Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, obesitas adalah kondisi penumpukan lemak berlebihan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi. [1] Diagnosis obesitas tidak hanya dilihat dari postur tubuh saja, melainkan memerlukan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan banyak faktor. [2] Memahami cara mendiagnosis obesitas secara akurat sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat, demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. [12]
Kementerian Kesehatan bahkan menyoroti bahwa ukuran celana bisa menjadi tanda sederhana untuk mendeteksi risiko obesitas sentral yang kian meningkat di Indonesia. [7, 16] Jika ukuran celana terus meningkat, ini bisa menjadi alarm bagi kita untuk lebih waspada dan segera bertindak. [7, 16] Deteksi dini ini krusial mengingat prevalensi obesitas sentral terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. [16]
Profesional kesehatan biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan beberapa tes untuk mendiagnosis obesitas. [1] Proses ini sering kali mencakup pengambilan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik umum, dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta metode lain yang lebih canggih. [1]
IMT: Indikator Awal Obesitas yang Sering Digunakan
Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) adalah alat skrining medis yang mengukur rasio tinggi badan terhadap berat badan untuk memperkirakan jumlah lemak tubuh. [2] Ini adalah metode antropometri yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis obesitas. [2] IMT dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram (kg) dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (m²). [2, 6, 19]
Untuk orang dewasa, kategori IMT yang digunakan secara umum oleh World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) adalah sebagai berikut: [2, 27]
- Berat badan kurang: IMT kurang dari 18,5.
- Berat badan normal: IMT 18,5 hingga 24,9. [5]
- Berat badan berlebih (overweight): IMT 25 hingga 29,9. [5]
- Obesitas: IMT 30 atau lebih. [2, 5]
- Obesitas Kelas 1: IMT 30 hingga kurang dari 35.
- Obesitas Kelas 2: IMT 35 hingga kurang dari 40.
- Obesitas Kelas 3 (Obesitas Parah): IMT 40 atau lebih.
Namun, penting untuk diingat bahwa IMT tidak selalu merupakan representasi akurat dari kegemukan tubuh karena tidak membedakan antara massa tubuh tanpa lemak (otot) dan massa lemak. [1] Seseorang dengan massa otot tinggi dapat memiliki IMT tinggi tanpa memiliki lemak tubuh yang tidak sehat. [1] IMT juga tidak dapat secara akurat menilai pasien dengan edema, sindrom malnutrisi, kehilangan otot terkait usia, atau mereka dengan kandungan otot yang lebih tinggi. [1]
Lingkar Pinggang dan Rasio Pinggang-Tinggi: Deteksi Obesitas Sentral
Pengukuran lingkar pinggang adalah metode sederhana untuk menilai adipositas perut (lemak di sekitar perut), yang dikenal sebagai lemak visceral atau lemak perut. [4, 15] Lemak ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. [4, 14]
Ambang batas risiko untuk lingkar pinggang yang menunjukkan peningkatan risiko kesehatan adalah: [11]
- Wanita: 80 cm atau lebih. [2, 4, 9, 11]
- Pria: 90 cm atau lebih. [2, 4, 9, 11]
Orang dengan lingkar pinggang yang sangat besar lebih mungkin mengembangkan masalah kesehatan terkait obesitas. [17] Untuk mengukur lingkar pinggang, temukan bagian bawah tulang rusuk dan bagian atas pinggul. Lingkarkan pita pengukur di tengah antara kedua titik ini (tepat di atas pusar) dan buang napas secara alami sebelum mengambil pengukuran. [11]
Selain lingkar pinggang, Rasio Lingkar Pinggang-Tinggi Badan (Waist-to-Height Ratio - WHtR) adalah metode lain untuk menilai obesitas sentral. WHtR dihitung dengan membagi lingkar pinggang dengan tinggi badan. Standar internasional sering menganggap WHtR > 0,5 sebagai kriteria diagnostik untuk obesitas sentral. [13] WHtR dianggap prediktor yang lebih kuat untuk faktor risiko kardiovaskular dibandingkan IMT. [13]
Metode Lanjutan untuk Diagnosis Obesitas yang Lebih Akurat
Selain IMT dan lingkar pinggang, ada metode lain yang lebih canggih untuk mengukur lemak tubuh dan mendiagnosis obesitas, terutama ketika IMT tidak akurat atau diperlukan detail lebih lanjut. [1, 10]
Salah satu metode paling populer dan akurat adalah Dual-energy X-ray Absorptiometry (DXA). [3] DXA mengukur jaringan lemak, tanpa lemak, dan tulang, memberikan analisis komprehensif tentang komposisi tubuh, termasuk persentase lemak tubuh serta distribusi lemak dan kepadatan tulang. [3]
Metode lain yang digunakan adalah Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), yang mengukur impedansi tubuh terhadap arus listrik kecil untuk memperkirakan persentase lemak tubuh. [20, 21] Skinfold Calipers juga digunakan untuk mengukur ketebalan lipatan kulit di lokasi tubuh tertentu, yang kemudian digunakan untuk menghitung persentase lemak tubuh. [10]
Untuk akurasi tertinggi, Computed Tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat secara akurat membedakan dan mengukur lemak visceral atau subkutan, menjadikannya standar emas untuk menentukan dan mengukur obesitas. [18] American Endocrine Society secara tradisional mendefinisikan obesitas sebagai persentase lemak tubuh ≥25% pada pria dan ≥35% pada wanita.
Pentingnya Riwayat Kesehatan dan Pedoman Organisasi Dunia dalam Diagnosis Obesitas
Profesional kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh. [1] Riwayat kesehatan ini mencakup riwayat berat badan, upaya penurunan berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan makan, dan kontrol nafsu makan. [1] Profesional kesehatan juga akan menanyakan tentang kondisi kesehatan lain yang pernah dialami, obat-obatan yang dikonsumsi, tingkat stres, dan riwayat kesehatan keluarga. [1]
Pemeriksaan fisik umum meliputi pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tanda-tanda vital (seperti detak jantung, tekanan darah, dan suhu), mendengarkan jantung dan paru-paru, serta memeriksa perut. [1] Tim perawatan kesehatan juga akan memeriksa kondisi kesehatan lain yang mungkin terkait, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, tiroid kurang aktif, masalah hati, dan diabetes. [1]
Berbagai organisasi kesehatan internasional menyediakan pedoman untuk diagnosis dan penanganan obesitas. World Health Organization (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai penyakit kronis yang kambuh kembali, timbul dari interaksi kompleks antara genetika, neurobiologi, perilaku makan, akses ke diet sehat, kekuatan pasar, dan lingkungan yang lebih luas. [1] WHO mendefinisikan berat badan berlebih sebagai IMT ≥25 kg/m² dan obesitas sebagai IMT ≥30 kg/m², tanpa memandang ras atau jenis kelamin. [9, 27] Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyediakan pedoman berbasis bukti dan sumber daya untuk penyedia layanan kesehatan mengenai pencegahan dan pengobatan obesitas. [29, 31] American Academy of Pediatrics (AAP) pada tahun 2023 merekomendasikan skrining semua anak usia 2–18 tahun untuk berat badan berlebih, obesitas, dan obesitas parah setidaknya setiap tahun. [28]
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289652/original/019094100_1753075503-avie-huff-4NPIEhhs8Ao-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2985106/original/081195900_1575358775-louis-hansel--9CjvlbUGhY-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4169877/original/090930600_1664024508-luis-quintero-qKspdY9XUzs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4083972/original/014409300_1657419626-valeria-smirnova-xEK8bas1vqI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4446887/original/090284600_1685433200-romina-farias-B5LZDN_t_fc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3237149/original/094206300_1600061950-photo-1525072124541-6237cc05f4f7__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5329518/original/060535800_1756286903-man-bent-her-head-grabbed-him-her-after-exercise.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188040/original/074717900_1595482853-young-couple-arguing-relationship-disagreement_176420-15643__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429209/original/088783500_1618458229-sam-moqadam-fFYgW-zVD2E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5292723/original/037701900_1753262900-asam_lambung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4674701/original/011564700_1701764451-elisa-ventur-bmJAXAz6ads-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4521710/original/091751000_1690878053-ksenia-kazak-lCEYf47Czww-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407992/original/099247800_1762760314-r-eris-i5XurHSjE1M-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508168/original/043084600_1771567704-122766.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3713941/original/062118000_1639548480-mufid-majnun-Kw711jhyKqo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4184259/original/003108300_1665134335-jenna-tyson-AgWOhGmtWxU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506589/original/079010800_1771472040-Gemini_Generated_Image_oqiz3voqiz3voqiz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503768/original/028075100_1771211648-jam_weker__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114438/original/020086800_1588066560-travis-yewell-xXJciiQAJ-Y-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290265/original/027140600_1753095883-anh-tuan-to-FqRud_tRMLo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373708/original/062291600_1759828385-WhatsApp_Image_2025-10-07_at_15.56.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5131935/original/083422000_1739432264-pexels-olly-3771069.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5142956/original/094872700_1740479861-MAsker_telur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425602/original/049951200_1764232152-depressed-woman-with-headache-hand-holding-her-head-bed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219128/original/091172500_1747206985-Merokok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3476469/original/096863200_1623149371-stacey-gabrielle-koenitz-rozells-pV_ixbLn4QU-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5206302/original/011885100_1746162912-asian-japanese-family-has-breakfast-home-asian-mom-dad-daughter-feeling-happy-talking-together-while-eat-bread-corn-flakes-cereal-milk-bowl-table-kitchen-morning.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316376/original/025232300_1755233814-IMG-20250815-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385115/original/054641500_1760874911-alireza-skndari-VU3HQFJBh3A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423805/original/095794100_1764087797-WhatsApp_Image_2025-11-25_at_23.16.34__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4442552/original/067024400_1685093327-sasun-bughdaryan-xWlsYJU4ynE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354773/original/046067200_1758264505-pexels-shiny-diamond-3762402.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253632/original/090372100_1750055242-Makan_satu_kali_sehari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378391/original/020895700_1760244885-asian-japanese-family-has-breakfast-home-asian-mom-dad-daughter-feeling-happy-talking-together-while-eat-bread-corn-flakes-cereal-milk-bowl-table-kitchen-morning__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408712/original/063378600_1762831371-flat-lay-delicious-food-plate.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2889333/original/020322100_1566457413-bruce-mars-wBuPCQiweuA-unsplash.jpg)