5 Fakta dan Mitos Down Syndrome yang Perlu Diketahui

1 week ago 16

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, sebagai orangtua, pertumbuhan dan perkembangan anak tentu menjadi hal utama yang selalu terlintas dalam membersamainya. Namun, beragam informasi yang beredar di sekitar kita tak jarang membuat kita merasa khawatir, terutama saat menghadapi kondisi kesehatan yang tidak biasa dan membutuhkan informasi dan pelajaran lebih dalam mendidiknya. Salah satu kondisi yang seringkali menimbulkan banyak pertanyaan adalah kelainan Down Syndrome.

Melansir dari mayoclinic.org, Down Syndrome adalah kondisi genetik yang terjadi akibat adanya salinan kromosom 21 ekstra. Kondisi ini yang kemudian dapat menyebabkan perubahan pada perkembangan fisik Down Syndrome. Kesalahpaham yang beredar mengenai Down Syndrome hingga kini masih beredar. Tentu hal ini seringkali menghadirkan perasaan khawatir bagi para orangtua akan cara merawat dan membersamai anak dengan baik.

Lantas, apa sebenarnya fakta di balik mitos-mitos yang sering kita dengar tentang Down Syndrome? Simak ulasannya pada artikel berikut!

Mitos dan Fakta Down Syndrome

1. Down Syndrome adalah Penyakit Turunan

Meluasnya informasi menghadirkan salah satu mitos yang beredar luas mengenai down syndrome. Salah satunya adalah mitos bahwa down syndrome merupakan penyakit turunan yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam satu keluarga. 

Fakta:

kenyataannya, hanya sebagian kecil kasus down syndrome yang bersifat genetik. Memang terdapat jenis down syndrome yang dapat diturunkan secara genetik, namun persentase sifat genetik tersebut sangat kecil. Mayoritas kasus down syndrome bisa terjadi secara spontan saat pembelahan sel.

2. Sekolah Khusus Down Syndrome

Informasi yang menjadi mitos mengenai down syndrome, yang bahkan menjadi cukup umum, yaitu mitos dan kesalahan kepercayaan bahwa anak dengan Down Syndrome hanya bisa belajar di sekolah khusus. 

Fakta:

Tren pendidikan kini banyak yang lebih mengarah pada inklusi. Anak-anak dengan Down Syndrome sebenarnya dapat bersekolah di sekolah umum bersama anak-anak lain. Mereka juga dapat mengikuti pelajaran reguler dan berinteraksi dalam sekolah. Bahkan, banyak individu dengan Down Syndrome yang telah berhasil lulus dari sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Edukasi Fakta Mengenai Down Syndrome

3. Mitos Down Syndrome yang Lahir dari Ibu Berusia Lanjut

Banyak orang beranggapan bahwa anak dengan down syndrome umumnya terlahir dari para ibu yang sudah berusia lanjut. 

Fakta:

Anggapan bahwa usia ibu merupakan faktor utama yang menjadi penyebab down syndrome itu  tidak sepenuhnya benar. Meskipun, pada dasarnya memang risiko down syndrome meningkat seiring bertambahnya usia ibu, namun sebagian besar kasus terjadi pada ibu yang berusia lebih muda. Karena faktanya, sebagian besar kasus down syndrome terjadi pada anak yang lahir dari ibu berusia di bawah 35 tahun.

4. Orangtua dengan Anak Down Syndrome Merasa Mudah Terisolasi

Mitos yang seringkali muncul adalah orang tua dengan anak down syndrome akan merasa terisolasi dan sulit mendapatkan dukungan. 

Fakta:

Sahabat Fimela, dengan berbagai perkembangan, kini sudah banyak komunitas dan organisasi yang berdedikasi untuk membantu keluarga dengan anak down syndrome. Mereka menyediakan berbagai sumber daya, informasi, dan dukungan yang tentunya memberikan dukungan tersendiri yang membersamai keluarga menjalani kehidupan yang lebih baik.

5. Keterbatasan Kognitif yang Berat pada Anak Down Syndrome

Salah satu anggapan terhadap down syndrome adalah anggapan mengenai keterbatasan kognitif berat yang dimiliki para anak dengan down syndrome. 

Fakta:

Pada dasarnya perkembangan kognitif yang dialami pada anak down syndrome memang memiliki perbedaan, perbedaan tantangan dalam berkembang. Namun, tidak semua mengalami keterbatasan yang begitu berat. Faktanya, banyak penyandang down syndrome yang justru memiliki kemampuan dan potensi beragam. Bahkan, memiliki kemampuan khusus dalam bidang seni, musik, atau bidang lainnya.

Sahabat Fimela, memiliki kesempatan untuk membersamai anak adalah salah satu perjuangan tak terbayar yang hanya bisa dilakukan dengan kasih sayang. Dengan edukasi yang selalu ditingkatkan, bisa menjadi kunci ketenangan bagi kita sebagai orangtua, atau masyarakat yang belum memahami untuk mengubah persepsi atau mitos tentang Down Syndrome. 

Penulis: Nadya Aufia

#Unlocking the Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |