Musim Marathon Sudah Dimulai, Ini Tips Mendapatkan Performa Terbaik Menurut Ahli

9 hours ago 6

Fimela.com, Jakarta - Kalender lari marathon 2026 menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh para runner di Indonesia. Dari Jakarta hingga Bali, berbagai ajang lari mulai membuka pendaftaran dan bersiap menyambut ribuan peserta yang ingin menguji kemampuan sekaligus mengejar personal best.

Bagi banyak pelari, mengikuti race bukan sekadar tentang mencapai garis finis. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mencatat waktu terbaik, menyelesaikan jarak yang lebih jauh, atau bahkan menaklukkan kategori half marathon untuk pertama kalinya.

Namun di tengah antusiasme tersebut, satu pertanyaan yang sering muncul adalah: bagaimana cara mendapatkan performa terbaik saat hari perlombaan tiba?

Menurut dr. Tirta, dokter sekaligus penggiat lari yang aktif mengikuti berbagai event marathon, performa terbaik tidak dibangun dalam semalam. Hasil di race day merupakan akumulasi dari kebiasaan yang dilakukan selama berbulan-bulan sebelumnya.

Jangan Hanya Lari, Latih Tubuh Secara Menyeluruh

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pelari pemula adalah hanya fokus pada latihan lari. Padahal, menurut dr. Tirta, latihan kekuatan atau strength training memiliki peran penting dalam meningkatkan performa sekaligus mengurangi risiko cedera.

"Kalau bukan atlet, jangan cuma running. Ikut juga strength training dan workout," ujarnya.

Latihan kekuatan membantu memperkuat otot inti, pinggul, paha, hingga betis yang bekerja keras selama berlari. Tubuh yang lebih kuat akan membuat langkah menjadi lebih efisien dan membantu menjaga postur ketika kelelahan mulai datang pada kilometer-kilometer akhir.

Berani Keluar dari Zona Nyaman

Bagi pelari yang ingin meningkatkan kecepatan, dr. Tirta menilai latihan dengan intensitas yang lebih menantang menjadi kunci.

Menurutnya, tubuh perlu dibiasakan menghadapi pace yang tidak selalu nyaman agar kemampuan aerobik dan kapasitas fisik terus berkembang.

"Kalau niatnya mau ngebut, maka latihan terus. Harus di pace yang nggak nyaman," katanya.

Dalam dunia lari, konsep ini dikenal sebagai progressive overload, yaitu meningkatkan tantangan latihan secara bertahap agar tubuh beradaptasi dan menjadi lebih kuat.

Jaga Komposisi Tubuh

Selain latihan, berat badan dan persentase lemak tubuh juga berpengaruh terhadap performa berlari. Dr. Tirta menjelaskan bahwa pelari yang ingin meningkatkan kecepatan perlu memperhatikan komposisi tubuh secara keseluruhan.

"Tingkatkan latihan, turunkan berat badan dan fat-nya, baru bisa lari lebih kencang," ujarnya.

Tentu bukan berarti harus mengejar tubuh yang sangat kurus, melainkan menjaga komposisi tubuh yang sehat sehingga tubuh dapat bergerak lebih efisien selama berlari jarak jauh.

Perlengkapan Juga Memiliki Peran Penting

Selain latihan dan nutrisi, perlengkapan yang digunakan saat berlari turut memengaruhi pengalaman selama race.

Saat ini, perkembangan teknologi sepatu lari semakin pesat. Pelari tidak lagi hanya mencari sepatu yang nyaman, tetapi juga mampu memberikan efisiensi energi, stabilitas, serta dukungan optimal untuk berbagai jenis latihan dan perlombaan.

Melihat kebutuhan tersebut, 910Nineten menghadirkan koleksi performa terbaru bertajuk Trancetopia FW26 yang dirancang untuk mendukung pelari di berbagai level, mulai dari pemula hingga atlet kompetitif.

Koleksi ini menghadirkan sejumlah inovasi seperti platform LATYXFORM3D berbasis teknologi 3D printing, sistem propulsi Carbitex® untuk membantu efisiensi berlari, teknologi upper Matryx® yang ringan dan kuat, serta outsole Vibram® yang memberikan traksi lebih optimal di berbagai kondisi lintasan.

Seluruh teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu pelari mendapatkan pengalaman berlari yang lebih nyaman sekaligus mendukung performa ketika berlatih maupun berlomba.

Saatnya Menantang Diri di Race 2026

Semangat untuk terus berkembang juga menjadi alasan di balik kembalinya 910Nineten Race 2026 yang akan digelar pada 11 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, ajang ini kembali menghadirkan kategori Half Marathon, 10K, dan 5K bagi para pelari yang ingin menguji hasil latihan mereka.

Menurut Race Director 910Nineten Race 2026, Asep Hadian, event tahun ini menargetkan lebih dari 3.000 peserta dan tetap membawa semangat membantu pelari lokal mencapai pencapaian terbaik mereka.

Pada akhirnya, performa terbaik saat marathon bukan hanya soal berlari lebih cepat. Performa terbaik adalah ketika tubuh, mental, dan persiapan berjalan selaras.

Dengan latihan yang konsisten, pola hidup yang terjaga, serta perlengkapan yang mendukung, setiap pelari memiliki peluang untuk mencapai target yang mereka impikan saat berdiri di garis start musim marathon tahun ini.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |