

- Rayon (Viscose): Meskipun sering disebut semi-sintetis karena proses pembuatannya, rayon terbuat dari serat selulosa (bubur kayu) dan memiliki tekstur lembut, ringan, serta kemampuan menyerap keringat yang baik.

- Sutra (Silk): Sutra dikenal sangat lembut, ringan, dan berkilau. Sutra ringan dapat menyejukkan tubuh saat dipakai di cuaca panas, namun pastikan untuk memilih sutra yang ringan.

- Tencel (Lyocell): Tencel adalah serat selulosa yang terbuat dari kayu eukaliptus. Kain ini memiliki kemampuan menyerap kelembapan yang sangat baik dan dikenal sebagai salah satu kain tersehat untuk dipakai.

- Bambu: Serat bambu dikenal sangat lembut, mampu menyerap kelembapan, dan memiliki sifat antibakteri alami.

Serat Sintetis Inovatif dan Campuran

Meskipun serat sintetis tradisional seperti poliester dan nilon cenderung memerangkap panas, kini ada inovasi dalam serat sintetis yang dirancang khusus untuk manajemen kelembapan dan sirkulasi udara.

- Poliester Moisture-Wicking: Beberapa jenis poliester modern dirancang dengan teknologi moisture-wicking yang menarik keringat dari kulit ke permukaan kain agar cepat menguap. Ini sering digunakan pada pakaian olahraga, meskipun mungkin tidak sebernafas serat alami saat tidak aktif.

- Chambray: Kain chambray adalah jenis kain yang terbuat dari benang katun atau campuran katun dengan serat lainnya. Kain ini memiliki kemampuan menyerap kelembaban, ringan, dan nyaman dipakai.

- Campuran Serat: Kombinasi serat alami dan sintetis sering kali memberikan keseimbangan antara kenyamanan, daya tahan, dan kinerja. Misalnya, katun rayon adalah campuran serat semi-sintetis yang dipintal dengan kapas, menghasilkan kain yang lembut dan sejuk.

Saat memilih dress agar tidak panas, selain jenis serat kain, perhatikan juga konstruksi kain (tenunan longgar lebih baik), berat kain (lebih tipis lebih baik), dan fit pakaian (longgar lebih baik untuk sirkulasi udara).

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |