ringkasan
- Terlalu banyak duduk meningkatkan risiko kematian dini, setara dengan risiko yang ditimbulkan oleh obesitas dan merokok.
- Gaya hidup sedentari berkorelasi kuat dengan penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, diabetes, dan beberapa jenis kanker.
- Efek negatif dari duduk berlebihan dapat diimbangi dengan 60 hingga 75 menit aktivitas fisik aerobik sedang setiap hari atau dengan mengambil istirahat dari duduk setiap 30 menit.
Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, apakah Anda sering menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk, baik saat bekerja maupun bersantai? Gaya hidup yang tidak banyak bergerak atau sedentari telah menjadi perhatian serius para ahli kesehatan di Amerika Serikat. Mereka bahkan menyebut kebiasaan ini sebagai "merokok baru" karena potensi dampaknya yang luas terhadap kesehatan.
Dilansir dari berbagai sumber, terlalu banyak duduk tidak hanya membuat tubuh terasa pegal, tetapi juga dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan yang mengancam jiwa. Mulai dari peningkatan risiko kematian dini hingga berbagai penyakit kronis, bahaya duduk berlebihan tidak boleh diremehkan. Penting bagi kita untuk memahami seberapa serius ancaman ini.
Oleh karena itu, mari kita selami lebih dalam mengenai risiko duduk terlalu lama seharian dan bagaimana kebiasaan sederhana ini dapat memengaruhi kualitas hidup Anda. Informasi ini akan membantu Sahabat Fimela mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan di tengah kesibukan.
Ancaman Kematian Dini dan Penyakit Jantung
Duduk berlebihan telah terbukti menjadi faktor risiko signifikan terhadap peningkatan angka kematian dini. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang duduk lebih dari delapan jam sehari tanpa aktivitas fisik memiliki risiko kematian yang sebanding dengan risiko akibat obesitas dan merokok. Gaya hidup tidak aktif secara drastis meningkatkan potensi kematian lebih awal dari berbagai penyebab.
Terlebih lagi, hubungan antara duduk terlalu lama dan penyakit kardiovaskular sangat kuat. Orang yang tidak aktif memiliki risiko 147% lebih tinggi untuk menderita serangan jantung atau stroke. Duduk berlebihan juga dapat memicu tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi, dua faktor utama penyebab penyakit jantung yang serius.
Bahkan bagi Sahabat Fimela yang sudah sangat aktif berolahraga, waktu duduk yang berlebihan tetap menjadi ancaman. Studi terbaru mengungkapkan bahwa duduk lebih dari sekitar 10,5 jam per hari secara signifikan berhubungan dengan gagal jantung dan kematian kardiovaskular di masa depan. Ini menunjukkan bahwa olahraga saja tidak cukup untuk sepenuhnya meniadakan dampak negatif dari terlalu banyak duduk.
Duduk statis dalam waktu lama dapat merusak jantung secara perlahan. Orang yang duduk atau tidak banyak bergerak lebih dari 14 jam sehari, rata-rata, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejadian kardiovaskular atau kematian dalam setahun setelah perawatan di rumah sakit akibat gejala serangan jantung. Ini menegaskan betapa krusialnya mengurangi waktu duduk harian.
Sindrom Metabolik, Diabetes, dan Risiko Kanker
Selain ancaman pada jantung, gaya hidup sedentari juga memiliki kaitan erat dengan sindrom metabolik dan diabetes. Duduk terlalu lama telah dikaitkan dengan obesitas, yang merupakan salah satu komponen utama sindrom metabolik. Kondisi ini mencakup peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, serta kadar kolesterol yang tidak sehat.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan lebih banyak waktu duduk memiliki risiko diabetes 112% lebih tinggi. Duduk berlebihan dapat mengubah cara tubuh bereaksi terhadap insulin, hormon penting yang membantu membakar gula dan karbohidrat untuk energi. Setiap peningkatan dua jam dalam waktu duduk meningkatkan risiko obesitas sebesar 5% dan diabetes sebesar 7%.
Tidak hanya itu, risiko kanker juga meningkat seiring dengan kebiasaan duduk yang berlebihan. Terlalu banyak duduk secara keseluruhan tampaknya meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan kanker tertentu. Sahabat Fimela mungkin juga lebih rentan terkena kanker usus besar, endometrium, atau paru-paru.
Gaya hidup tidak aktif merupakan penyebab signifikan dari berbagai jenis kanker. Diperkirakan 21–25% kanker payudara dan usus besar, 27% kasus diabetes, dan sekitar 30% penyakit jantung iskemik disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Ini menunjukkan bahwa mengurangi waktu duduk adalah langkah penting dalam pencegahan penyakit serius.
Dampak pada Muskuloskeletal, Mental, dan Solusi Efektif
Duduk terlalu lama memberikan tekanan besar pada otot punggung, leher, dan tulang belakang. Posisi duduk menyebabkan otot fleksor pinggul memendek, dan postur yang buruk saat duduk dapat melukai punggung. Hal ini dapat menyebabkan kompresi pada cakram tulang belakang dan degenerasi dini, berujung pada nyeri kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain masalah fisik, duduk berlebihan juga memengaruhi kesehatan mental dan aspek lainnya. Risiko depresi dan kecemasan lebih tinggi pada orang yang paling banyak duduk. Inaktivitas fisik juga berdampak pada kualitas tidur, sirkulasi darah yang buruk, peradangan, ketidakseimbangan hormonal, serta pelemahan tulang atau osteoporosis. Bahkan, otak dapat menunjukkan tanda-tanda seperti penderita demensia jika terlalu banyak duduk.
Namun, Sahabat Fimela tidak perlu khawatir, ada banyak cara untuk mengatasi risiko ini. Para ahli merekomendasikan 60 hingga 75 menit aktivitas fisik aerobik sedang setiap hari untuk mengimbangi efek terlalu banyak duduk. Bahkan gerakan santai sekalipun dapat memberikan dampak besar pada kesehatan Anda.
Mulailah dengan mengambil istirahat dari duduk setiap 30 menit. Berdiri saat berbicara di telepon atau menonton televisi, dan pertimbangkan menggunakan meja berdiri jika Anda bekerja di meja. Mengganti 30 menit perilaku menetap dengan aktivitas fisik intensitas ringan dapat mengurangi risiko kejadian kardiovaskular atau kematian hingga 50%. Dengan perubahan kecil, Sahabat Fimela dapat menjaga kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.