Fimela.com, Jakarta Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam layanan kesehatan. Peningkatan akses, efisiensi, dan kualitas perawatan menjadi tujuan utama. Namun, perubahan ini juga menuntut tenaga kesehatan (nakes) untuk beradaptasi dan meningkatkan kompetensi mereka. Bagaimana kualitas nakes di era digital dapat ditingkatkan?
Kualitas nakes di era digital sangat penting untuk keberhasilan transformasi ini. Nakes perlu memiliki keterampilan yang memadai untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab. Beberapa aspek positif dan tantangan perlu diperhatikan agar nakes dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal.
Berdasarkan data Kemenkes tahun 2023, hanya sekitar 9,3% dari total 2 juta tenaga kesehatan di Indonesia yang telah mengikuti pelatihan terakreditasi. Artinya, lebih dari 1,8 juta tenaga kesehatan belum mendapatkan akses pelatihan secara rutin dan berkelanjutan. Konsentrasi pelatihan masih lebih banyak di kota besar, sementara tenaga kesehatan di daerah masih menghadapi keterbatasan akses dan distribusi yang tidak merata.
Salah satu solusi untuk meningkatkan kompetensi nakes adalah melalui pelatihan yang terstruktur dan terakreditasi. Lembaga pelatihan berbasis digital seperti Halodoc Academy hadir untuk menjawab kebutuhan ini.
Peningkatan Kompetensi Nakes Melalui Pelatihan Digital
Teknologi digital memungkinkan nakes untuk terus meningkatkan kompetensi mereka melalui berbagai cara. Pelatihan online, akses ke informasi medis terkini, dan kolaborasi dengan rekan sejawat di seluruh dunia menjadi lebih mudah. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa nakes selalu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan.
Halodoc Academy, sebagai contoh, menyediakan akses pelatihan terakreditasi kepada nakes, bahkan di daerah terpencil. Dalam rangka mendukung upaya pemerintah meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia, Halodoc secara resmi menghadirkan Halodoc Academy sebagai lembaga pelatihan tenaga kesehatan yang telah terakreditasi oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ditjen Nakes), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak Maret 2025. Program-program pelatihan yang ditawarkan dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman tentang teknologi kesehatan digital.
Selain itu, pelatihan ini juga mencakup aspek etika dan profesionalisme dalam penggunaan teknologi. Nakes diajarkan tentang pentingnya menjaga privasi pasien dan mematuhi kode etik profesi dalam setiap interaksi digital.
Halodoc Academy hadir sebagai solusi atas tantangan akses pelatihan terakreditasi di kalangan tenaga kesehatan Indonesia. Melalui pendekatan digital yang inklusif dan bersertifikasi, Halodoc Academy memungkinkan tenaga kesehatan di seluruh wilayah—baik di perkotaan maupun daerah terpencil—untuk mengikuti pelatihan yang relevan dan terstandar. Hingga Mei 2025, Halodoc Academy telah berhasil menjangkau lebih dari 55.000 peserta pelatihan. Seluruh program pelatihan yang diselenggarakan telah terakreditasi dan berbasis Satuan Kredit Profesi (SKP) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta tercatat secara resmi melalui Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) untuk menjamin kredibilitas dan pengakuan nasional.
Efisiensi dan Efektivitas Layanan Kesehatan Digital
Penggunaan rekam medis elektronik (EMR), sistem informasi kesehatan elektronik, dan aplikasi kesehatan lainnya meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Proses administrasi menjadi lebih cepat, pengolahan data pasien lebih akurat, dan nakes dapat fokus pada aspek klinis.
Dengan adanya teknologi, nakes dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan efisien. Misalnya, telemedicine memungkinkan konsultasi jarak jauh, mengurangi waktu tunggu pasien, dan memperluas jangkauan layanan kesehatan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Selain itu, teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan pencitraan medis canggih (MRI, CT Scan, USG) meningkatkan akurasi diagnosis dan memungkinkan intervensi medis yang lebih cepat dan tepat. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan pasien secara keseluruhan.
Akses Layanan Kesehatan yang Lebih Luas
Telemedicine dan platform kesehatan digital seperti Halodoc, Alodokter, dan SehatQ memainkan peran penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter secara online, mendapatkan resep obat, dan memantau kondisi kesehatan mereka secara jarak jauh.
Dengan adanya layanan kesehatan digital, pasien tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan medis. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang tinggal di daerah dengan fasilitas kesehatan yang terbatas.
Selain itu, perangkat wearable seperti smartwatch dan gelang kesehatan memungkinkan pemantauan kesehatan pasien secara real-time. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan dan melakukan intervensi medis yang lebih cepat.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.
HealthMalas Sarapan? Ini Risiko yang Diam-Diam Mengintai
Sering mengababaikan sarapan pagi? Ketahui risiko tersembunyi seperti gangguan pencernaan, obesitas, hingga diabetes.
Health6 Minuman Sehat yang Bisa Membantu Detoksifikasi Tubuh
Mau detoksifikasi tubuh? Cari tahu 6 macam minuman sehat untuk membantu detoksifikasi tubuh di sini!
HealthMengatasi Stres dengan Metode Decluttering Pikiran
Bukan hanya rumah yang berantakan, pikiran yang berantakan juga dapat "dibereskan" dengan metode tertentu. Yuk cari tahu caranya di sini!
Health75 Persen Lansia di Indonesia Berisiko Osteoporosis Waktunya Jaga Tulang, Sendi dan Otot dari Sekarang
Osteoporosis pada lansia adalah masalah serius. Kenali penyebab, gejala, dan cara pencegahannya agar tetap sehat dan aktif.
HealthWaspada Kenaikan Kasus Covid-19, Flu, dan RSV, Lindungi Lansia dari Tripledemic
Tripledemic, kombinasi RSV, COVID-19, dan influenza, menjadi ancaman serius bagi kesehatan lansia. Ketahui cara pencegahannya!