Dari Piring ke Planet, Mindful Eating Ternyata Berdampak Langsung pada Lingkungan yang Juga Dilakukan Andien Aisyah dan Priyanka Chopra

1 month ago 32

Fimela.com, Jakarta Makanan yang kita makan ternyata bukan hanya memengaruhi kesehatan dan bermanfaat bagi tubuh. Lebih dari, ternyata makanan kita bisa memengaruhi keberlangsungan lingkungan. 

Di tengah krisis lingkungan, setiap pilihan, mulai dari apa yang kita makan hingga produk yang kita gunakan, memiliki dampak terhadap bumi.  Kebiasaan sehari-hari dapat memberikan manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekitar salah satunya dengan makanan yang kita makan. 

Mindful eating jadi salah satu cara langkah untuk menjaga bumi. Karena dengan mindful eating kita bisa menurunkan jejak karbon, mengurangi polusi, dan membantu sistem pertanian berkelanjutan. 

Isha Bella selalu Ahli Gizi menyampaikan, pola makan berkelanjutan adalah pola makan yang berdampak rendah terhadap lingkungan, tetapi berkontribusi pada ketahanan pangan dan gizi, serta kehidupan sehat bagi generasi sekarang dan mendatang.

“Maindful eating ini jadi langkah kecil untuk kita berkontribusi terhadap lingkungan,” katanya dalam acara ReSense with Sensatia A Mindful Reset Through the Senses di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Faktanya jika tidak mindful eating, 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya di seluruh dunia (FAO, 2021). Praktik pertanian industri, penggunaan pestisida, dan paparan bahan kimia dapat memengaruhi kesehatan pencernaan, hormon, hingga kesejahteraan jangka panjang.

Selain itu, isu perubahan iklim dan polusi air turut memengaruhi kualitas nutrisi makanan yang kita konsumsi. Bahkan mikroplastik, yang masuk ke rantai makanan kita, kini menjadi ancaman bagi sistem kekebalan tubuh manusia. 

Cara Makan Mindful Eating

Mindful eating berarti makan dengan kesadaran dan perhatian penuh, dengan prinsip utama, Fokus pada momen saat ini, Gunakan kelima indra kita saat makan, kenali rasa lapar fisik vs. lapar emosional, makan dengan perlahan dan tanpa gangguan, hargai makanan tanpa penilaian.

Katterman dkk., 2014 menyampaikan intervensi berbasis mindfulness (MBis) telah menunjukkan manfaat dalam meningkatkan perilaku makan. Kaitannya dengan keberlanjutan: Makan lebih lambat = lebih menghargai dan mengurangi sampah dan Mindfulness mendorong pilihan makanan yang sadar (nabati, lokal). 

Isha Bella juga mengatakan suapan pertama saat makan itu sangat penting karena akan langsung mengirim sinyal ke otak kita akan makan. Saat makan juga dengan hati tenang tidak sambil mengerjakan sesuatu misal nonton televisi atau main gadget. 

“Jadi suapan pertama itu mengirim sinyal ke otak bahwa kita akan makan, lalu dari otak ke pencernaan. Di mulai dari dirasakan seperti apa rasanya kunyah perlahan, dengarkan suara ngunyahnya. Kalau sambil nonton atau scrolling media sosial otak jadi bingung mencernanya, makan terburu-buru juga nggak baik. Nantinya nutrisi ngga 100 persen terserap, otak juga jadi bingung sudah kenyang apa belum. Dengan mindful eating otak tahu kapan lapar kapan kenyang,” ujar Isha Bella. 

Saat makan manfaat lima indera kita, misalnya saja 

Lihat - Warna, bentuk, dan tekstur apa yang dilihat. Cium - Tarik napas dalam-dalam dan rasakan aroma yang dihirup. 

Sentuh seperti bagaimana rasanya halus, renyah, atau lembut. Suara - Apakah ada suara saat menggigit atau mengunyah.  Rasa biarkan rasa terungkap perlahan.

Cara benar Mindful eating:

1. Pilih satu gigitan makanan (buah, kacang, atau camilan).

2. Sebelum makan, tarik napas. Lihat makanannya. Cium aromanya.

3. Masukkan ke dalam mulut Anda perlahan. Kunyah perlahan.

4. Cobalah untuk memperhatikan: rasa, tekstur, emosi, dan pikiran.

5. Telan dengan penuh kesadaran.  

Seberapa Berkelanjutan Piringmu?

Mindful eating sangat berpengaruh pada lingkungan. Jika ingin tahu seberapa sustainable isi piringmu berikut ini beberapa cara mengetahuinya. 

1. Renungkan kebiasaan. Centang pernyataan yang terasa benar bagimu:

• Saya kebanyakan makan makanan utuh dan tidak diproses

• Saya berusaha membeli produk lokal atau musiman

• Saya menghindari makanan kemasan plastik jika memungkinkan• Saya membuat kompos atau menggunakan kembali sisa makanan

• Saya membaca label bahan pada makanan dan produk perawatan kulit

• Saya memilih makanan organik atau rendah pestisida

• Saya mengurangi konsumsi produk hewani

• Saya memanfaatkan kembali sisa makanan secara kreatif

• Saya mendukung merek yang ramah lingkungan

• Saya berhenti sejenak dan makan tanpa gangguan

Dampak Buruk Lingkungan dan Kesehatan jika Tidak Mindful Eating

Emisi gas rumah kaca: Pertanian menyumbang ~24% emisi global (IPCC, 2014) daging merah dan daging sapi, Tanah dan keanekaragaman hayati: Penggunaan tanaman monokultur dan bahan kimia yang berlebihan menurunkan keanekaragaman hayati.

Penggunaan air: Pertanian menggunakan ~70% air tawar global (FAO). Kesehatan pribadi kita: Pola makan yang tinggi makanan ultra-olahan meningkatkan risiko penyakit kronis (Monteiro dkk., 2018)

Bukan hanya lingkungan, pada tubuh juga memiliki efek buruk jika tidak mindful eating seperti pencernaan yang buruk akibat makan terburu-buru atau teralihkan, kecenderungan makan berlebihan atau kurang makan, kurangnya kepuasan dan kenikmatan dari makanan.

Risiko makan karena emosi dan perilaku makan yang tidak teratur lebih tinggi, hilangnya koneksi dengan isyarat lapar dan kenyang. Penelitian menunjukkan makan karena gangguan meningkatkan asupan kalori dan mengurangi kepuasan makan (Robinson dkk., 2013)

Manfaat Mindful Eating

Sementara itu jika makan mindful, akan meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, mengurangi kecenderungan makan berlebihan dan makan berlebihan, meningkatkan kepuasan dan kenikmatan, mendorong pengaturan berat badan yang sehat.

Mendukung pengaturan emosi dan mengurangi stres seputar makanan, mendorong hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuhBukti: Makan dengan penuh kesadaran mengurangi makan karena emosi dan meningkatkan pengaturan diri (Mason dkk., 2016)

Isha Bella mengatakan masih boleh makan daging merah namun dibatasi jangan terlalu sering, bisa beli daging lokal. Mindful eating juga bisa mengonsumsi tempe dan tahu sebagai protein nabati dan sayur mayur.  

“Bisa konsumsi daging lokal, dan batasi konsumsi misal jadi seminggu tiga kali. Bisa beralih ke ayam tempe, tahu, dan sayuran. Nasi masih bisa lebih baik nasi merah,” ujarnya. 

Para Selebritis Menerapkan Mindful Eating

Andien Aisyah jadi salah satu artis yang menjalankan pola makan dengan makanan real food yang kerap dibagikan di TikToknya dengan konten “isi piring”

Dalam konten tersebut, Andien memperlihatkan seperti apa menu makanan hariannya. Misalnya di tempat bekalnya ia membawa tumisan yang terbuat dari tempe, bayam, dan tauge. Untuk karbohidratnya, Andien menikmati ubi dan telur sebagai asupan proteinnya. Andien juga mengonsumsi soto ayam. Untuk camilan ia memilih mengonsumsi buah-buahan seperti alpukat. 

Priyanka Chopra menjalankan mindful eating, ia menghindari diet ekstrem dan percaya bahwa “tidak perlu kelaparan” untuk tetap fit. Jika ia ingin makan burger atau pizza, ia melakukannya—tetapi dalam porsi seimbang saat bekerja atau merasa perlu memperhatikan pola makan.

Ia juga menerapkan trik “same meal plan”, yaitu mengonsumsi makanan serupa setiap hari. Strategi ini membuat rasa bosan sehingga mengurangi keinginan makan berlebihan—bagian dari makan yang lebih sadar dan mengurangi godaan kalori.

Priyanka mengungkapkan pada Vogue strategi favoritnya untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Baik ingin melancarkan pencernaan, meningkatkan energi, atau sekadar menikmati makananmu.  Sup, sayuran, dal, yogurt, roti, ikan panggang, salad salad kecil, kacang-kacanganHidrasi8–10 gelas air + jus/air kelapaJennifer Aniston memang dikenal menerapkan prinsip mindful eating — yakni makan dengan sadar sejak memilih menu hingga menikmati setiap suapan — yang dikombinasikan dengan pola hidup seimbang, gaya self‑care yang teratur, dan kebiasaan makan yang fleksibel namun terkontrol.

Ia sangat memperhatikan sinyal lapar dari tubuh dan menghargai momen makan tanpa terburu-buru untuk mencegah makan berlebihan. Cara ini sejalan dengan konsep mindful eating modern.

Untuk menciptakan keseimbangan yang berkelanjutan, Jennifer mengikuti aturan 80/20: 80% diet sehat dan 20% fleksibel untuk indulgensi seperti burger, pizza, atau makanan favorit lainnya tanpa rasa bersalah. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |