5 Tips Memulai Hidup Sehat Pasca Ramadhan, Momen yang Tepat untuk Lakukan Perubahan

3 days ago 10
Web Berita Hot Tepat Non Stop

Fimela.com, Jakarta Setelah menjalani satu bulan penuh ibadah puasa, banyak orang merasakan adanya perubahan signifikan dalam pola makan dan gaya hidup mereka. Selama Ramadan, pola makan yang teratur sering kali berubah drastis setelah Lebaran, terutama dengan adanya konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula yang tak terkendali. Perubahan ini bisa berdampak negatif pada kesehatan, dari kenaikan berat badan hingga masalah pencernaan.

Namun, periode setelah Ramadan sebenarnya adalah waktu yang tepat untuk memulai kembali kebiasaan hidup sehat. Mengatur pola makan, memperbaiki pola tidur, dan rutin berolahraga adalah langkah-langkah penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Puasa dapat menjadi titik awal untuk membentuk kebiasaan sehat yang seharusnya dilanjutkan dengan pola makan dan gaya hidup yang lebih baik setelahnya.

Jadi, bagaimana cara memulai kembali gaya hidup sehat setelah Ramadan? Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diterapkan secara bertahap agar tubuh kembali bugar dan tetap sehat dalam jangka panjang.

Fungsi ginjal tak akan kembali normal ketika Anda didiagnosis gagal ginjal kronis. Yang bisa Anda lakukan hanyalah mempertahankan fungsi ginjal yang ada dengan rutin cuci darah satu sampai tiga kali setiap minggu.

1. Kembali Mengatur Pola Makan Secara Seimbang

Setelah bulan Ramadhan berakhir, penting sekali untuk menata ulang pola makan kita guna mencegah masalah kesehatan, terutama yang disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak dan bergula tinggi selama perayaan Lebaran.

Salah satu langkah terbaik untuk mengembalikan keseimbangan tubuh adalah dengan rutin mengonsumsi makanan sehat. Mulailah mengurangi makanan khas Lebaran yang kaya santan dan minyak, dan beralihlah ke sayuran, buah-buahan, serta sumber protein sehat seperti ikan dan kacang-kacangan.

Selain itu, menerapkan prinsip pola makan 80/20 dapat sangat membantu dalam mengontrol porsi makanan. Artinya, 80% dari makanan yang kita konsumsi sebaiknya terdiri dari makanan yang sehat dan bergizi, sementara 20% sisanya bisa lebih fleksibel, namun tetap dalam batas yang wajar.

2. Menjaga Hidrasi dan Mengurangi Minuman Manis

Setelah sebulan penuh menjalani puasa, penting sekali untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan air putih yang cukup, guna mendukung proses metabolisme. Selama puasa, tubuh menyesuaikan diri dengan pola konsumsi cairan yang berbeda, sehingga setelah merayakan Lebaran, kita perlu berupaya menjaga hidrasi tubuh dengan optimal.

Menurut anjuran dari WHO, setiap orang sebaiknya mengonsumsi minimal 2-3 liter air putih setiap hari. Sebaiknya hindari minuman yang mengandung banyak gula, seperti sirup, soda, atau minuman kemasan lainnya, karena dapat meningkatkan kadar gula darah dan berpotensi menambah berat badan.

Jika merasa bosan dengan air putih, Anda bisa mencoba alternatif lain seperti infused water atau jus buah alami tanpa tambahan gula. Selain lebih menyehatkan, minuman ini juga membantu tubuh dalam proses detoksifikasi dari makanan berat yang mungkin dikonsumsi selama perayaan Lebaran.

3. Mengembalikan Pola Tidur yang Teratur

Selama bulan Ramadan, kebiasaan tidur kita sering kali mengalami perubahan akibat rutinitas sahur dan ibadah malam. Setelah Lebaran pun, perubahan ini bisa berlanjut, mengakibatkan gangguan tidur seperti insomnia atau rasa lelah di siang hari.

Untuk mengembalikan ritme tidur yang sehat, salah satu langkah yang bisa diambil adalah menetapkan waktu tidur yang konsisten setiap malam. Misalnya, cobalah untuk tidur pada pukul 22.00 dan bangun pada pukul 06.00. Durasi tidur yang ideal, yaitu sekitar 7-8 jam per malam, sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran kita.

Selain itu, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur juga dapat membantu tubuh kita lebih cepat beristirahat. Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yang berfungsi mengatur siklus tidur kita. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari penggunaan ponsel atau menonton TV setidaknya 30 menit sebelum tidur agar kita bisa tidur lebih nyenyak.

4. Kembali Aktif Bergerak dan Berolahraga

Selama bulan puasa, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena khawatir akan merasa lemas. Namun, setelah Lebaran, saatnya kita kembali menghidupkan semangat untuk berolahraga tanpa alasan lagi.

Jika kita membiarkan tubuh kita tidak aktif, pikiran kita akan lebih mudah terfokus pada rasa lapar dan kekurangan energi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mulai kembali berolahraga, setidaknya 3-4 kali seminggu dengan intensitas yang ringan hingga sedang.

Ada banyak pilihan olahraga yang bisa kita lakukan, seperti berjalan santai, jogging, yoga, atau latihan kekuatan dengan beban ringan. Bagi pemula, mulailah dengan sesi olahraga selama 15-30 menit per hari dan tingkatkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan tubuh Anda.

5. Menghindari Kebiasaan Buruk Seperti Merokok dan Makanan Cepat Saji

Selama bulan puasa, banyak perokok yang mengurangi frekuensi merokok mereka karena hanya bisa melakukannya setelah berbuka. Namun, sayangnya, setelah Ramadhan usai, banyak yang kembali ke kebiasaan lama dan bahkan merokok lebih sering sebagai bentuk "balas dendam".

Waktu setelah Ramadhan sebenarnya bisa menjadi peluang emas untuk berhenti merokok secara perlahan. Salah satu strategi yang bisa dicoba adalah menggantikan kebiasaan merokok dengan kegiatan lain, seperti mengunyah permen karet tanpa gula atau meningkatkan aktivitas fisik untuk mengurangi stres.

Selain itu, menjauhi makanan cepat saji juga sangat penting untuk menjaga kesehatan. Setelah sebulan penuh menikmati makanan sehat saat sahur dan berbuka, sebaiknya kita tidak kembali ke pola makan yang buruk dengan sering mengonsumsi junk food. Makanan cepat saji biasanya mengandung lemak trans dan natrium yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

People Also Ask (FAQ)

Q: Mengapa banyak orang mengalami kenaikan berat badan setelah Ramadhan?

A: Hal ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi lemak dan gula selama Lebaran, serta kurangnya aktivitas fisik setelah puasa berakhir.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk kembali menyesuaikan pola makan setelah Ramadhan?

A: Biasanya tubuh membutuhkan sekitar 1-2 minggu untuk kembali ke pola makan normal dengan kebiasaan yang lebih sehat.

Q: Apa olahraga terbaik untuk memulai kembali kebugaran setelah Ramadhan?

A: Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau senam ringan sangat disarankan untuk memulai kembali aktivitas fisik secara bertahap.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Ricka Milla Suatin
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |