Barang Sehari-Hari yang Harus Diganti Secara Berkala demi Kesehatan, Budayakan Hidup Bersih

3 days ago 12

Fimela.com, Jakarta Seringkali kita tidak menyadari bahwa beberapa barang yang ada di rumah dan digunakan setiap hari dapat menjadi sumber penyakit jika tidak diganti secara teratur. Meskipun barang-barang tersebut terlihat biasa dan masih dalam kondisi baik, sebenarnya mereka dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, dan kuman yang dapat membahayakan kesehatan kita. Contohnya, sikat gigi, spons dapur, dan bantal, semuanya memiliki batas waktu pemakaian yang perlu diperhatikan.

Untuk menjaga kesehatan tubuh, kulit, serta sistem pernapasan, sangat penting untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti barang-barang rumah tangga tersebut. Artikel ini akan membahas  11 barang sehari-hari yang harus diganti rutin menurut para ahli kesehatan, lengkap dengan alasan medis, rekomendasi waktu penggantian, serta tips untuk pengelolaan limbah yang baik.

1. Sikat Gigi: Ganti Setiap 3 Bulan Demi Gigi dan Gusi Sehat

Sikat gigi mungkin tampak sepele, tetapi penggunaannya yang berlebihan dapat menimbulkan lebih banyak masalah daripada manfaatnya. Menurut American Dental Association (ADA), disarankan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan atau segera setelah bulu sikat mulai aus dan tidak tegak. Hal ini penting karena bulu sikat yang sudah rusak tidak akan mampu membersihkan plak dan kotoran dengan baik, bahkan dapat melukai gusi. Selain itu, sikat gigi yang tidak dalam kondisi baik juga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri jika disimpan di tempat yang lembap.

Setiap kali digunakan, sikat gigi terpapar air liur, sisa makanan, dan mikroorganisme dari mulut, yang dapat berkembang biak di bulu sikat. Bayangkan jika kamu terus menggunakan sikat yang sama selama berbulan-bulan, maka kamu akan menyebarkan kuman tersebut ke seluruh mulut setiap kali menyikat gigi. Untuk memastikan kebersihan dan efektivitasnya, sangat disarankan untuk menyimpan sikat gigi dalam posisi tegak dan terbuka agar cepat kering. Jika memungkinkan, gunakan penutup kepala sikat yang memiliki ventilasi untuk menjaga kebersihannya. Sikat gigi yang sudah tidak terpakai juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan sela-sela keran atau sepatu, tetapi pastikan tidak digunakan lagi untuk area tubuh.

2. Kasur: Waspada Debu, Jamur, dan Tungau yang Memicu Alergi

Kualitas tidur yang baik sangat dipengaruhi oleh kenyamanan kasur. Namun, menurut health.com, kasur yang tidak diganti dalam waktu lama bisa menjadi tempat berkumpulnya debu, tungau, dan jamur, yang dapat memperburuk kondisi kulit, asma, dan alergi. Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan agar kasur diganti setiap 7 hingga 10 tahun, tergantung pada jenis dan kondisi pemakaiannya. Jika kamu sering merasakan pegal, bersin, atau tidur yang tidak nyenyak meskipun sudah cukup lama beristirahat, kemungkinan besar kasur yang kamu gunakan sudah tidak lagi mendukung kenyamanan tidur yang optimal.

Selain itu, tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa kasur perlu diganti adalah jika kasur tersebut sudah kendur, mengeluarkan bunyi, atau berbau tidak sedap. Untuk menjaga kebersihan kasur, sangat dianjurkan untuk menggunakan pelindung anti alergi, mencuci seprai setiap minggu, dan secara rutin melakukan pemvakuman pada permukaan kasur. Selain itu, hindari kebiasaan makan di atas kasur atau membawa hewan peliharaan ke tempat tidur, karena hal tersebut dapat mempercepat kerusakan kasur dan mengurangi kualitas tidurmu.

3. Spons Dapur: Lebih Kotor dari Toilet, Harus Diganti Rutin

Walaupun tampak bersih, spons yang digunakan di dapur sering kali menjadi sarang bagi ratusan juta bakteri, bahkan dapat dikatakan lebih kotor daripada dudukan toilet. Spons yang lembap dan tersisa makanan menjadi lingkungan yang sangat ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti E. coli, Salmonella, serta bakteri penyebab diare lainnya. Oleh karena itu, disarankan agar spons dapur diganti setiap dua minggu, atau bahkan lebih cepat jika mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports mengungkapkan bahwa satu spons dapur dapat mengandung hingga 45 miliar bakteri per sentimeter kubik. Meskipun spons dicuci dengan air panas, struktur pori-porinya yang sulit dibersihkan secara menyeluruh menjadikannya tetap sebagai tempat persembunyian mikroba. Untuk memperpanjang umur spons, kamu bisa mensterilkannya di dalam microwave selama 30 detik atau mencucinya menggunakan mesin pencuci piring. Namun, perlu diingat bahwa cara ini hanya efektif untuk penggunaan jangka pendek. Setelah itu, spons sebaiknya dibuang atau didaur ulang jika terbuat dari bahan selulosa alami.

4. Loofah dan Spons Mandi: Bakteri Bersarang di Kamar Mandi Lembap

Loofah, baik yang terbuat dari bahan alami maupun plastik, kerap digunakan untuk menggosok tubuh saat mandi. Namun, loofah memiliki kelemahan karena dapat menyerap air dan sel-sel kulit mati yang terkelupas, sehingga menjadi sarang bagi bakteri, jamur, dan bahkan lumut. Para ahli merekomendasikan agar loofah diganti setiap 2 hingga 4 minggu. Penggunaan loofah yang kotor dapat meningkatkan risiko infeksi kulit, iritasi, dan jerawat, terutama bagi mereka yang memiliki luka kecil atau kulit sensitif.

Lebih lanjut, loofah yang disimpan di kamar mandi yang lembap dapat mempercepat pertumbuhan jamur yang dapat berbahaya bagi sistem pernapasan jika terhirup dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, solusi terbaik adalah dengan mengganti loofah secara rutin, menyimpannya di tempat yang kering setelah digunakan, atau mempertimbangkan untuk beralih ke waslap yang dapat dicuci setelah setiap pemakaian. Selain itu, penting untuk tidak menggantung loofah di dalam shower, karena hal ini akan menghambat proses pengeringan yang optimal.

5. Wadah Plastik: Berisiko Lepaskan Bahan Kimia Berbahaya

Wadah plastik banyak dipakai untuk menyimpan makanan, namun saat wadah tersebut mulai mengalami keretakan, goresan, atau perubahan warna, sebaiknya segera diganti. Plastik yang sudah rusak berpotensi mengeluarkan bahan kimia berbahaya seperti BPA (Bisphenol A) dan PFAS, yang dapat mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan risiko kanker, serta memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa wadah plastik perlu diganti antara lain permukaan yang tampak keruh, perubahan warna (seperti menjadi kemerahan akibat saus), dan bentuk yang berubah akibat terlalu sering dipanaskan di microwave. Apabila kamu menemukan tanda-tanda tersebut, saatnya untuk beralih ke wadah yang lebih aman seperti yang terbuat dari kaca atau stainless steel.

Wadah non-plastik tidak hanya lebih aman, tetapi juga lebih tahan lama dan tidak menyerap bau makanan. Jika kamu tetap memilih untuk menggunakan plastik, pastikan untuk hanya menggunakan wadah yang memiliki label "food grade" dan hindari memanaskannya di dalam microwave.

6. Panci Anti-Lengket: Jangan Tunggu Mengelupas untuk Ganti

Panci yang memiliki lapisan anti-lengket sangat berguna dalam memasak, tetapi jika lapisan tersebut mulai terkelupas, hal ini bisa menjadi tanda yang mengkhawatirkan. Banyak dari lapisan anti-lengket ini mengandung PFAS (perfluoroalkyl substances), yang dikenal sebagai "forever chemicals" karena sifatnya yang sulit terurai baik di dalam tubuh manusia maupun di lingkungan. Jika panci yang lapisannya sudah rusak tetap digunakan, partikel-partikel kecil dapat berpindah ke dalam makanan dan menumpuk di dalam tubuh kita.

Paparan terhadap PFAS dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan hormonal, kerusakan hati, dan bahkan dapat berakibat pada perkembangan janin. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mengganti panci anti-lengket yang sudah tidak layak pakai dengan pilihan yang lebih aman, seperti panci besi cor (cast iron) atau stainless steel yang lebih tahan lama dan tidak mengandung bahan berbahaya. Selain itu, untuk menjaga kualitas panci, sebaiknya hindari penggunaan spons kasar dan jangan menggunakan spatula dari logam agar lapisan pelapis tetap awet.

7. Alas Pemotong: Goresan Dalam Bisa Jadi Sumber Bakteri

Alat pemotong yang biasa kita sebut cutting board sering kali mengalami kerusakan berupa goresan akibat penggunaan pisau yang tajam. Sayangnya, goresan-goresan ini dapat menjadi sarang bagi bakteri, jamur, dan virus, terutama ketika papan tersebut digunakan secara bergantian untuk memotong daging mentah dan sayuran. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi papan pemotong yang kita gunakan.

Papan plastik yang sudah penuh dengan goresan sebaiknya segera diganti, sementara papan kayu dapat bertahan lebih lama jika dirawat dengan baik. Namun, jika sudah terlihat noda hitam, bau yang tidak sedap, atau retakan besar, maka sebaiknya papan tersebut segera diganti untuk menghindari risiko kontaminasi makanan. Untuk mencegah risiko kesehatan, gunakan papan terpisah untuk daging dan sayuran, dan bersihkan dengan air panas serta disinfektan seperti larutan bleach. Jika memilih untuk menggunakan papan kayu, pastikan untuk mengeringkannya sepenuhnya setelah dipakai agar tetap higienis dan aman digunakan.

8. Bantal: Sarang Tungau dan Alergen Jika Tidak Diganti

Bantal memiliki fungsi yang lebih dari sekadar tempat untuk menyandarkan kepala. Selain itu, bantal juga menyerap berbagai zat yang tidak terlihat, seperti keringat, minyak dari kulit, air liur, dan sel-sel kulit yang mati. Semua hal ini menjadi sumber makanan yang ideal bagi tungau debu, yang dapat menyebabkan alergi, asma, serta iritasi pada kulit. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar bantal diganti setiap 1 hingga 3 tahun, tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Bantal yang telah digunakan dalam waktu lama cenderung kehilangan bentuk dan daya topangnya, yang dapat berdampak negatif pada postur leher dan kualitas tidur seseorang.

Jika kamu sering bangun tidur dengan leher yang kaku atau pegal, itu bisa menjadi indikasi bahwa bantalmu tidak lagi mendukung posisi tidur dengan baik. Selain itu, bantal yang tampak gumpal atau mengeluarkan bau apek juga merupakan tanda bahwa sudah saatnya untuk menggantinya. Untuk memperpanjang umur bantal, disarankan untuk menggunakan sarung pelindung yang dapat mengurangi alergi dan mencuci bantal secara rutin. Setelah masa pakai bantal berakhir, kamu dapat menyumbangkan bantal lama ke tempat penampungan hewan atau mendaur ulang isinya untuk digunakan sebagai pengisi bantal duduk atau bantal leher yang baru.

9. Alat Cukur Sekali Pakai: Ganti Setelah 3 Kali Pemakaian

Pisau cukur sekali pakai dirancang untuk digunakan dalam jumlah terbatas, biasanya sekitar tiga kali saja. Setelah pemakaian tersebut, bilah pisau akan mulai tumpul dan berkarat, yang dapat menyebabkan luka atau iritasi pada kulit saat proses bercukur. Luka kecil yang disebabkan oleh pisau yang tidak tajam dapat menjadi jalur masuk bagi bakteri. Jika kamu sering merasakan ruam atau kemerahan pada kulit setelah bercukur, penting untuk memeriksa usia pisau cukur yang kamu gunakan.

Lebih baik untuk mengganti pisau cukur lebih awal daripada menunggu hingga munculnya infeksi atau jerawat. Pastikan untuk selalu menggunakan alat cukur yang bersih dan simpan di tempat yang kering setelah selesai digunakan. Jika kamu ingin pilihan yang lebih ramah lingkungan, pertimbangkan untuk beralih ke alat cukur yang memiliki kepala yang bisa diganti, seperti "safety razor". Dengan cara ini, kamu tidak hanya menjaga kesehatan kulit, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan.

10. Tirai Kamar Mandi: Jamur di Tirai Bisa Jadi Masalah Pernapasan

Tirai kamar mandi yang sering terpapar air dan uap panas sangat mudah mengalami pertumbuhan jamur dan lumut. Jika tidak dibersihkan secara teratur, jamur tersebut dapat terhirup dan memperburuk masalah pernapasan, seperti asma atau sinusitis. "Tirai plastik yang mulai berubah warna atau berbau apek sebaiknya segera diganti, atau setidaknya dicuci dengan air panas dan pemutih." Tirai yang terbuat dari kain dapat dicuci menggunakan mesin cuci, sedangkan tirai plastik cukup disikat dan dijemur di bawah sinar matahari.

Penting untuk memastikan ventilasi di kamar mandi cukup baik. Gantung tirai dalam keadaan terbuka setelah mandi agar tidak lembap terus-menerus. Pertimbangkan juga untuk menggunakan tirai yang memiliki sifat antijamur sebagai solusi jangka panjang. Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat menjaga kebersihan dan kesehatan di area kamar mandi Anda.

11. Handuk

Handuk digunakan setiap hari untuk mengeringkan tubuh, namun sering kali jarang diganti. Kelembapan dari handuk yang tidak cepat kering bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Jika digunakan terus-menerus, bisa memicu masalah kulit seperti gatal dan iritasi.

Selain itu, handuk yang jarang diganti juga dapat menimbulkan bau tidak sedap. Handuk kotor bahkan bisa menjadi media penyebaran penyakit kulit antaranggota keluarga jika digunakan bersama.

Handuk sebaiknya dicuci setelah digunakan 3–4 kali dan diganti dengan yang baru setiap 6–12 bulan. Dengan begitu, kebersihan dan kesehatan kulit tetap terjaga.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Miranti
 Freepik)

LifestyleBisa Picu Bahaya, Ketahui Fakta dan Cara Tepat Penggunaan Spons Cuci agar Tetap Aman Digunakan

Spons cuci piring, yang seringkali terlupakan dalam kebersihan dapur, dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya. Ketahui fakta mengejutkan terkait risiko kesehatannya.

 vecstock/freepik)

Fashion9 Inspirasi Gaya Rambut Elegan untuk Ibu Mempelai Wanita di 2025, Simpel dan Anggun

Gaya rambut yang elegan untuk ibu mempelai di tahun 2025 meliputi bob, layer, pixie, braid, serta pilihan modern yang praktis dan bergaya.

Ilustrasi Model Rambut (photo by svetlanasokolova on freepik)

Fashion8 Model Rambut Bob dan Lob Favorit Ibu-Ibu Stylish di 2025, Tampil Fresh Setiap Saat

Delapan model bob dan lob modern 2025 yang stylish untuk ibu-ibu, memberikan penampilan muda dengan cara yang praktis dan tanpa kesulitan.

 ChatGpt)

Lifestyle8 Model Rumah Kecil dari Batako dan Bambu yang Murah tapi Elegan, Nuansa Hangat Bikin Nyaman

Mau memiliki rumah yang estetis meski dengan anggaran terbatas? Temukan 8 desain rumah kecil berbahan batako dan bambu yang menggabungkan keindahan dan kekuatan, menghasilkan hunian yang ekonomis, elegan, dan nyaman.

Desain gelang emas minimalis yang cocok dipadukan dengan semua outfit. ©Ilustrasi MetaAI

Fashion8 Model Gelang Pipa Motif Ukiran Etnik 24K 5 Gram, Desain Cantik dan Mewah

Gelang pipa etnik 24K seberat 5 gram ini merupakan perhiasan bernilai seni yang menggabungkan kemurnian emas dan keunikan budaya, cocok untuk gaya serta investasi.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |