Apa Perbedaan Blender dan Juicer Berdasarkan Fungsi dan Cara Kerjanya?

1 day ago 9

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, mengonsumsi buah dan sayuran segar menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Namun, seringkali kita dihadapkan pada pilihan alat pengolahnya, yaitu blender atau juicer. Kedua alat dapur ini berfungsi untuk mengubah bahan makanan menjadi minuman sehat yang menyegarkan.

Meskipun sama-sama mengolah buah dan sayur, terdapat perbedaan signifikan antara blender dan juicer. Perbedaan ini mencakup fungsi utama, cara kerja, hingga hasil akhir olahan yang dihasilkan. Memahami karakteristik masing-masing alat sangat penting.

Mengapa penting untuk mengetahui perbedaan ini? Pengetahuan ini akan membantu Sahabat Fimela menentukan alat mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pribadi. Pilihan terbaik akan sangat bergantung pada preferensi konsistensi minuman dan manfaat nutrisi yang diinginkan.

Fungsi Utama: Serbaguna vs. Ekstraktor Spesialis

Blender dikenal sebagai alat serbaguna yang dapat menghancurkan dan mencampur seluruh bahan makanan menjadi satu kesatuan. Fungsinya tidak hanya terbatas pada pembuatan jus semata. Alat ini mampu mengolah berbagai jenis bahan makanan di dapur.

Beberapa fungsi utama blender meliputi:

  • Menghaluskan Bahan Makanan: Blender dapat mengubah buah-buahan, sayuran, atau bahan makanan lainnya menjadi tekstur yang halus dengan pisau yang berputar cepat.
  • Membuat Smoothie dan Jus Kental: Alat ini mengolah seluruh bagian buah dan sayuran, termasuk serat dan kulit (jika aman dikonsumsi), menjadi minuman kental seperti smoothie.
  • Menghancurkan Es Batu: Beberapa blender dilengkapi fitur khusus untuk menghancurkan es batu, berguna untuk membuat minuman dingin, milkshake, atau koktail beku.
  • Membuat Saus, Sup, dan Bumbu Halus: Fleksibilitas blender memungkinkannya digunakan untuk membuat saus, sup, puree bayi, hingga menghaluskan bumbu dapur.

Berbeda dengan blender, juicer dirancang khusus untuk satu fungsi utama, yaitu mengekstrak sari buah atau sayuran dan memisahkan ampasnya. Alat ini fokus pada pemisahan cairan dari serat padat.

Fungsi utama juicer adalah:

  • Mengekstrak Sari Buah dan Sayuran: Juicer memisahkan cairan dari ampas, menghasilkan jus murni tanpa serat.
  • Menghasilkan Jus yang Bening: Alat ini efektif untuk mengekstrak sari dari buah dan sayuran dengan serat kasar atau keras, seperti nanas, wortel, brokoli, seledri, dan apel, menghasilkan jus yang bening.
  • Mempermudah Konsumsi Buah dan Sayur: Dengan juicer, mengonsumsi buah dan sayuran menjadi lebih mudah dalam satu gelas jus, memungkinkan konsumsi lebih banyak buah setiap harinya.

Mekanisme Kerja: Pisau Berputar Cepat vs. Ekstraksi Perlahan

Blender bekerja dengan menghancurkan seluruh bahan makanan menggunakan mata pisau tajam yang berputar cepat. Ketika tombol daya ditekan, motor menggerakkan pisau dengan kecepatan tinggi, menciptakan pusaran yang menarik makanan ke tengah untuk dipotong dan dicampur.

Untuk memudahkan proses penghalusan, pengguna blender seringkali perlu menambahkan cairan seperti air, susu, atau yogurt. Penambahan cairan membantu bahan bergerak dan tercampur merata, serta menjaga motor tetap dingin agar tidak cepat rusak. Secara umum, prinsip kerja blender adalah mengubah energi listrik menjadi energi kinetik melalui motor penggerak.

Sementara itu, juicer bekerja dengan mengekstrak sari dari buah dan sayuran serta memisahkan ampasnya. Ada beberapa jenis juicer dengan cara kerja yang sedikit berbeda. Juicer sentrifugal menggunakan mata pisau yang berputar cepat untuk menghancurkan bahan, lalu memisahkan sari dari ampas melalui saringan. Proses ini dapat menghasilkan panas yang berpotensi mengurangi nutrisi.

Jenis lainnya adalah juicer masticating, atau sering disebut slow juicer atau cold-press juicer. Juicer ini bekerja dengan menekan atau 'mengepres' buah dan sayuran secara perlahan untuk mendapatkan sarinya. Proses ini tidak menghasilkan panas, sehingga nutrisi seperti enzim, vitamin C, dan antioksidan lebih terjaga. Juicer tidak memerlukan penambahan air karena fokus utamanya adalah memeras cairan alami dari bahan.

Hasil Olahan dan Nutrisi: Serat Utuh atau Sari Murni?

Hasil olahan dari blender cenderung menghasilkan minuman yang lebih kental, seperti smoothie. Ini karena seluruh bahan, termasuk serat alami dari buah dan sayuran, dihaluskan menjadi satu. Serat ini sangat baik untuk pencernaan, memberikan rasa kenyang lebih lama, dan membantu menstabilkan kadar gula darah. Jus yang diolah menggunakan blender cenderung mengandung zat gizi yang sama seperti bahan bakunya.

Di sisi lain, juicer menghasilkan jus yang lebih halus, cair, dan bening karena ampasnya dipisahkan. Jus dari juicer biasanya mengandung sedikit serat atau tidak mengandung serat sama sekali karena ampasnya dibuang. Meskipun seratnya rendah, konsentrasi vitamin dan mineralnya bisa lebih tinggi per volume karena nutrisi ini umumnya terdapat pada air buah dan lebih mudah diserap tubuh.

Namun, Sahabat Fimela perlu tahu bahwa jus tanpa serat dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat. Ini karena tidak adanya serat yang memperlambat penyerapan gula. Oleh karena itu, bagi penderita diabetes atau yang ingin mengontrol gula darah, blender mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Jus dari juicer lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih cepat diserap tubuh karena teksturnya yang cair.

Pentingnya serat bagi tubuh tidak bisa diabaikan. Serat adalah nutrisi esensial yang diperlukan untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Berikut beberapa manfaat konsumsi serat:

  • Menurunkan Berat Badan: Serat memberikan sensasi kenyang lebih lama, membantu mengontrol nafsu makan.
  • Menurunkan Kolesterol: Serat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dengan mencegah penyerapan lemak di saluran pencernaan.
  • Mencegah Diabetes Tipe 2: Asupan serat yang cukup dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, sehingga menurunkan risiko diabetes tipe 2.
  • Meningkatkan Kesehatan Pencernaan: Serat membantu memperlancar buang air besar, mencegah sembelit, dan menjaga usus tetap sehat.
  • Menjaga Keseimbangan Bakteri Baik: Serat menjaga jumlah bakteri baik di dalam usus tetap seimbang, melawan patogen dan bakteri jahat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |