Merawat Kulit Atopik untuk Kulit Sehat dan Nyaman

19 hours ago 11

ringkasan

  • Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan kulit kering, gatal, dan meradang, namun tidak menular.
  • Penting untuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu seperti kain kasar, stres, produk kimia, dan alergen lingkungan untuk mencegah kekambuhan.
  • Rutinitas perawatan harian yang konsisten meliputi pembersihan lembut dengan air hangat, pelembapan menyeluruh segera setelah mandi, dan penggunaan produk bebas pewangi serta hipoalergenik.

Fimela.com, Jakarta - Kulit atopik, yang juga dikenal sebagai dermatitis atopik atau eksim, merupakan kondisi peradangan kulit kronis yang ditandai dengan kulit kering, gatal, dan meradang. Kondisi ini dapat muncul pada usia berapa pun, meskipun seringkali dimulai sebelum usia 5 tahun, bahkan pada bayi.

Meski dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidur, dermatitis atopik tidak menular. Mengelola kulit atopik memerlukan pemahaman mendalam tentang kondisinya serta rutinitas perawatan yang konsisten. Dengan perawatan yang tepat, gejala dapat dikendalikan, kekambuhan dapat dicegah, dan kualitas hidup penderitanya dapat meningkat.

Bagi banyak orangtua, dermatitis atopik bukan sekadar masalah kulit. Tangisan yang sulit ditenangkan, anak yang terus terbangun di malam hari, rasa khawatir melihat kulit yang terus meradang — semua ini menjadi bagian dari perjalanan yang sering kali dilalui tanpa pemahaman yang cukup.

dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV menjelaskan bahwa menurut data American Academy of Dermatology diperkirakan 1 dari 5 anak mengalami dermatitis atopik. Risiko ini dapat meningkat pada anak dengan riwayat alergi, asma, atau eksim dalam keluarga.

"Jika tidak ditangani dengan tepat, dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan," kata dokter spesialis kulit dan kelamin lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV saat bicara dalam acara Mustela Together for Atopic Skin.

Bukan Kulit Kering Biasa

Meski umum terjadi, kondisi ini kerap diremehkan karena dianggap hanya sebagai 'kulit kering' biasa. Padahal, dermatitis atopik bukan sekadar masalah kosmetik. Kondisi ini merupakan gangguan inflamasi kronis pada kulit yang berkaitan dengan kerusakan skin barrier serta faktor genetik dan lingkungan.

“Banyak orang tua mengira dermatitis atopik hanyalah kulit kering biasa. Padahal pada kondisi ini terjadi gangguan skin barrier dan inflamasi yang membuat kulit terasa sangat tidak nyaman, terutama bagi anak yang belum bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan,” jelas dr. FX Clinton, Sp.DVE.

Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa memengaruhi fokus belajar serta perkembangan emosi anak. “Ketika dermatitis atopik tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, dampaknya bisa meluas pada kualitas tidur anak, mood, bonding dengan orang tua, hingga aktivitas sehari-hari keluarga,” jelas dr. Kartika Eda, Sp.A.

Perawatan Skin Barrier untuk Dermatitis Atopik

Menurut dr. Fihzan Ginting, M.Ked(Ped), Sp.A, perawatan dermatitis atopik perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat kondisi sedang kambuh. “Skin barrier pada kulit atopik lebih rentan. Karena itu, penting memilih produk yang memang dirancang khusus untuk kulit atopik, dengan formulasi lembut dan dapat digunakan setiap hari untuk membantu menjaga kenyamanan kulit,” jelasnya.

Reisa Broto Asmoro sebagai figur publik sekaligus ibu yang memiliki pengalaman mendampingi anak dengan kulit atopik. “Sebagai orang tua, kita sering merasa sedih melihat anak terus merasa tidak nyaman. Yang paling menenangkan adalah ketika kita akhirnya memahami kondisi anak dan tahu bagaimana merawatnya dengan tepat,” ujar Reisa Broto Asmoro.

Data medis menunjukkan bahwa pada kulit atopik terjadi ketidakseimbangan jumlah dan ragam mikrobiom dimana bakteri jahat seperti Staphylococcus aureus mendominasi dan memicu peradangan kulit. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan mikrobiom kulit guna mencegah kekambuhan di masa depan.

Untuk perawatannya bisa memilih produk krim dengan mengandung kombinasi bahan aktif alami Avocado Perseose yang berasal dari alpukat organik serta Sunflower Oil Distillate bersertifikat organik. Studi 10 tahun yang diberi nama E.V.E.I.L.S (Evaluation of Early Infant Life: The Skin) ini mempelajari setiap jenis kulit bayi dan bagaimana cara menjawab kebutuhan setiap kulit tersebut. Studi ini menyatakan bahwa kombinasi kedua bahan alami tersebut dapat menguatkan, menenangkan, melindungi, dan menutrisi kulit kembali. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Anisha Saktian Putri

    Author

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |