5 Efek Negatif dari Pemakaian Earphone untuk Kesehatan Telinga

2 weeks ago 22

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, earphone merupakan perangkat praktis yang digunakan untuk mendengarkan musik, menonton video, atau menerima panggilan tanpa mengganggu orang di sekitar. Adanya earphone membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih menyenangkan, apalagi bagi mereka yang gemar menikmati hiburan sambil beraktivitas. Dengan desain yang semakin beragam dan teknologi suara yang semakin canggih, earphone menjadi salah satu perangkat yang hampir selalu dibawa ke mana pun.

Kini earphone hadir dalam berbagai tipe, mulai dari model kabel klasik hingga wireless yang menawarkan kebebasan bergerak. Hal ini membuat banyak orang semakin betah menggunakannya dalam waktu lama, bahkan terkadang tanpa sadar memakainya hampir sepanjang hari. Penggunaan earphone juga tidak lagi terbatas pada hiburan. Banyak pekerja, pelajar, hingga pengusaha yang mengandalkannya untuk meeting online, kursus, atau kegiatan komunikasi lainnya. 

Tanpa disadari, intensitas penggunaan yang tinggi ini membuat telinga jarang mendapatkan waktu istirahat. Padahal, sama seperti organ tubuh lainnya, telinga juga butuh jeda untuk menjaga fungsinya tetap optimal. Jika terlalu sering menggunakan earphone, ini bahaya yang akan bisa terjadi.

Penggunaan earphone dengan volume tinggi secara terus-menerus dapat merusak sel-sel rambut halus di dalam koklea yaitu telinga bagian dalam. Sel rambut ini berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak. Jika sel-sel tersebut rusak, kemampuan mendengar akan berkurang dan kerusakannya bersifat permanen. Batas aman mendengarkan musik atau audio adalah di bawah 60% dari volume maksimal, dan durasinya tidak lebih dari 60 menit sekali pemakaian.

2. Infeksi dan Iritasi Telinga

Earphone yang digunakan tanpa dibersihkan dapat menjadi sarang bakteri dan kuman. Saat dimasukkan ke dalam telinga, kotoran ini dapat berpindah ke saluran telinga dan memicu infeksi. Gejalanya meliputi rasa gatal, kemerahan, nyeri, bahkan keluarnya cairan dari telinga. Selain itu, penggunaan earphone terlalu lama bisa menghambat sirkulasi udara di dalam telinga. Lingkungan yang lembab dan tertutup ini adalah kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.

3. Resiko Kecelakaan saat Beraktivitas

Menggunakan earphone di luar ruangan, terutama di jalan raya, bisa mengurangi kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Suara musik atau audio yang keras dapat menutupi suara kendaraan, klakson, atau peringatan bahaya lainnya, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Penurunan fokus ini bisa memperlambat reaksi ketika harus menghindari bahaya. Penggunaan earphone di tempat umum memang membawa risiko nyata terhadap keselamatan.

4. Sakit Kepala dan Ketegangan Otot

Earphone, terutama jenis in-ear, memberi tekanan langsung pada saluran telinga. Jika digunakan terlalu lama, tekanan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang menjalar hingga kepala. Ditambah lagi, getaran suara yang intens dapat memicu sakit kepala tegang. Tidak sedikit orang cenderung menunduk saat menggunakan gadget, sehingga leher dan bahu menjadi tegang. Ketegangan otot ini jika dibiarkan dapat menyebabkan nyeri kronis dan mempengaruhi postur tubuh secara keseluruhan.

Sahabat Fimela, untuk itu perlu diperhatikan penggunaan dan kebersihan earphone agar terhindar dari bahaya di atas. Dengan penggunaan yang bijak, earphone tetap bisa menjadi teman setia tanpa mengorbankan kesehatan telingamu. Jadi, yuk mulai sayangi telinga kita dari sekarang dengan menggunakannya secara cerdas dan bertanggung jawab.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |