Fimela.com, Jakarta Bau mulut adalah suatu masalah yang serius dan dapat mengganggu kepercayaan diri. Masalah bau mulut ini sangatlah merugikan karena dapat menjadi penyebab terganggunya proses komunikasi dengan orang lain. Tak jarang seseorang dikucilkan hanya karena bau mulut. Orang yang bau mulut sering kali dicap sebagai orang yang jorok karena tidak mampu menjaga kesehatan giginya.
Penyebab bau mulut bukan hanya soal kebersihan gigi, tetapi bisa juga berkaitan dengan pola makan, gaya hidup, bahkan kondisi kesehatan tertentu. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki bau mulut yang tidak sedap sampai seseorang memberi tahu atau mulai merasa dijauhi dalam interaksi sosial. Hal inilah yang sering kali menurunkan rasa percaya diri secara drastis.
Sahabat Fimela sedang mengalami masalah bau mulut? Tenang saja, yuk ikuti 5 tips ini supaya nafas menjadi lebih segar dan wangi, dilansir dari MedicineNet!
1. Selalu Menjaga Kebersihan Mulut
Kebersihan mulut adalah kunci utama nafas segar. Menjaga kebersihan mulut menjadi hal wajib yang perlu dilakukan untuk terbebas dari masalah bau mulut. Pastikan untuk menyikat gigi secara rutin menggunakan pasta gigi ber-fluoride minimal dua kali dalam sehari dan sebelum tidur. Selain itu, pastikan rutin membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (flossing) minimal sekali sehari untuk menghilangkan sisa makanan dan plak supaya tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri. Bakteri-bakteri tersebutlah yang menjadi penyebab utama seseorang memiliki bau mulut.
Sahabat Fimela juga harus mengetahui bagaimana cara menyikat gigi dengan benar. Pastikan untuk menyikat gigi dan menggosok semua area mulut dengan menyeluruh selama dua menit. Jangan lupa untuk menggosok bagian belakang gigi. Bagian ini sering terabaikan karena tempatnya yang cukup sulit untuk dijangkau dan tidak terlihat. Hal tersebut dapat menyebabkan bau mulut. Namun sayangnya, Sahabat Fimela tidak dapat mengandalkan gosok gigi saja. Hal tersebut dikarenakan sikat gigi biasa tidak dapat menjangkau seluruh area gigi karena bentuknya yang memang tidak didesain untuk itu. Oleh karena itu, Sahabat Fimela perlu melakukan flossing. Flossing mampu menjangkau 35% permukaan gigi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi biasa. Rutin menggosok gigi dan melakukan flossing adalah dua kombinasi efektif untuk menghindari Sahabat Fimela dari permasalahan bau mulut.
2. Selalu Terhidrasi
Menjaga tubuh tetap terhidrasi ternyata memiliki peran penting dalam mencegah bau mulut. Salah satu alasan utamanya adalah karena air liur merupakan pertahanan alami mulut terhadap bau tak sedap. Air liur berfungsi membersihkan sisa-sisa makanan dan membantu menyingkirkan bakteri penyebab bau mulut. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, produksi air liur menurun drastis, dan kondisi ini dapat menyebabkan mulut kering. Mulut kering adalah lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko bau mulut. Untuk mengatasi hal ini, sangat disarankan untuk minum air putih sesuai dengan kebutuhan harian. Konsumsi air putih yang cukup akan membuat tubuh tetap terhidrasi dan membantu produksi air liur tetap optimal. Selain itu, konsumsi air yang cukup juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Apabila Sahabat Fimela merasa air putih terlalu hambar dan membosankan, Sahabat Fimela bisa menambahkan irisan lemon, mentimun, atau daun mint untuk memberikan rasa segar alami. Selain itu, penting juga untuk membatasi konsumsi minuman yang bersifat diuretik seperti kopi dan alkohol. Jenis minuman ini cenderung menarik cairan dari tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
3. Batasi Konsumsi Makanan Penyebab Bau Mulut
Beberapa jenis makanan seperti bawang putih, bawang bombay, serta rempah-rempah tertentu bisa meninggalkan bau yang kuat di mulut, bahkan lama setelah makanan tersebut dikonsumsi. Hal ini terjadi karena senyawa dari makanan tersebut diserap ke dalam aliran darah, kemudian dibawa ke paru-paru dan dikeluarkan melalui napas. Jadi, efeknya bukan hanya langsung setelah makan, melainkan bisa bertahan selama beberapa jam. Oleh karena itu, Sahabat Fimela harus lebih bijak dalam memilih makanan untuk dikonsumsi supaya tidak bau mulut.
Selain bawang dan beberapa jenis rempah-rempah tertentu, ternyata konsumsi gula dan makanan asam juga dapat memicu bau mulut. Makanan manis yang tinggi gula dapat memicu pertumbuhan bakteri di mulut karena bakteri menggunakan gula sebagai sumber energi. Hasilnya? Muncul bau mulut akibat produksi senyawa sulfur oleh bakteri tersebut. Sementara itu, makanan yang sangat asam dapat mengganggu keseimbangan pH alami di dalam mulut sehingga menciptakan lingkungan yang lebih mudah bagi bakteri untuk berkembang.
4. Rutin Membersihkan Lidah
Lidah merupakan salah satu tempat yang menjadi sarang berkumpulnya bakteri penyebab bau mulut. Sepanjang hari, permukaan lidah, terutama bagian belakang dapat menjadi tempat menumpuknya sisa makanan, sel-sel mati, dan bakteri. Penumpukan inilah yang sering menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap dari mulut. Oleh karena itu, membersihkan lidah secara rutin adalah bagian penting dari kebersihan mulut yang tidak boleh diabaikan.
Untuk membersihkan lidah secara efektif, Sahabat Fimela bisa menggunakan tongue scraper atau alat pembersih lidah khusus. Alat ini lebih ampuh dibandingkan sikat gigi biasa dalam mengangkat lapisan kotoran dari permukaan lidah. Cukup lakukan gerakan lembut dari bagian belakang lidah ke arah depan beberapa kali. Proses ini akan membantu mengurangi senyawa penyebab bau secara signifikan tanpa membuat lidah terasa perih atau terluka. Selain pembersihan secara mekanis, berkumur dengan air setelah makan juga bisa menjadi kebiasaan baik untuk membantu membersihkan lidah dan area mulut lainnya dari sisa makanan dan bakteri. Kebiasaan ini sangat bermanfaat terutama ketika Sahabat Fimela tidak bisa langsung menyikat gigi setelah makan.
Ingat, menjaga kebersihan lidah sama pentingnya dengan menyikat gigi dan flossing. Lidah yang bersih dapat membantu mengurangi bau mulut secara drastis dan memberikan rasa segar lebih lama di dalam mulut. Jadi, jangan lupa untuk memasukkan langkah membersihkan lidah dalam rutinitas perawatan mulut harian Sahabat Fimela ya.
5. Lakukan Pemeriksaan Gigi Secara Berkala
Menjaga nafas tetap segar tidak hanya bergantung pada perawatan mandiri di rumah, tetapi juga memerlukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Kunjungan ini sangat penting karena dokter gigi dapat mendeteksi dan menangani berbagai masalah kesehatan mulut, seperti gigi berlubang, penyakit gusi (gingivitis dan periodontitis), serta infeksi mulut lainnya yang mungkin menjadi penyebab tersembunyi bau mulut.
Selain pemeriksaan, pembersihan profesional oleh dokter gigi juga sangat bermanfaat. Prosedur ini membantu menghilangkan plak dan karang gigi yang sulit dibersihkan hanya dengan menyikat gigi biasa dan flossing. Karang gigi yang menumpuk bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembersihan karang gigi secara menyeluruh supaya gigi menjadi bersih dan nafas menjadi lebih segar.
Kunjungan rutin ke dokter gigi tidak hanya untuk mengatasi masalah gigi yang sudah ada, tetapi juga berperan penting dalam mencegah timbulnya masalah baru. Dokter gigi bisa mengenali tanda-tanda awal gangguan mulut dan segera memberikan penanganan sebelum kondisinya memburuk. Dengan begitu, Sahabat Fimela tidak usah khawatir dengan permasalahan bau mulut karena kesehatan mulut sudah terjamin. Jadi, jangan menunda untuk menjadwalkan pemeriksaan gigi secara rutin, idealnya setiap enam bulan sekali. Langkah ini adalah bentuk investasi terbaik untuk kesehatan mulut Sahabat Fimela.
Itu adalah 5 tips supaya terhindar dari bau mulut. Jika Sahabat Fimela sedang mengalami kondisi bau mulut, segera ikuti semua tips tersebut dan terapkan secara konsisten.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.