Mengenali Toxic Positivity di Tempat Kerja: Tanda dan Dampaknya

5 days ago 21

Fimela.com, Jakarta Toxic positivity di tempat kerja adalah fenomena yang sering kali tidak disadari. Hal ini terjadi ketika lingkungan kerja terlalu menekankan pada sikap positif, sehingga mengabaikan emosi negatif yang sebenarnya ada. Meskipun niatnya baik, toxic positivity dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental dan produktivitas karyawan. Sahabat Fimela, mari kita bahas lebih dalam mengenai tanda-tanda toxic positivity di kantor.

Dalam banyak kasus, karyawan merasa tertekan untuk selalu berpikir positif, bahkan ketika mereka menghadapi tantangan yang nyata. Ini menciptakan suasana yang tidak sehat, di mana emosi negatif ditekan dan tidak diakui. Tanda-tanda toxic positivity ini penting untuk dikenali agar kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan adanya toxic positivity di tempat kerja dan tanggapan dari para ahli mengenai masalah ini.

Tanda-Tanda Toxic Positivity di Kantor

1. Penekanan Berlebihan pada "Pikir Positif" dan Penolakan Emosi NegatifLingkungan kerja yang mengalami toxic positivity sering kali menekankan untuk selalu "berpikir positif". Karyawan yang mencoba mengungkapkan kekhawatiran mereka sering dianggap "negatif". Hal ini menciptakan kesan bahwa emosi negatif tidak boleh diungkapkan.

2. Mengabaikan atau Menyembunyikan Masalah yang SebenarnyaPerusahaan sering kali menutupi masalah dengan menekankan citra positif. Hal ini mengakibatkan masalah tidak teratasi dan berlanjut tanpa penyelesaian yang tepat.

3. Semua Orang Terlihat "Setuju" dengan Ide Atasan (Groupthink)Budaya di mana semua orang selalu berkata "ya" pada setiap keputusan atasan dapat menghambat keberanian untuk berpikir kritis. Karyawan merasa takut menyampaikan pendapat berbeda karena tidak ingin dianggap "negatif".

Tanggapan Ahli tentang Toxic Positivity

Dr. Ajit Dandekar, Kepala & Konsultan Kesehatan Mental, menjelaskan bahwa toxic positivity membatalkan respons emosional alami. Ia menyatakan, "Ini menjadi 'toxic' karena membatalkan respons emosional alami dan mendorong individu untuk menekan daripada memproses emosi yang tidak nyaman."

Satyen Raja, CEO dan mentor, menambahkan bahwa toxic positivity dapat memengaruhi moral karyawan, terutama wanita. Ia mengatakan, "Ini menciptakan fasad optimisme tanpa henti yang menghambat komunikasi yang tulus."

Elle Mace, seorang Positive Psychology Coach, juga menekankan bahwa toxic positivity dapat menghambat penyelesaian masalah. "Ini dapat ditemukan dalam kegagalan untuk mengatasi akar masalah ketika karyawan merasa terlalu banyak bekerja atau burnout," ujarnya.

Dampak Toxic Positivity di Tempat Kerja

Toxic positivity dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mental karyawan. Beberapa dampak yang mungkin terjadi meliputi:

  • Karyawan merasa tertekan dan tidak nyaman untuk berbicara tentang masalah yang mereka hadapi.
  • Komunikasi yang jujur dan terbuka terhambat, menciptakan jarak antar rekan kerja.
  • Emosi negatif yang ditekan dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang lebih serius, seperti depresi dan kecemasan.

Sahabat Fimela, mengenali tanda-tanda toxic positivity di tempat kerja adalah langkah pertama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Dengan mengakui dan mengatasi emosi negatif, kita dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan mental di tempat kerja.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |