Aspartam Aman atau Berbahaya? Ini Fakta yang Perlu Kamu Ketahui

2 weeks ago 22

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, menjaga kesehatan tentu penting, tapi lebih penting lagi untuk bisa memilah informasi mana yang benar-benar terpercaya, dan mana yang hanya menebar kepanikan. Belakangan ini, mungkin kamu juga ikut menerima pesan berantai yang mencantumkan daftar panjang minuman yang disebut-sebut berbahaya karena mengandung aspartam. Dalam pesan itu, diklaim bahwa pemanis buatan ini bisa memicu kanker, diabetes, bahkan merusak sumsum tulang.

Sekilas memang terdengar mengerikan, apalagi jika disertai nama dokter atau produk terkenal yang seolah-olah sudah terbukti secara medis. Tapi kenyataannya, informasi tersebut adalah hoaks dan sudah beberapa kali dibantah oleh berbagai pihak.

Faktanya, aspartam adalah pemanis rendah kalori yang telah digunakan secara luas selama lebih dari 40 tahun. Keamanannya pun sudah dikaji dan disetujui oleh berbagai lembaga kesehatan dunia, termasuk WHO dan FDA. Jadi, sebelum panik atau ikut menyebarkan kabar, yuk kita bahas lebih jauh soal fakta di balik isu aspartam ini.

Apa Itu Aspartam dan Mengapa Digunakan?

Aspartam adalah pemanis buatan yang rasanya sekitar 200 kali lebih manis dari gula. Karena itu, hanya butuh sedikit saja untuk menghasilkan rasa manis. Banyak produk seperti minuman rendah kalori, suplemen, hingga obat-obatan menggunakan aspartam agar tetap terasa manis tanpa menambah banyak kalori.

Menurut dr. Gia Pratama, dokter sekaligus kreator konten kesehatan, aspartam banyak digunakan oleh orang yang sedang diet atau mengurangi asupan gula. “Aspartam bisa jadi bagian dari strategi transisi. Jadi, kita masih bisa menikmati rasa manis tanpa harus konsumsi gula berlebihan,” ujarnya.

Aspartam Itu Aman, Kata Lembaga Resmi Dunia

Aspartam termasuk salah satu bahan tambahan makanan yang paling sering diteliti. Bahkan lembaga-lembaga besar seperti BPOM Indonesia, FDA Amerika Serikat, EFSA dari Eropa, dan WHO sudah menyatakan bahwa aspartam aman dikonsumsi asal masih dalam batas harian yang dianjurkan.

BPOM Indonesia juga sudah beberapa kali menanggapi pesan hoaks yang beredar, dan menegaskan bahwa isinya tidak berdasar. Jadi kalau kamu menerima pesan berantai soal aspartam yang katanya bikin kanker otak atau kerusakan tubuh, jangan langsung percaya, ya Sahabat Fimela!

Dokter Dicatut, IDI Angkat Suara

Salah satu trik hoaks yang sering dipakai adalah mencatut nama dokter atau lembaga kesehatan agar terdengar meyakinkan. Dalam pesan viral yang beredar, ada nama dokter yang disebut seolah-olah memberikan peringatan soal aspartam. Tapi menurut pernyataan resmi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), nama dokter tersebut bahkan tidak terdaftar sebagai anggota IDI.

IDI juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan rilis resmi soal daftar minuman penyebab kanker seperti yang disebut dalam hoaks tersebut. Setiap pernyataan resmi dari IDI selalu disampaikan lewat kanal resmi dengan kop surat dan tanda tangan ketua umum—bukan lewat broadcast message yang tidak jelas asalnya.

Hati-Hati dengan Hoaks!

Sahabat Fimela, penyebaran informasi palsu soal makanan dan minuman bisa berdampak serius. Selain bikin panik, hoaks seperti ini juga bisa bikin orang jadi takut mengonsumsi produk yang sebenarnya aman dan bisa jadi pilihan lebih sehat. Bahkan, menurut UU ITE Pasal 28 ayat 1, menyebarkan berita bohong bisa dikenai hukuman penjara sampai 6 tahun atau denda maksimal 1 miliar rupiah. 

Kita semua punya hak untuk tahu apa yang kita konsumsi, tapi pastikan informasi itu berasal dari sumber yang terpercaya. Jangan cari tahu dari broadcast chat yang tidak jelas, tapi cek ke situs resmi seperti BPOM, WHO, atau langsung tanya ke tenaga medis profesional.

“Menjadi sehat itu bukan cuma soal menjauhi gula atau bahan kimia, tapi juga soal menjauhi informasi yang menyesatkan,” ujar dr. Gia. 

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |